Mengenal Sugentan, Kedelai yang Pakai Teknologi Nuklir

Bandung - TemanBaik, tenaga nuklir ternyata bisa dimanfaat untuk menghasilkan benih tanaman kualitas unggul, salah satunya kedelai. Kedelai sendiri merupakan salah satu bahan pangan yang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Karena kedelai erat dengan makanan olahan utama seperti tahu, tempe, hingga kecap. 

Bahkan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) sudah menghasilkan 14 varietas unggul benih kedelai.

Varietas kedelai ini dihasilkan dengan menfaatkan teknologi nuklir berupa radiasi gamma. Sejak 2018, benih 'kedelai super' ini sudah diproduksi BATAN hingga lima ton. Benih ini kemudian disalurkan kepada para petani di Indonesia.

Salah satu benih kedelai hasil radiasi gamma ini diberi nama Sugentan, yaitu singkatan dari 'Super Genjah BATAN'. Kedelai ini punya keunggulan seperti masa tanam yang terhitung pendek atau masa genjah tak sampai 80 hari.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Teknologi Penghancur Jarum Suntik Buatan LIPI

Sugentan ini jauh lebih cepat panen dibanding induknya, yaitu Argomulyo. Jika Argomulyo rata-rata baru dipanen saat umur tanam 86-87 hari, Sugentan hanya butuh 67-68 hari. Hal ini tentu bisa membuat petani menjadi lebih produktif dalam menanam kedelai.

"Produktivitas Sugenten juga lebih tinggi, yakni 3,01 ton per hektare dengan rata-rata 2,5 ton per hektare. Sedangkan induknya pada kisaran 2,2 ton sampai 2,4 ton per hektare," kata peneliti PAIR BATAN Aswin di laman Indonesia.go.id.

Keunggulan lainnya, Sugentan ini adalah varietas yang tahan terhadap penyakit karat daun, hama penghisap polong, dan hama ulat kerayak. Kedelai jenis ini juga cocok ditanam di lahan sawah atau tegalan.

Proses penelitian dan pengembangan 'kedelai super' ini sudah dilakukan pada 2012. Uji tanam juga sudah dilakukan pihak BATAN di enam lokasi, yaitu di Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, Bogor, Yogyakarta, dan Ciyatam sebanyak dua lokasi.

Dari ketujuh lokasi tersebut, sebagian besar menunjukkan hasil yang baik, kecuali di Maluku yang hasilnya masuk kategori sedang.

Foto: Ilustrasi/dok. commons.wikimedia.org/attribution- United States Departement of Agruculture


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler