Jalani Uji Klinis, Ventilator Buatan UI Diaplikasikan di RSCM

Jakarta - TemanBaik, kabar menyenangkan kembali datang dari Universitas Indonesia. Ya, ventilator lokal karya Fakultas Teknis Universitas Indonesia (FTUI) telah masuk tahap uji klinis pada pasien (manusia).

Ventilator lokal bernama 'COVENT-20' itu diserahkan untuk digunakan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Wakil Direktur IMERI FKUI bidang Inovasi yang tergabung dalam tim dokter yang menggawangi tim Ventilator UI Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SPOG(K) menyebutkan COVENT-20 dapat digunakan pada fasilitas kesehatan mulai dari unit ambulans hingga Instalasi Gawat Darurat, baik non-invasif maupun invasif.

"Beberapa dokter RSCM yang telah melihat 'COVENT-20' meyakini bahwa ventilator UI ini mempunyai keunggulan fungsi yang signifikan dibandingkan peralatan ventilator transport dasar berbasis tekanan dan ambu-bag yang saat ini masih banyak digunakan di berbagai rumah sakit," ujar Budi dalam keterangan resmi pada laman situs web Universitas Indonesia.


Sebelumnya, COVENT-20 telah dinyatakan lulus uji produk untuk mode ventilasi CMV dan CPAP di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) pada bulan April 2020 lalu. Setelah itu, uju pra klinis untuk alat ini dilakukan pada hewan dengan menggunakan paru-paru hewan di Animal Facility IMERI FKUI, dan hasilnya memuaskan.

Uji klinis pada hewan ini memperkuat hasil uji BPFK bahwa COVENT-20 dapat menjadi ventilator alternatif untuk mode Continuous Mandatory Ventilation (CMV). Hasil ini juga menunjukkan bahwa COVENT-20 siap untuk diujikan pada manusia.

Baca Ini Juga Yuk: ITB Siapkan Robot Lift Non-kontak untuk Hindari Kontak Fisik

Menanggapi serangkaian proses di atas, Dekan Fakultas Teknik UI (FTUI), Hendri D.S. Budiono mengaku sangat bersyukur bahwa akhirnya COVENT-20 dapat memasuki fase uji klinis pada manusia. Ia juga menjelaskan proses uji klinis untuk alat ini memakan waktu yang cukup lama.

"Kami perlu menunggu kepastian protokol uji dari Kementerian Kesehatan terkait multimode ventilasi COVENT-20, mode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan mode Continuous Mandatory Ventilation (CMV),” kata Hendri.



Keunggulan dan Pengembangan

Ventilator lokal karya Universitas Indonesia ini memiliki keinggulan yaitu ventilasi multimode. Selain keunggulan ventilasi multimode, COVENT-20 memiliki keunggulan biaya produksi yang lebih hemat, padat, bisa dibawa kemanapun (portable), hemat energi, serta mudah dioperasikan. Inovasi ventilator karya UI ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan ventilator di rumah sakit di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut lagi, melalui Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Tim Ventilator UI menggalang donasi untuk pengadaan COVENT-20. Selain donasi pribadi maupun kelompok dari para alumni UI, beberapa perusahaan juga telah memberikan komitmen untuk menyumbangkan sejumlah ventilator COVENT-20 kepada rumah sakit di seluruh Indonesia. Penyaluran ditentukan berdasarkan tingkat urgensi dan utilitas, serta rekomendasi donatur.

Sebagai informasi tambahan, Tim Ventilator UI merupakan kolaborasi dari para peneliti FTUI, Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Rumah Sakit UI, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta Jurusan Teknik Elektromedik dan RSUP Persahabatan Jakarta.

TemanBaik, meskipun peralatan di Rumah Sakit sudah makin canggih dengan banyaknya penemuan terkait alat kesehatan, sebaiknya kita tetap menjaga diri agar tidak jatuh sakit, apalagi terserang virus corona, ya. Dengan begitu, kita sudah membantu meringankan beban tim medis yang bertugas di Rumah Sakit. Jaga kesehatan selalu, ya!

Foto: dok. Universitas Indonesia

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler