'siPicow', Pendeteksi Penyakit Sapi Buatan Mahasiswa Malang

Malang - Sekelompok mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) belum lama ini mengembangkan perangkat lunak (software) bernama 'siPicow'. 'siPicow' ini merupakan aplikasi mobile yang berfungsi sebagai media pendeteksi dan penanganan dini terhadap penyakit sapi dengan memanfaatkan sistem pakar.

Di dalamnya, pengguna yang mayoritas peternak itu akan mendapatkan pengetahuan yang diperoleh dari media dalam jaringan dan beberapa pakar yang ahli di bidangnya. Keputusan Muhammad Nafi’ Maula Hakim bersama kawannya Abdul Jabbar Nur Ihsan dan Muhamad Azhar Ridani untuk menciptakan 'siPicow' ini bukan tanpa alasan.

Menurut Muhammad Nafi’ Maula Hakim, ide pembuatan aplikasi ini muncul karena banyaknya peternak yang memiliki pengetahuan minim dalam penanganan penyakit yang sering diderita oleh hewan ternak, termasuk sapi.

Alhasil, penanganan yang mereka lakukan banyak yang tidak benar dan kurang profesional. Penanganan yang tidak benar mengakibatkan kerugian yang bertahap. Mulai dari borosnya penggunaan obat, biaya perawatan dan akomodasi yang tidak murah, serta terhentinya produksi dan penjualan.

"Selain itu jika kerugian tersebut tidak segera ditangani kemungkinan besar akan terjadi penyebaran penyakit yang tidak terkontrol. Sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemungkinan paling buruk yaitu kematian pada hewan sapi dan terjadinya kebangkrutan bagi peternak itu sendiri," ungkap Muhammad Nafi’ Maula Hakim.

Baca Ini Juga Yuk: Makin Canggih di 2020, bjb Resmi Luncurkan Layanan Mobile

Namun sebaliknya, sambung Nafi’, jika peternak mampu menguasai medan dan situasi, maka peternak dengan sigapnya mampu mengatasi permasalahan tersebut tanpa perlu ragu dan khawatir akan resiko yang dihadapinya.

"Oleh karena itu, perlunya dilakukan pengembangan perangkat lunak yang bisa digunakan sebagai referensi oleh peternak sekaligus menjadi media informasi dan pendampingan melalui sistem pakar dalam bentuk aplikasi 'siPicow' yang ringan dan mudah digunakan,” imbuh Nafi’.


Berdasarkan hasil penggalian data melalui beberapa tahapan yang sebelumnya sudah dilakukan, terdapat beberapa fitur yang bermanfaat bagi peternak sapi dalam aplikasi yang bisa diakses lewat platform android dan iOS ini.

Di antaranya nama penyakit-penyakit yang sering diderita oleh hewan sapi, ciri-ciri penyakit, penyebab penyakit, gejala penyakit, penanganan dini terhadap penyakit, metode-metode penanganan yang baik dan benar menurut pakar, sketsa kandang dan lingkungan yang baik bagi hewan sapi, serta manajemen pakan dan pengelolaan hewan sapi.

Di samping itu juga juga dilakukan studi literatur untuk mengumpulkan data atau kebutuhan yang diperlukan melalui beberapa referensi.

"Referensi yang kami gunakan antara lain adalah jurnal ilmiah, media daring, serta beberapa sumber yang kredibel dari internet. Tidak hanya itu kami juga melakukan tanya jawab kepada beberapa orang yang memang ahli di bidang peternakan melalui fitur media chatting,” terang Nafi’ yang merupakan mahasiswa program studi Teknik Informatika angkatan 2017 tersebut.

Foto: dok. UMM

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler