Kapasitas Tes PCR di RS Cinta Kasih Tzu Chi Meningkat

Jakarta - TemanBaik, tes polymerase chain reaction (PCR) menjadi salah satu metode untuk mendiagnosis seseorang terpapar COVID-19 atau tidak. Saat ini, kebutuhan tes PCR ini juga sangat tinggi.

Di Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi misalnya, dalam sehari, mereka melayani hingga 100 pasien tes PCR. Namun, permintaan untuk pelayanan tes PCR ini jauh lebih tinggi dari kapasitas yang ada.

Akibatnya, hasil tes PCR bisa keluar dalam waktu cukup lama antara empat hingga lima hari. Ini dikhawatirkan membuat mereka yang menjalani tes PCR merasa cemas menunggu hasilnya keluar.

"Selama ini kita bisa tiga sampai empat hari baru keluar hasil tesnya karena ada antrean. Ini kami bayangkan bagaimana orang merasa gelisah menunggu hasil PCR. Sehari saja sudah cukup lama," kata Direktur RS Cinta Kasih Tzu Chi dr. Tonny Christianto, MS., Sp.B., M.M., dalam konferensi pers virtual, Jumat (13/11/2020).

Namun, per hari ini, RS Cinta Kasih Tzu Chi bisa lebih ngebut dalam melakukan tes PCR. Sebab, mereka menjalin kerja sama dengan PT. Nusantara Medica Cemerlang dalam penyediaan reagen dan alat PCR dengan produk AkuSehat.

Baca Ini Juga Yuk: Perangkat Hidroponik Pintar ala Unpad, Ini Keunggulannya

Lewat kerja sama dengan AkuSehat, kapasitas pelayanan tes PCR di RS Cinta Kasih Tzu Chi bertambah. Hasil tes PCR juga bisa keluar lebih cepat.

"Sekarang yang kami punya itu alatnya memiliki kapasitas kurang lebih sehari bisa mencapai 100 tes dan ini sering kali masih kekurangan. Dengan tambahan sekarang, dengan alat dari AkuSehat, kita bisa menambah kapasitas sampai 68 tes lagi per hari. Sehingga akan menambah banyak tes yang bisa kita layani per hari," jelas Tonny.

Untuk hasil tes, hanya dalam kurun maksimal dua hari sudah bisa didapatkan. Informasi hasil tes akan disampaikan melalui WhatsApp atau surat elektronik. Ini jauh lebih singkat dari sebelumnya yang hasil tes baru bisa didapat tiga hingga empat hari setelah pemeriksaan.

Untuk biaya tes di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, ini masyarakat hanya perlu mengeluarkan biaya Rp1 juta. "Itu sudah termasuk dengan konsultasi dokter. Hasil tesnya juga disertai surat keterangan yang bisa dipakai untuk segala keperluan (misalnya melakukan penerbangan)," tutur Tonny.

Direktur Utama PT. Nusantara Media Cemerlang Moktar Pamungkas mengatakan alat tes PCR dari AkuSehat memiliki beberapa keunggulan. Apa saja?

"Fokus produk ini adalah menyediakan layanan diagnostik, terutama COVID-19 dengan tiga kunci utama, yaitu keamanan, kemudahan, dan juga keterjangkauan harga," ucap Moktar.

Alat tes PCR itu juga diklaim tidak rumit dalam pengoperasian. Namun, sisi keakurasian terjaga dengan baik. Hal ini diharapkan akan turut membantu dalam pelayanan dan pendataan yang jauh lebih baik.

Selain dengan RS Cinta Kasih Tzu Chi, alat tes PCR AkuSehat juga sudah dipakai di dua rumah sakit di Medan. Ke depan, alat tes PCR ini ditargetkan juga bisa dipakai di berbagai rumah sakit lain di Indonesia dengan sasaran utama di Pulau Jawa, terutama Jabodetabek, Sumatera Utara, dan Jawa Timur.

Alat tes PCR itu juga tak hanya bisa dipakai untuk pengetesan COVID-19. Ada beberapa fungsi lain yang bisa dilakukan, misalnya untuk deteksi hepatitis B dan C serta tuberculosis. Sehingga, ketika pandemi usai, alat itu tetap bisa dipakai dalam jangka panjang.

Foto: dok. RS Cinta Kasih Tzu Chi
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler