Si "Gesits", Motor Ramah Lingkungan Bertenaga Listrik

Bandung - TemanBaik, pernah mendengar sepeda motor Gesits? Ini adalah sepeda motor bertenaga listrik. Simak ulasannya, yuk!

BeritaBaik.id pun berkesempatan menjajal sepeda motor tersebut di area Balai Kota Bandung, Kamis (8/10/2020). Bentuknya mirip dengan sepeda motor matic pada umumnya. Namun, yang paling terasa adalah dari segi suara.

Motor ini senyap, baik saat dihidupkan maupun melaju. Sehingga, saat menggunakan sepeda motor ini, orang di sekitar belum tentu menyadari kehadirannya.

"Sepeda motor ini lebih ramah lingkungan (dibandingkan dengan sepeda motor konvensional), tidak ada suaranya. Jadi, ada dua polusi yang bisa dikurangi, yaitu polusi udara dan polusi suara," kata Dirut PT Indocipta Karya Perdana Eka Yulianto.

Dari segi kecepatan, maksimal sepeda motor ini bisa melaju hingga 70 kilometer/jam. Ini tentu jauh lebih kecil dibanding sepeda motor konvensional.

Perbedaan lainnya, di bagian bagasi, tepatnya di bawah jok, ada area khusus tempat menyimpan baterai. Pada bagian dashboard juga terdapat teknologi digital. Bahkan, di sana terdapat peta digital. Sehingga, jika menggunakan sepeda motor ini dan tak tahu jalan, pengguna tinggal melihatnya pada bagian dashboard.



Baca Ini Juga Yuk: KRI 2020 Jadi Kontes Robot Daring Pertama di Dunia

Pada dashboard ini juga terdapat keterangan kecepatan laju sepeda motor dan pemberitahuan lain seperti persentase daya baterai yang terpasang. Fitur ini menambah kesan futuristik tersendiri.

Penggunaan sepeda motor ini juga diklaim lebih irit. Sebab, pemiliknya tak perlu mengeluarkan biaya untuk ganti oli secara rutin. Pemiliknya cukup melakukan perawatan berkala saja di bengkel resmi.

Waktu Mengisi Daya
Untuk menggunakan sepeda motor ini, tentu baterainya harus terisi ya. Untuk sekali pengisian daya dari 0-100 persen, dibutuhkan waktu 3 jam. Dalam kondisi daya penuh, sepeda motor ini mampu melaju sejauh 50-70 kilometer. Ini akan tergantung dari kecepatan yang dipakai.

"Untuk mengecas saat ini memang butuh waktu 3 jam dan itu biayanya sekitar Rp3 ribu," ungkap Eka.

Perbandingan ini cukup jauh jika dibandingkan dengan sepeda motor konvensional. Jika dirata-ratakan, dengan jarak tempuh 50-70 kilometer, dibutuhkan bahan bakar sekitar 2 liter atau rata-rata Rp15 ribu. Ini artinya, untuk jarak yang sama, kamu bisa irit hingga Rp12 ribu.



Namun, sepeda motor ini tentu tak bisa digunakan jarak jauh. Sebab, kapasitas baterainya terbatas. Meski begitu, kamu tetap bisa menempuh perjalanan jauh. Syaratnya, setelah daya baterai habis, kamu perlu mengisi ulang dayanya kembali.

"Yang penting ada colokan listrik dan tegangannya minimal 220 volt, itu bisa ngecas. Karena kita memberikan adaptor charger, jadi bisa ngecas di mana aja, kapan aja," tutur Eka.

Harga
Nah, TemanBaik mungkin ada yang penasaran dengan harga jual sepeda motor Gesits ini. PT Indocipta Karya Perdana sebagai dealer resmi Gesits di Jawa Barat mematok harga Rp28 juta on the road. Harga ini sama di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Tenang, sepeda motor ini juga bisa digunakan di jalan raya kok. Sebab, sepeda motor ini dibekali STNK hingga BPKB seperti sepeda motor pada umumnya. Tapi, pastikan kamu punya SIM C ya jika menggunakan sepeda motor ini.

Namun, ada penawaran khusus, sepeda motor ini bisa dibawa pulang dengan harga lebih murah. Jika ingin membelinya, kamu bisa datang ke Dealer Gesits di Jalan Inggit Garnasih (Ciateul), Kota Bandung.

"Dua hari ke depan, hari ini sampai Sabtu (10/8/2020), kita punya harga promo, Rp26,5 juta sudah bisa dibawa pulang, sudah on the road," jelas Eka.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengapresiasi kehadiran Gesits di Bandung. Sebab, sepeda motor itu diklaim ramah lingkungan dan punya berbagai keunggulan. Apalagi jika digunakan banyak orang, manfaatnya akan lebih terasa.

"Tentunya kita mengapresiasi karena kalau kendaraan listrik itu cukup banyak digunakan di satu kota, ada manfaat yang dirasakan, minimal polusi berkurang tentunya," ujar Yana.

Namun, diakuinya tak mudah mengubah tren dan paradigma di masyarakat. Sebab, perlu waktu untuk mengubah pengguna sepeda motor konvensional beralih ke sepeda motor listrik.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler