'Mo-Ma-Daq', Kursi Kekinian yang Sesuai Protokol Kesehatan

Surabaya - Lagi-lagi, Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bikin inovasi keren dan kekinian. Terbaru, mereka membuat kursi kekinian yang memadukan konsep budaya dan kenormalan baru di masa pandemi.

Inovasi kursi kekinian karya Ferdy Pradipta Zulfaninata itu diberi nama 'Mo-Ma-Doq', yang merupakan singkatan dari Modular Mask Doq. Menariknya, kata Doq itu sendiri adalah kependekan tari Hudoq, sebuah tari yang erat kaitannya dengan suku Dayak Bahau sebagai salah satu rumpun suku Dayak. Diangkatnya tema budaya pada kursi ciptaan Ferdy merupakan sebuah bentuk simbolisasi dan kebanggaannya sebagai putra daerah.

Enggak hanya meromantisasi budaya daerah, kursi kekinian ini juga dirasa cocok dengan nilai jaga jarak fisik atau phsycal distancing sebagai upaya mencegah penularan virus korona di masa pandemi. Cara menari Hudoq itu sendiri  dengan menggunakan penghalang muka atau topeng. Adanya penghalang muka yang menjadi atribut utama tari Hudoq ini menginspirasinya tentang situasi pandemi, di mana orang-orang harus menutupi setengah wajahnya.


Baca Ini Juga Yuk:

Namun, enggak hanya segi filosofis yang menjadi konsep utama. Lebih jauh lagi, Ferdy menjelaskan kalau gerakan yang dimiliki tari Hudoq juga diaplikasikan dalam desain. Koreografi tari Hudoq yang memiliki gerakan memutar ditransformasi oleh Ferdy sehingga membentuk kursi yang melingkar dan saling membelakangi.

"Saya aplikasikan bentuk kursinya saling membelakangi sehingga tidak ada tatapan muka," ujar Fadly terkait inovasinya.

Pria berusia 21 tahun ini juga menambahkan jika pengaplikasian desain kursi yang dibuat memutar memiliki tujuan meminimalisasi penyebaran virus korona. Selain itu, sesuai nama yang diberikan pada kursi, Ferdy mendesain kursi ini dalam bentuk modular. Desain modular merupakan konsep desain yang dapat membagi produk dalam beberapa modul atau gabungan.

Tujuan lain dari desain modular selain untuk menghindari orang bertatap muka adalah mendesain kursi Mo-Ma-Doq menjadi produk yang bisa dibongkar pasang, sehingga multifungsi dan mudah dipindahkan. Fadly juga menambahkan, pembatas yang terdapat pada kursi bisa menjadi perantara untuk pot bunga dengan memanfaatkan ruang kosong yang ada. Keren banget nih, TemanBaik! Selain menerapkan prokes, kursi ini juga boleh jadi salah satu inovasi ramah lingkungan karena kita bisa lebih dekat dengan tanaman.

Atas inovasi dan kreativitasnya, Fadly berhasil mengantongi medali perak dalam ajang Bharatika Creative Design 2021 melalui rancangan kursi yang sesuai untuk era kenormalan baru atau new normal. Ia mengusung tema Phsycal Distancing Chair atau kursi dengan menerapkan jaga jarak fisik. Salut buat Fadly dan karyanya!

Meski begitu, prestasi ini sayang sekali kalau enggak diterapkan menjadi produk alternatif baru di pasaran. Yuk, kita dukung gagasan dan inovasi anak bangsa menjadi produk alternatif yang juga berguna buat kita. Panjang umur kreativitas dan inovasi!

Foto: Dok. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler