Inovasi Mahasiswa ITS Bikin Limbah Air Wudu Lebih Bermanfaat

Tulungagung - TemanBaik, pernah terpikir enggak sih kalau air yang digunakan berwuhu ternyata bisa disulap jadi lebih bermanfaat? Di tangan tim KKN Abmas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), limbah air wudhu disulap jadi material untuk budidaya perikanan dan tanaman.

Ketua Tim KKN Abmas ITS Yoga Fredi Arisko mengatakan tujuan pemanfaatan limbah air wudhu dilakukan untuk menghindari terbuangnya bekas air wudu yang terhitung masih jernih jika dibandingkan limbah air rumah tangga. Menurutnya, limbah air wudu masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, di antaranya untuk pengisian air kolam ikan dan budidaya tanaman hidroponik.

Inovasi itu berupa alat penjernih dan penampungan air. Limbah air wudu di sebuah tempat bakal ditampung ke dalam wadah berkapasitas 250 liter. Lalu, air dari wadah akan dialirkan ke alat penjernih air sederhana untuk dibersihkan.

Alat penjernih sederhana ini terbuat dari dua timba air berkapasitas 50 liter yang diisi kapur dan paranet sebagai komposisi filternya. Setelah melalui proses penjernihan, limbah air wudu akan dialirkan untuk mengisi kolam ikan sebelum dialirkan menuju tanaman hidroponik.

“Sangat disayangkan jika (limbah air wudu) dibuang begitu saja,” ujar Yoga terkait gagasan yang dibuat timnya.

Baca Ini Juga Yuk: GELORA, Gelang Pendeteksi Tsunami Buatan Mahasiswa

Proses kreatif terciptanya inovasi ini dilakukan di tempat KKN mereka, Pondok Pesantren Al Khoiriyah, Dusun Duwet, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Sebulan lebih mereka habiskan untuk mengeksplorasi berbagai bahan dasar.

Lalu, bagaimana proses penjernihan airnya? Mekanisme alat yang digunakan dari tahap penjernihan sampai ke tanaman hidroponik merupakan sistem tertutup. Ini memungkinkan penggunaan yang lebih efisien karena limbah air wudu di dalamnya bakal terus berputar dalam tiga komponen alat Sehingga, pengguna tidak perlu repot mengganti air setiap hari.

“Penggantian air bisa dilakukan satu sampai dua minggu sekali saat menguras kolam ikan atau saat dirasa sudah kotor,” sambung mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS ini.

Selain penggunaannya efisien dan praktis mengurangi pembuangan air berlebih, alat yang ini juga diklaim bernilai ekonomis. Yoga menyebut, sejak tahap penjernihan air, timnya menghindari penggunaan listrik agar tidak perlu mengeluarkan banyak biaya.

Kreativitas ini membuat pihak Pondok Pesantren Al Khoiriyah gembira. Dengan inovasi ini, pihak pondok pesantren dapat menghemat penggunaan air saat mengisi kolam ikan miliknya. Selain itu, tidak ada lagi biaya tambahan untuk vitamin tanaman hidroponik karena air yang digunakan sudah mengandung nutrisi dari kolam ikan.

Baca Ini Juga Yuk: Menyulap Sepeda Konvensional Biar Irit Tenaga ala Arusik

Selanjutnya, hasil panen hidroponik di lahan pondok pesantren dapat dimanfaatkan untuk konsumsi pihak pondok pesantren atau dijual dengan total lebih dari 100 tanaman setiap panennya. Keren bukan? Selain itu, alat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran oleh pihak pondok pesantren. Sehingga, masyarakat di sekitar pondok pesantren bisa belajar mengenai budidaya ikan maupun sayuran.

Proses pembuatan alat ini sudah berlangsung sejak awal September silam. Antusiasme masyarakat dan pihak pondok pesantren diakui jadi bahan bakar yang membuat Yoga dan kawan-kawan bersemangat. Alhasil, mereka kini merasa lega bisa menciptakan inovasi bermanfaat dari pipa sepanjang 25 meter.

“Semoga ke depannya alat ciptaan tim kami dapat bertahan lama, sehingga bisa terus dimanfaatkan,” pungkasnya.

Salut buat para mahasiswa yang enggak berhenti membuat inovasi keren untuk menjaga lingkungan atau menghemat energi! Semoga ide-ide cemerlang semacam ini dapat berkembang menjadi produk yang bisa didapatkan di pasaran, ya!


Foto: Istimewa / Dokumentasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler