Ada Kontes Robot Pengangkut Pasien COVID-19 di KRI 2020

Bandung - TemanBaik, perhelatan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020 kini sudah memasuki babak nasional. Mereka bakal bertarung dalam kurun 16-24 November 2020.

Total, ada 150 tim dari berbagai kampus se-Indonesia yang bakal mempertandingkan robotnya di KRI tingkat Nasional. Mereka adalah para peserta terbaik yang lolos dari KRI tingkat Wilayah.

Kategori lomba yang dihadirkan adalah Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, KRSBI Humanoid, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), dan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). Ada juga kageori lain yang hanya khusus diselenggarakan di tingkat nasional, yaitu Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).

Kontes ini dilaksanakan secara daring melalui mekanisme video conference. Sehingga, para peserta melakukan presentasi dan menampilkan robotnya melalui video secara langsung. Sedangkan para dewan juri melakukan penilaian di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai tuan rumah KRI tahun ini.

"Sebuah kehormatan bagi kami bisa jadi penyelenggara, bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini (bersama Pusat Prestasi Nasional (Puspenas)," kata Sekretaris Institut ITB Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/11/2020).

Meski digelar di tengah pandemi COVID-19 dan mekanisme lomba berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, antusiasme peserta pun cukup tinggi sejak babak penyisihan. Sehingga, KRI seolah memberi bukti bahwa para mahasiswa tetap berkarya di tengah pandemi.

"Satu hal penting dalam KRI ini, kita ingin menjaga semangat mahasiswa, calon generasi penerus bangsa, terutama mereka yang senang di bidang robotika untuk tetap produktif dan berkarya," ungkap Widjaja.

Baca Ini Juga Yuk: Keren! Keyboard & Mouse Logitech Bakal Pakai Plastik Daur Ulang

Hal ini sejalan dengan misi digelarnya KRI. KRI sendiri jadi ajang mencari bibit unggul di bidang robotika nasional. Bakat-bakat hebat pun tetap bermunculan dan tak terhalang pandemi.

"Kita ingin mendorong ketangguhan peserta didik, bahkan dalam kondisi sekarang pun kita bisa lihat adik-adik yang punya talenta hebat di bidang informasi, artificial intelligence (AI), bisa ditampilkan," ujar Plt. Kepala Puspenas Kemendikbud Asep Sukmayadi, S.IP., M.Si.

Tantangan Dewan Juri dan Peserta
Digelar di tengah pandemi, bukan hal mudah loh TermanBaik menyelenggarakan KRI ini. Ada berbagai kendala yang dihadapi. Salah satu yang paling berbeda tentu adalah tak ada peserta yang berkumpul di lokasi penyelenggaraan.

Mereka mengikuti lomba secara jarak jauh. Sehingga, peserta tak hanya harus mempersiapkan sendiri robot yang dikonteskan. Mereka juga harus menyiapkan lapangan atau tempat untuk pamer kemampuan robotnya di tempat masing-masing.

"Saya melihat besarnya semangat mereka (para peserta). Bahkan mereka ada yang berlatih di ruko karena kampusnya tertutup (selama pandemi)," ucap Ketua Dewan Juri KRI Prof. Dr. Benyamin Kusumoputro.

Di saat yang sama, dewan juri juga dihadapkan pada persoalan. Proses penilaian lebih rumit karena tidak ada perlombaan secara fisik. Sehingga, dewan juri hanya mengandalkan video para peserta. Namun, berbagai cara dilakukan agar lomba berjalan lancar, termasuk menjaga prinsip fairness dan fairplay.

"Untuk penilaian, tidak ada perubahan standar penilaian (meski digelar daring). Kita tetap melakukan penilaian seperti kemarin (tahun-tahun sebelumnya). Tapi memang ada yang diubah, misalnya yang tadinya peserta head to head menjadi performance base," jelas Benyamin.

Ada Kontes Robot Pengangkut Pasien COVID-19
Salah satu yang menarik dari KRI tahun ini adalah pada kategori Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI). Tema yang diangkat adalah robot pengangkut pasien COVID-19.

Tema KRTI sendiri berbeda dalam setiap penyelenggaraan KRI. Khusus tahun ini, tema itu diangkat karena Indonesia masih dalam suasana pandemi COVID-19.

"Untuk kali ni kita menyelenggarakan bagaimana membuat robot untuk bisa memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain tanpa bersentuhan dengan tenaga kesehatan," ungkap Benyamin.

Namun, pelaksanaan lomba ini baru sebatas proposal. Sehingga, yang dilombakan adalah cara kerja, metode, serta berbagai ide lainnya. "Jadi memang baru pada tahap eksperimen dalam konsep, jadi belum ada hardware-nya," tuturnya.

Penilaian lomba kategori ini cukup menyulitkan dewan juri dalam memberi penilaian. Sebab, secara konsep, setiap peserta menampilkan hal sama. "Masalahnya penyelesaiannya hampir sama, jadi sulit buat dewan juri buat menyelesaikannya. Nilainya akan mepet tipis itu (di antara para peserta," tandas Benyamin.

Nah, jika TemanBaik ingin menyaksikan KRI 2020 ini, tetap bisa kok meski terhalang pandemi. Kamu tinggal mengunjungi channel Youtube ITB dan KRI. Lihat sendiri deh bagaimana hebat dan kreatifnya para peserta KRI 2020.

Foto: Tangkapan Layar KRI 2020
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler