7 Trik untuk Amankan Gawai & Berselancar di Internet

Bandung - TemanBaik, ada beragam cara yang sebaiknya kamu lakukan untuk mengamankan atau melindungi berbagai data di dalam telepon genggammu. Berselancar di internet juga perlu melakukan proteksi atau perlindungan. Tujuannya untuk meminimalisir risiko kebocoran data hingga potensi gawai atau data pribadimu diretas.

Dosen Kelompok Keahlian Teknik Komputer STEI ITB Budi Rahardjo memberikan triknya. Apa saja ya? Simak ulasannya yuk!

1. Atur Password (kata sandi)
Berselancar di internet menurut Budi perlu perlindungan yang cukup demi menghindari terjadinya hal tak diinginkan. Karena itu, penting bagi kamu membuat password atau kata sandi untuk gawai dan aplikasi yang digunakan. Gunakan kata sandi dengan huruf dan angka yang sulit ditebak, atau komninasi dari keduanya.

"Untuk membuat barrier bagi para hacker, sebaiknya password yang dibuat berbeda-beda untuk tiap aplikasi. Kata yang dipilih juga sebaiknya tidak berhubungan secara langsung dengan diri kita, seperti tangal lahir atau alamat," ujar Budi dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2020).

Ia menyarankan agar kata sandi memiliki minimal delapan karakter. Sebab, enam karakter sudah mulai mudah ditembus para hacker atau peretas.

"Semakin aneh kombinasi dan semakin banyak karakternya, maka semakin banyak pula permutasi yang dibutuhkan untuk memecahkan kode password kita," jelas Budi.

2. Hidupkan Proteksi Malware
Hal ini juga penting dilakukan. Sebab, menghidupkan proteksi malware atau proteksi lainnya akan membuat seseorang mendapatkan notifikasi khusus jika terjadi tanda hacking pada akun yang kita miliki.

3. Hindari Tautan-tautan Undian Berhadiah
TemanBaik ada yang pernah menerima pesan singkat berisi pemberitahuan menang undian? Jangan asal percaya ya. Hal yang paling penting juga jangan asal mengklik tautan yang ada di dalam pesan singkat tersebut.

Sebab, jika kamu langsung mengklik tautan yang ada, sistem keamanan pada gawai dan aplikasimu bisa dijebol oleh peretas. Ujung-ujungnya berbagai data pentingmu akan dimanfaatkan oleh pereta.

4. Pastikan Bluetooth Mati
Budi menyarankan agar bluetooth pada gawai tidak sembarangan dinyalakan. Jika setelah menggunakannya, sebaiknya langsung dimatikan ya bluetooth-nya. Sebab, bluetooth yang menyala juga berpotensi data-data kita bisa dengan mudah diunduh oleh orang lain.

5. Gunakan Dua Gawai
Ini adalah langkah opsional bagi kamu, yaitu memiliki dua gawai. Satu gawai dipakai untuk keperluan harian. Sedangkan satu lagi untuk data dan keperluan penting seperti mobile atau internet banking. Jangan lupa, perbaharui juga setiap aplikasi yang dimiliki dan melakukan verifikasi terhadap akun penting tersebut.

6. Jangan 'Umbar' Data Pribadi
Menurut Budi, kadang seseorang terlalu kendur dalam menggunakan gawai dan berselancar di internet. Mencantumkan tanggal lahir, alumni sekolah, hingga foto keluarga di media sosial termasuk hal yang mempermudah peretas melakukan tracking.

KTP juga penting untuk tidak diunggah di media sosial atau apapun. Cukup simpan secara pribadi ya. Sebab, informasi dari KTP juga cukup berisiko, salah satunya bisa digunakan untuk penipuan dengan cara mengganti nomor ponsel yang bersangkutan dan membobol mobile banking.

7. Tak Nyaman, Tapi Sebaiknya Dilakukan
Beberapa langkah di atas mungkin kurang nyaman bagi sebagian orang. Tapi, Budi menyarankan agar hal-hal di atas dilaksanakan. Sebab, jika sudah terjadi kebocoran data, gawaimu diretas, atau tindakan negatif lainnya, ujung-ujungnya yang rugi adalah yang bersangkutan.

"Keamanan memang selalu bertentangan dengan kenyamanan. Jika kita mau semuanya aman, maka kita harus berani untuk memilih jalan yang mungkin kurang nyaman," tutur Budi yang juga enterpreneur di bidang IT security.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Florian Olivo
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler