GeNose C19 Mulai Digunakan di Stasiun Tugu & Pasar Senen

Jakarta - TemanBaik, ada kabar gembira nih. Alat pelacak (screening) virus korona karya UGM, GeNose C19 kini mulai digunakan sebagai alternatif pemeriksaan kesehatan di dua stasiun besar yakni Stasiun Tugu, Yogyakarta dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Seperti diketahui, pemeriksaan kesehatan itu sendiri sekarang menjadi syarat diperbolehkannya suatu perjalanan melalui angkutan umum seperti Kereta Api. Ujicoba dan penerapan alat GeNose di Stasiun Tugu dihadiri oleh Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Dr. Hargo Utomo, M.B.A. Ia berharap implementasi alat ini bisa berjalan dengan baik di masyarakat.


Setelah diujicoba di Stasiun Tugu, GeNose C19 resmi diluncurkan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada Jumat (5/2/2020). Dalam keterangan resminya, VP Public Relations KAI Joni Martinus menyebut kalau tarif yang dikenakan pada saat uji coba atau pre-launching ini adalah Rp20 ribu. Ia menambahkan, hadirnya layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun-stasiun akan semakin memperkuat deteksi dini penularan virus korona sehingga lebih mempercepat pencegahan penularan virus ini.

"Hal ini juga menjadikan moda transportasi Kereta Api yang makin nyaman aman dan sehat," ujar Joni.

Lebih lanjut lagi, syarat untuk mengikuti screening via GeNose adalah pertama-tama, sebagai calon penumpang, kamu diharuskan mengantre dan mendaftar dengan tertib untuk selanjutnya diberikan kantong GeNose C19 setelah melakukan proses pembayaran. Setelah itu, kamu bakal diminta untuk mengambil nafas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak 3 kali.

Baca Ini Juga Yuk: PETIS, Pencuci Tangan Otomatis dengan Tambahan Fitur Canggih

Lebih detail, langkah ambil nafasnya adalah sebanyak 2 kali di awal, ambil napas dan buang di dalam masker. Lalu pada saat pengambilan napas ke-3, langsung hembuskan ke dalam kantong hingga penuh. Kunci kantong agar udara di dalamnya tidak keluar dan serahkan kantong kepada petugas untuk dianalisis menggunakan alat GeNose C19. Hasil pemeriksaan GeNose C19 ini juga cukup cepat karena hanya perlu waktu sekitar 3 menit saja. Selain itu, pemeriksaan dilakukan 1 kali tanpa pengulangan.

Teknis yang sama juga diterapkan di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Jadi setelah mendaftar dan melakukan pembayaran pada loket, calon penumpang bakal diberikan kantong udara yang digunakan untuk menampung napas. Di Stasiun Tugu, tersedia 6 alat GeNose pada bilik terpisah yang bisa digunakan olehmu.

Pada setiap bilik, terdapat petugas yang akan memberikan penjelasan serta instruksi yang harus diikuti oleh kamu sebagai calon penumpang untuk menghembuskan napas ke dalam kantong. Setelah itu, serahkan kantong tadi kepada petugas, dan kamu bakal dipersilahkan untuk menunggu selama beberapa menit hingga hasil keluar dan calon penumpang akan dipanggil untuk menerima keterangan hasil pemeriksaan.

Nantinya, apabila hasil pemeriksaan tersebut kamu dinyatakan negatif dari paparan virus korona, maka hasil tes tersebut berlaku selama 3 x 24 jam. Sedangkan jika hasilnya positif, maka kamu tidak diperbolehkan naik Kereta Api. Namun, tenang saja, sebab biaya tiket perjalananmu yang dibatalkan akan kembali secara utuh.

Terkait inovasi ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut penyaringan via GeNose C19 akan menambah opsi bagi masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan selain tes rapid antigen dan PCR, yang menjadi syarat perjalanan transportasi Kereta Api Jarak Jauh. Selain itu, Budi juga menyoroti kelebihan alat ini.

"Kelebihan pemeriksaan GeNose C19 ini selain murah, tidak sakit untuk digunakan, dan ini juga buatan Indonesia," ujarnya.

Dengan teknis yang enggak ribet, harganya yang relatif murah dan akurasinya yang teruji, enggak heran kalau GeNose C19 menjelma jadi salah satu alat pendeteksi virus korona buatan anak Indonesia yang kini jadi primadona. Kita doakan semoga inovasi ini terus berkembang, ya!

TemanBaik, meski begitu tetap terapkan protokol kesehatan saat bepergian ke luar rumah ya. Sebab, bahaya virus masih mungkin saja mengancam kita atau orang-orang terdekat. Jaga diri selalu, ya!

Foto: Dok. PT. Kereta Api Indonesia


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler