Mengenal Prosedur Parkir Pesawat yang Tak Beroperasi Saat Pandemi

Jakarta - TemanBaik, selama masa karantina wilayah sejumlah bandara menutup penerbangan komersial ke berbagai wilayah. Lalu, bagaimana kondisi pesawat-pesawat tersebut selama diparkir dalam waktu yang relatif lama?

Beritabaik.id punya kesempatan untuk berbincang dengan Fauzi Rulandi, Public Relations dari Indoflyer yang merupakan salah satu komunitas pecinta aviasi di Indonesia. Ia menjelaskan bagaimana kondisi parkir dan perawatan pesawat selama tidak beroperasi beberapa waktu lalu.

Mengambil referensi dari beberapa sumber, Fauzi menyebut armada pesawat maskapai diparkir di bandara-bandara utama maskapai tersebut. Maskapai-maskapai Indonesia umumnya memarkirkan armadanya di Bandara Juanda, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Ngurah Rai, Bandara Kuala Namu, dan Bandara Sultan Hasanudin. Tidak menutup kemungkinan pula maskapai-maskapai tersebut diparkirkan di bandara lain yang luas dan sepi.

Namun, banyaknya armada yang tidak terbang selama pandemi korona berimbas pada kapasitas parkir pesawat tidak memadai. Alhasil, otoritas bandara kemudian mengatur letak parkir pesawat agar dapat menampung pesawat.

"Beberapa bandara juga mengubah fungsi taxiway, yang seharusnya menjadi jalur lalu lalang pesawat, menjadi tempat parkir sementara," terang Fauzi.

Selama masa-masa tak beroperasi, maskapai juga harus mengidentifikasi berapa lama pesawat akan diparkirkan. Hal ini dikarenakan masa waktu yang akan mempengaruhi prosedur perawatan yang dijalani. Beberapa maskapai ada yang melakukan rotasi pesawat, jika sewaktu-waktu harus pesawat harus dipakai. Sebagai info tambahan, masih ada beberapa jenis pesawat yang diperbolehkan terbang selama masa pandemi korona, seperti misalnya pesawat kargo.

Setelah diketahui lokasi parkir dan lama pesawat akan diparkir, maskapai perlu menjaga pesawat dari bahaya luar, seperti diketahui, di pesawat banyak sekali bagian yang terbuka dan terpapar lingkungan.

"Setiap celah atau bagian penting pesawat yang terpapar lingkungan harus dilindungi menggunakan penutup yang direkomendasikan oleh pabrikan pesawat untuk melindungi dari debu, serangga, burung, atau benda asing lainnya yang berpotensi merusak sistem pesawat," terang Fauzi.

Baca Ini Juga Yuk: Lolos Uji Klinis, UI Siap Distribusikan Ventilator COVENT-20




Perawatan Berkala
Lebih lanjut lagi, dalam keadaan pesawat terparkir untuk waktu yang relatif panjang, pesawat tetap mendapat perawatan berkala. Para teknisi akan menjalankan inspeksi harian untuk memeriksa adanya kelainan teknis pada pesawat seperti kebocoran oli mesin atau cairan hidrolik, dan memastikan semua penutup bagian pesawat terpasang dengan benar.

Selain inspeksi harian, teknisi juga akan membersihkan air data probes atau alat pendeteksi data udara dan bagian lainnya untuk memastikan tidak terjadi pembentukan residu yang diakibatkan oleh pesawat yang berdiam di darat.

Selain itu, mesin pesawat juga rutin dinyalakan untuk dipanaskan secara berkala. Nah, untuk memastikan bentuk roda tetap terjaga akibat berada dalam posisi yang sama terlalu lama, pesawat perlu ditarik maju mundur, atau disanggah lalu rodanya diputar untuk mengurangi tekanan pada bagian yang menempel pada aspal.

"Inspeksi harian sangat penting untuk dilakukan karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di alam selain dari perubahan cuaca. Juga, dilakukannya inspeksi dan prosedur yang sesuai agar pesawat dalam kondisi prima jika sewaktu-waktu dibutuhkan," terang Fauzi.

Sebagai informasi untuk kamu yang belum tahu, dalam kondisi normal ada beberapa pengecekan sebelum pesawat yang akan mengantarkan kita ke tempat tujuan itu terbang. Pengecekan tidak hanya oleh teknisi darat, tetapi juga oleh pilot yang akan menerbangi pesawat itu atau disebut walk around check. Prosedur ini wajib dilakukan sebelum pesawat terbang, baik itu pesawat belum dipakai sebelumnya, ataupun pesawat sudah dipakai sebelumnya.

Selain itu, pesawat juga memiliki jadwal perawatan berkala. Jadwal perawatan terbagi atas 4 kategori utama, dan sistem perawatan ini memiliki nama yang unik, disebut 'ABCD check'.

"A check dan B check merupakan perawatan paling ringan dibanding perawatan lainnya. Biasanya cukup dilakukan di tempat pesawat parkir tanpa perlu pesawat dibawa ke hanggar perbaikan pesawat. C check dan D check merupakan perawatan yang relatif berat. Pesawat harus dibawa ke hanggar perbaikan pesawat untuk dirawat," beber Fauzi.



Pengecekan Ketat
Setelah situasi berangsur normal, pesawat yang lama diparkir tersebut tentu akan beroperasi seperti sediakala, walau dengan penerapan protokol kesehatan. Lalu, bagaimanakah kondisi pesawat yang terparkir lama tersebut apabila suatu hari kembali beroperasi dan akan kita naiki?

Fauzi menjawab tentu akan ada pengecekan ketat terkait prosedur yang biasa dijalankan sebelum pesawat lepas landas. Pengecekan tersebut meliputi sisi eksterior dan teknis.

"Teknisi akan mengecek oli mesin atau cairan hidrolik, dan memastikan semua penutup bagian pesawat sudah dilepas. Selain itu, teknisi juga akan membersihkan air data probes atau alat pendeteksi data udara dan bagian lainnya untuk memastikan tidak terjadi pembentukan residu yang diakibatkan oleh pesawat yang berdiam di darat. Roda pesawat pun akan dicek kembali," jelasnya.

Selain itu, teknisi bakal mengecek setiap sudut pesawat, karena dengan lamanya pesawat diam di darat, tidak menutup kemungkinan adanya "tamu tak diundang" yang diam di dalam pesawat seperti misalnya serangga yang bersarang di dalam pesawat.

Sedangkan dari sisi interior pesawat, maskapai juga akan mengondisikan lagi kabin pesawat, semua bagian kabin, termasuk kursi, karpet, toilet, area galeri tirai. Terakhir, area kokpit juga tak luput dari pembersihan dan pengecekan ulang.

TemanBaik, rupanya di balik kenyamanan kita naik pesawat terbang untuk mengunjungi wilayah Indonesia, terdapat sistem yang rumit namun kokoh, ya. Salut untuk para teknisi dan punggawa armada maskapai penerbangan di Indonesia. Lalu, adakah di antara kamu yang sudah rindu naik pesawat? Jangan lupa terapkan protokol kesehatan, ya!

Foto: dok. AirAsia


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler