Beli Gawai Berharga Miring? Ini Risiko yang Harus Kamu Ketahui

Bandung - TemanBaik, mungkin kamu mengincar gawai dari merek dan tipe tertentu. Tapi, karena harganya mahal, akhirnya kamu mengurungkan diri untuk membelinya. Salah satu solusinya adalah membeli gawai melalui black market alias dari pasar gelap. Barang tersebut tentu barang yang tidak resmi yang masuk ke Indonesia alias ilegal.

Solusi lainnya adalah membeli gawai refurbish alias rekondisi. Barang ini biasanya gawai yang rusak dan diperbaiki lagi. Sehingga, barang yang dibeli terkesan masih baru.

Untuk gawai rekondisi, biasanya penjual ada yang mengatakan secara jujur. Tapi, ada juga yang menutupinya. Ujungnya, kamu akan tertipu deh karena terjebak dengan harga murah yang ditawarkan. Disangka barang baru, padahal barang itu hasil rekondisi.

Ya, secara harga, barang ilegal dan rekondisi biasanya dijual dengan harga jauh lebih murah. Untuk gawai kisaran harga Rp10 jutaan misalnya, kamu bisa mendapatkannya dengan nominal di bawah Rp5 juta atau bahkan jauh lebih murah.

Kok bisa sih gawai mahal dijual dengan harga begitu murah? Dengan harga yang jauh dari harga aslinya, kamu harusnya curiga loh. Jangan-jangan gawai yang kamu beli palsu atau bisa saja barangnya asli, tapi suku cadang di dalamnya sudah diganti dengan kualitas buruk. Ujung-ujungnya, gawai kamu cepat rusak deh.

Baca Ini Juga Yuk: 'siPicow', Pendeteksi Penyakit Sapi Buatan Mahasiswa Malang

Jika ini terjadi, tentu kamu akan rugi. Apalagi, barang selundupan atau rekondisi biasanya tak disertai garansi. Jangankan garansi resmi, garansi toko pun belum tentu ada. Alih-alih dapat gawai murah, pada akhirnya justru gawai itu mungkin tak terpakai karena mudah rusak.

"Namanya barang selundupan itu kan enggak ada garansi dari vendor aslinya. Kita juga enggak tahu barang itu masih asli atau enggak, atau malah refurbish,” ucap Kepala Pusat Mikroelektronika ITB Adi Indrayanto.

Tapi, ada sebagian masyarakat yang merasa lebih memilih barang selundupan atau rekondisi. Padahal, ada risiko yang harus dihadapi. Bukan hanya rusak, bisa saja ujungnya gawai justru meledak.

"Iya, memang murah, tapi enggak ada jaminan barang itu kualitasnya sama dengan yang asli atau tidak," ungkapnya.

Contohnya, saat gawai di-charge, bisa saja pengisian daya baterai berlangsung lama. Padahal, normalnya pengisian daya hanya butuh waktu 2-3 jam saja. Jika ini terjadi, bisa saja ada bagian dari gawai yang tak sesuai. Sehingga, gawai akan panas, terjadi korsleting, dan ujungnya meledak.

Bayangkan jika ledakan terjadi di tempat yang terdapat benda mudah terbakar. Kamu engak mau kan sampai akhirnya terjadi kebakaran? Karena itu, kamu sebaiknya berpikir matang ya jika ingin membeli gawai dengan harga miring. Cara paling aman adalah tentu membeli gawai di toko resmi.

Cara lainnya, pastikan gawai yang dibeli memiliki garansi resmi. Sehingga, kalaupun terjadi kerusakan pada gawai yang dibeli, kamu bisa mengklaim garansi. Bahkan, biasanya ada klausul penggantian baru untuk kerusakan dengan kategori tertentu.

Tapi, namanya barang resmi, pasti harganya akan jauh lebih mahal dari barang selundupan atau rekondisi. Meski begitu, secara keselamatan dan keamanan tentunya jauh lebih terjamin. Pilihannya ada di tangan kamu TemanBaik, lebih mahal tapi risiko lebih kecil atau lebih murah berisiko tinggi.

Foto: Ilustrasi Unsplash


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler