'Kompong', Alat Komposter Asli Parongpong

Bandung - TemanBaik, suka membuat pupuk kompos? Ya, cara satu ini memang cukup familiar sebagai metode pengolahan sampah organik.

Berbagai inovasi dan pengembangan ide lahir untuk mempermudah proses pembuatan kompos. Salah satunya dari Parongpong Recycle And Waste (RAW) Management. Mereka mengeluarkan prodak yang dinamai Kompong.

Kompong ini sendiri merupakan perpaduan dari Kompos-Parongpong. Founder dari Parongpong RAW Management, Rendy Aditya Wachid menyebutkan, alat komposter yang diluncurkan belum lama ini diharapkan dapat memudahkan para pegiat kompos untuk melakukan pengolahan sampah organik di rumah masing-masing.

"Dengan melakukan kompos sampah organik, kita akan mereduksi sampah ke TPA sebesar 50-60 persen," ujar Rendy.

Ia juga memaparkan, jika kita memiliki alat komposter, secara tidak langsung kita akan tergerak untuk berkebun, dan kalau sudah berkebun, kita akan tergerak untuk mengonsumsi hasil bercocok tanam kita atau dikenal dengan farm to table.


Baca Ini Juga Yuk: 5 Aplikasi Bermanfaat untuk Warga Bandung

Alat kompong produksi Parongpong RAW Management ini memiliki desain yang simpel. Dengan dimensi 50x30 centimeter. Ukuran yang cukup ramping. 
Menariknya, bahan baku yang digunakan untuk membuat Kompong adalah dari bekas sampah es krim yang tak digunakan.

Rendy menyebutkan, alat kompong ini memiliki volume 8 liter.

"Jadi nanti sampah ini dimasukkan ke dalam, lalu airnya dibuang, dan hasil keringnya bisa langsung jadi kompos," papar Rendy, menjelaskan cara kerja alat tersebut.

Sebagai pamungkas, Rendy berharap metode kompos dapat dilakukan secara mandiri dan lebih mudah dengan kehadiran kompong.
Rendy juga menginformasikan, kita bisa mendapatkan alat komposter ini dengan harga Rp175 ribu saja, cukup terjangkau bukan?

Sebagai informasi tambahan, Parongpong RAW Management itu sendiri merupakan sistem yang sedang dijalankan Rendy untuk mencapai kawasan bebas sampah di tahun 2022 mendatang.

Foto: Instagram.com/parong.pong

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler