DINE, Aplikasi Buat Kamu yang Suka Nongkrong

Surabaya - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bikin aplikasi bernama DINE. Aplikasi ini menjadi solusi buat kendala pemesanan makan di tempat (dine in) yang kerap ditemui.

Ya, pembatasan dalam beberapa aktivitas kita belakangan ini memungkinkan terjadinya beberapa hal di luar dugaan. Misalnya, kita sudah merencanakan nongkrong dengan teman di kafe, eh, ternyata kafenya penuh.

Belum lagi pemberlakuan aturan makan yang hanya memperbolehkan pengunjung makan di tempat berdurasi 30 menit. Perlu solusi bersifat teknologi untuk mengatasi masalah ini.

Nah, aplikasi DINE ini jadi solusi buat permasalahan tersebut. Digagas Muhammad Rafi Hayla Arifa, Salsabila Irbah, dan Khairi Wiryawan, DINE membawa inovasi adaptif dengan kehidupan masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru.

Terdapat beberapa tampilan dan fitur pada aplikasi DINE buatan tim Departemen Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini. Pertama, terdapat fitur search bar untuk mencari lokasi kafe atau restoran. Pengguna juga dapat memilih lokasi dari yang terdekat sampai kategori berdasarkan ciri khas makanan suatu negara.

Kemudian terdapat juga tampilan detail informasi kafe atau restoran, mulai dari jam operasional hingga informasi terkait vaksinasi pegawai kafe atau restoran. Tampilan ini juga dilengkapi bagian diskon menarik, ulasan kafe atau restoran, dan fitur live chat. Nah, fitur live chat itu sendiri ditujukan buat pengguna yang ingin menanyakan informasi lebih dalam.

Lewat aplikasi ini, kamu juga dapat melihat menu kafe atau restoran, lengkap dengan harga dan ilustrasi menu tersebut. Selain itu, DINE juga dilengkapi dengan fitur reservasi jika ingin melakukan dine in di kafe atau restoran yang diinginkan. Nantinya, kamu bakal mendapatkan kode pemindai (QR Code) yang nantinya akan dipindai (scan) dan divalidasi saat tiba di kafe atau restoran yang sudah kamu pesan.

Aplikasi ini punya berbagai keunggulan. Pertama, fitur pemesanan makanan daring bisa meminimalisir penularan virus COVID-19. Selain itu, penelusuran daring terkait keadaan kafe atau resto dapat menghindari potensi antrean untuk mendapatkan tempat duduk, serta membatasi kapasitas pengunjung kafe atau restoran. Jadi, andaikata kamu memantau kafe tujuanmu ternyata sudah penuh, kamu bisa menggeser tujuanmu ke tempat lain.

Selain itu, hadirnya aplikasi ini dapat meningkatkan efisiensi baik dari sisi pengguna, pengunjung, maupun pengelola kafe atau restoran. Pengunjung tidak perlu repot-repot datang melihat ketersediaan tempat duduk di kafe, sedangkan pengelola kafe bisa lebih fokus melayani tamu yang datang.

Terkait inovasi yang dibuatnya, Ketua tim Muhammad Rafi Hayla Arifa mengatakan semuanya bermula dari keprihatinan tim dengan adanya efek kebijakan PPKM yang menyulitkan para pelaku usaha dan pembeli, khususnya di sektor bisnis foods and beverages (F&B). Mereka coba mengurai kesulitan yang dialami baik oleh penjual makanan maupun pembeli.

“Banyak dari mereka mengeluhkan sulitnya prosedur dine in (makan di tempat, red) mulai dari reservasi tempat, informasi antrean hingga informasi kontak kafe atau restoran yang dapat dihubungi,” ungkap pria yang akrab disapa Pihay ini.

Berkat kerja keras tim, aplikasi ini meraih juara ketiga pada UI/UX Design Competition yang diselenggarakan Telkom University, September lalu. Pada kompetisi ini, tim Dine.Co dengan aplikasi DINE berhasil mengungguli 10 finalis lainnya yang terseleksi dari universitas di seluruh Indonesia.

Sebagai penutup, Pihay berharap aplikasi DINE dapat dikembangkan lagi. Sehingga, ke depannya dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dalam menjalankan aktivitas di era kebiasaan baru. Selain itu, ia berharap aplikasi ini dapat menjadi langkah awal bagi Indonesia menuju era digitalisasi.

“Harapannya dengan inovasi ini, kami bisa semakin semangat untuk terus menorehkan prestasi bagi diri kami sendiri maupun kampus kami tercinta ITS,” pungkasnya.

Apresiasi tinggi buat teman-teman Mahasiswa ITS! Semoga banyak inovasi-inovasi keren dan memudahkan yang bermunculan di masa adaptasi seperti sekarang ini, ya.


Foto: Dokumentasi ITS

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler