Sudah Lolos Uji, Ventilator Portabel Ini Siap Dibagikan Gratis

Bandung - TemanBaik, tahu kan jika saat ini keberadaan ventilator sangat dibutuhkan di pusat layanan kesehatan seperti rumah sakit. Ventilator adalah alat bantu pernapasan yang sangat penting dalam penanganan pasien gangguan pernapasan, termasuk yang terjangkit virus corona atau COVID-19.

Tapi, harga ventilator sangat mahal dan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Dengan keadaan yang mendesak, ventilator sangat dibutuhkan mengingat semakin banyak pasien positif corona yang dirawat.

Langkah positif pun dilakukan Dr. Syarif Hidayat, dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dari Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan Institut Teknologi Bandung (ITB). Syarif menginisiasi pengembangan ventilator tersebut yang diberi nama 'Vent-I'.

Ventilator portabel itu dalam pengembangannya didukung beberapa dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) serta Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Dalam pengerjaannya, Vent-I juga melibatkan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan YPM Salman.

Vent-I itu merupakan alat bantu pernapasan bagian pasien yang masih bisa bernapas sendiri. Bagi pasien COVID-19, alat ini digunakan untuk yang mengalami gejala klinis tahap II. Jadi, alat ini bukan untuk pasien yang dirawat di ICU.

Vent-I ini diklaim dapat dengan mudah digunakan petugas kesehatan. Fungsi utamanya adalah CPAP atau Continuous Positive Airway Pressure.


Lolos Uji Kemenkes
Kabar baiknya, Vent-I ini sudah melewati uji produk menyeluruh oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan. Produk ini dinyatakan lolos uji pada 21 April 2020 sebagai ventilator portabel CPAP.

Vent-I lolos uji untuk semua kriteria uji sesuai standar SNI IEC 60601-1:204: Persyaratan Umum Keselamatan Dasar dan Kinerja Esensial dan Rapidly Manufactured CPAP Systems, Document CPAP 001, Spesification, MHRA, 2020.

Menurut Tim Komunikasi Publik Pengembang Vent-I Hari Tjahjono, lolos uji itu membuktikan Vent-I aman untuk digunakan sebagai ventilator non-invasive dalam membantu menangani pasien COVID-19.

Vent-I pun dapat segera diproduksi untuk keperluan sosial. Rencananya, Vent-I akan dibagian secara gratis kepada rumah sakit yang membutuhkan. Jumlah yang akan diproduksi pun cukup banyak loh TemanBaik.

"Untuk kebutuhan sosial ini, Vent-I akan diproduksi sekitar 300-500 sesuai dengan jumlah donasi yang masuk ke Rumah Amal Salman," kata Hari di laman resmi ITB.

Di tahap awal, begitu lolos uji pada 21 April lalu, langsung disiapkan produksi Vent-I bersama PT Dirgantara Indonesia (DI). Setelah selesai diproduksi dan dibagikan, Vent-I akan digunakan pada pasien sesuai indikasi medis. Pemakaiannya pun bakal dikawal Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) di rumah sakit yang telah ditunjuk.

"Sedangkan untuk keperluan komersial yang melibatkan transaksi jual-beli, surat izin edar saat ini masih dalam proses pengurusan yang diharapkan akan segera siap dalam beberapa hari ke depan. Kegiatan ini akan dikelola oleh PT Rekacitpa Inovasi ITB," jelas Hari.

Atas lolos uji Vent-I, Hari mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan memberi dukungan. Sebab, bukan hal mudah mengembangkan alat tersebut, apalagi sampai mengantongi izin untuk diproduksi.

"Ucapan terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada para donatur yang telah menyumbangkan dananya untuk pengembangan Vent-I sejak tahapan ide sampai dengan sekarang. Tanpa dukungan dana dari para donatur, tidak mungkin proyek ini dapat terlaksana," tutur Hari.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada TimBPFK Kemenkes yang sudah bekerja keras dan proaktif dalam memberikan bimbingan teknis dan melakukan proses uji secara profesional.

"Semoga ikhtiar kami untuk mengembangkan ventilator pertama karya anak bangsa ini dapat membantu penanganan pasien COVID-19 dengan lebih baik," harap Hari.

Foto: Vent-I. / dok. ITB
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler