PETIS, Pencuci Tangan Otomatis dengan Tambahan Fitur Canggih

Tim Abmas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang meluncurkan inovasi alat cuci tangan otomatis bernama 'PETIS'. Alat ini menjadi solusi meminimalisir kontak tidak langsung saat kita mencuci tangan di wastafel karena dilengkapi berbagai fitur canggih.

Pada dasarnya, PETIS memiliki teknis kerja yang serupa dengan alat pencuci tangan otomatis yang ada di pasaran. Namun, kelebihan alat ini antara lain tambahan fitur teknologi seperti wastafel otomatis, sabun otomatis, alat pendeteksi suhu tubuh atau thermo gun yang akan memberikan hasil suhu tubuh dan terhubung dengan pengeras suara. Selain itu, terdapat pula sensor pendeteksi yang akan memberikan pemberitahuan jika air pada tandon akan habis.

Jadi saat digunakan, alat ini akan mengecek suhu tubuh pengguna melalui thermo gun yang sudah terintegrasi dengan wastafel. Setelah itu, pengguna dapat melakukan cuci tangan dengan sabun secara otomatis tanpa bersentuhan dengan alat. Dengan begitu, maka kelebihan dari alat ini antara lain bisa mendeteksi suhu tubuh penggunanya.

Selanjutnya, keran air dan sabun otomatis dalam alat ini diharapkan dapat mengurangi sentuhan terhadap bidang. Keunggulan terakhir yaitu terdapat alarm pendeteksi air yang mampu memberikan alarm jika terdapat kekurangan air pada tandon atau alat tampung air, sehingga alat ini dapat segera diisi secepat mungkin.



Baca Ini Juga Yuk: Hal Penting tentang Aplikasi Percakapan yang Perlu Kamu Tahu

Setelah melalui proses pembuatan, penggunaan PETIS kemudian diterapkan di Pasar Wonokromo, Surabaya. Pemilihan pasar sebagai tempat penerapan alat ini antara lain karena tingginya mobilitas dan interaksi di dalamnya.

"Orang-orang di pasar sering merasakan kekhawatiran atas penyebaran virus corona saat melakukan proses transaksi jual beli. Akan tetapi sebuah kecemasan itu akan selalu terkalahkan dengan kebutuhan hidup yang harus tetap berjalan," ujar Koordinator Tim Abmas Departemen Teknik Elektro ITS, Chairul Bahy.

Selain mengurangi kontak tidak langsung karena otomatisasi alatnnya, fitur yang ada di dalam alat PETIS akan memudahkan petugas untuk mendeteksi pengunjung pasar yang mengalami demam. Jika pengunjung mengalami demam, maka petugas bisa mengambil tindakan, antara lain dengan tidak memperbolehkan pengunjung masuk ke dalam pasar.

Lebih lanjut, tim yang beranggotakan 10 orang ini melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan serta cara mengoperasikan alat tersebut. Selain itu, mereka juga membuka layanan konsultasi dengan pasar tempat alat ini diterapkan.

"Kami melakukan konsultasi dengan pengelola pasar untuk perawatan alat ini," terang Bahy.

Sebagai penutup, Bahy selaku koordinator tim berharap kehadiran alat ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cuci tangan. Apalagi alat ini juga diterapkan di pasar tradisional, yang kerap menjadi tempat penyebaran virus korona. Selain itu, Bahy juga berharap agar masyarakat tidak hanya sadar mencuci tangan saja, melainkan tetap menerapkan protokol kesehatan antara lain dengan memakai masker dan menjaga jarak.

TemanBaik, virus korona belum pergi. 'The Old Normal' atau kehidupan normal yang dulu biasa kita lakukan juga masih jauh. Oleh karena itu, yuk sama-sama perangi virus ini agar segera pergi dengan tidak bosan-bosannya menerapkan sejumlah protokol kesehatan, sehingga kita bisa kembali merasakan hidup normal dan bahagia secara utuh lagi. Tetap semangat dan jaga selalu kesehatanmu ya!

Foto: Dok. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler