Inovasi dari Jawa Barat untuk Tangani COVID-19

Bandung - TemanBaik, berbagai pihak kini terus berupaya memberikan kontribusi positifnya dalam penanganan dan pencegahan virus korona alias COVID-19. Upaya itu juga lahir dari Jawa Barat, salah satunya oleh Universitas Padjadjaran (Unpad). Apa saja ya?

1. Deteksi CePAD
Alat ini disebut Deteksi CePAD atau Rapid Test 2.0. Alat ini berguna untuk mendeteksi COVID-19. Apa bedanya dengan rapid test yang selama ini sudah dijalankan?

Bedanya, rapid test yang umum mendeteksi antibodi. Sedangkan Deteksi CePAD mendeteksi antigen. Sehingga, Deteksi CePAD dapat mendeteksi virus lebih cepat. Sebab, dalam proses pemeriksaan tidak perlu menunggu pembentukan antibodi saat tubuh terinfeksi virus.

"Deteksi antibodi itu mempunyai kelebihan, karena dia proses sampling relatif cepat, dan digunakan untuk mendeteksi penyakit sudah menyebar di mana saja," kata Koordinator Peneliti Rapid Test COVID-19 Unpad Muhammad Yusuf.

Ia pun berharap hadirnya alat itu jadi pelengkap dari rapid test yang selama ini sudah dijalankan pemerintah. "Jadi, dengan lengkapnya rapid test ini, dengan antibodi tersebar, deteksi antigen tersedia, mudah-mudahan penanganan COVID-19 semakin baik ke depannya," tutur Yusuf.

Kepala Pusat Studi Infeksi Fakultas Kedokteran Unpad Bachti Alisjahbana mengatakan, hadirnya inovasi Deteksi CePAD ini mempercepat diagnosa. Hal ini akan sangat berguna dalam penanganan COVID-19.

"Saya pikir setelah melihat beberapa kali ujicoba ini (Deteksi CePAD), cukup menjanjikan dengan sampel yang kami punya. Setelah ini, kami akan melakukan proses uji coba lagi," jelas Bachti.

Saat ini, penggunaan Deteksi CePAD terus dimatangkan. Begitu juga dengan panduan penggunaannya. Sebab, untuk mendeteksi COVID-19 tidak bisa sembarangan dilakukan.


2. VitPAD-iceless Transport System
Ini adalah sebuah viral transport medium (VTM) yang memiliki ketahanan dan keamanan untuk penyimpanan dan transportasi sampel virus di suhu ruang.

Lahirnya inovasi ini didasarkan pada ketergantungan pada VTM impor. Sedangkan Indonesia, khususnya Jawa Barat, memerlukan VTM dalam jumlah banyak.

"Kami memikirkan bagaimana bisa membuat VTM produk lokal dan juga memiliki kualitas yang baik, dan tahan di suhu kamar. Sehingga memudahkan transportasi dari fasilitas kesehatan di pelosok ke laboratorium pemeriksa (COVID-19)," ucap Dosen Fakultas Kedokteran Unpad sekaligus tim pengembangan vitPAD Hesti Lina.

Menurutnya, penyimpanan sampel dalam VTM biasanya harus berada pada suhu 2-8 derajat selsius. Karena itu, diperlukan boks dengan pengamanan berlapis dalam pengiriman sampel ke laboratorium pemeriksaan.

"Dalam pengiriman, VTM harus menggunakan ice box, sedangkan kalau ini (vitPAD) kami sudah tidak membutuhkan ice box lagi. Jadi, untuk transportasi lebih simpel dan bisa menjangkau daerah-daerah," papar Hesti.

Saat ini, vitPAD sedang divalidasi. VitPAD ini diproduksi 3.000 unit yang disebar ke sejumlah fasilitas kesehatan di Jawa Barat.

"Perizinan sedang paralel dilakukan, mungkin kami juga kerja sama dengan industri. Itu juga bisa diharapkan terbuka. Sehingga, kami bisa memproduksi vitPAD lebih banyak, cepat, dan efisien, untuk bisa membantu kecepatan pemeriksaan COVID-19 di Jabar," pungkas Hesti.

3. Ventilator Portabel Vent-I
Ini adalah alatbantu pernapasan yang dibuat atas kerja sama Unpad, Institut Teknologi Bandung, dan Rumah Amal Salman. Ventilator ini dibuat untuk mencegah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 mengalmi gagal napas.

Berbagai perizinan sudah ditempuh dan lolos. Sejak Selasa (23/6/2020), sebanyak 216 unit Vent-I sudah didistribusikan ke seluruh Indonesia, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, sampai Papua Barat.

"Vent-I ini menjadi inovasi dari Jawa Barat untuk Indonesia. Vent-I dapat membantu penanganan pasien positif COVID-19 di seluruh daerah Indonesia," ujar Reza Widianto Sudjud selaku pengembang sisi medis dan end user Vent-I.

Vent-I sendiri ditargetkan diproduksi 800-900 unit hingga minggu kedua Juli 2020. Produksinya merupakan kerja sama antara berbagai pihak di Jawa Barat, salah satunya PT Dirgantara Indonesia.

Foto: Ventilator Portabel Vent-I/dok. Humas Jawa Barat

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler