Unik! Pasuruan Punya Wisata Panci dengan Harga Miring

Pasuruan - Berwisata selama ini dikenal dengan pergi ke tempat-tempat indah yang kental dengan nuansa alam, berbelanja baju, atau berburu kuliner. TemanBaik sudah pernah mencoba wisata panci, belum nih? Kamu enggak salah baca kok. Wisata unik yang satu ini terletak di wilayah Taman Dayu, Dusun Sukorejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Berbeda dari jenis wisata yang populer yang lain, di sini kita bisa menikmati liburan dengan suasana yang berbeda, berburu panci dan peralatan rumah tangga dengan harga miring.

Wisata Panci ini dikelola oleh UD Agung Fajar milik seorang pengusaha bernama Amin Marzuki. Panci-panci dan peralatan rumah tangga yang dijual disini didistribusikan dari Pabrik Panci Kedawung yang berada di Surabaya. Soal harga, tak usah diragukan lagi, di sini kita bisa menemukan panci dengan harga Rp 2.500 hingga paling mahal Rp 400.000 saja.

Amin, sang pemilik mengatakan kalau ia menjual peralatannya murah. "Di sini kami berani jual murah karena kita ingin jumlah yang terjual lebih banyak. Tapi jangan khawatir, untuk kualitas pasti kita beri yang terbaik. Pembeli juga bisa pilih-pilih kualitasnya, kok. Di sini kita ada tiga jenis kualitas, yakni KW 1, KW2 dan BS (Barang Sortiran). Kalau mau yang seperti asli dan baru, ya pilih yang KW 1, tapi kalau mau yang paling murah ya pilih BS. Cuma kurangnya, kalau beli yang BS ada yang cat-catnya sudah mengelupas, sedikit cuil, atau gagangnya sedikit goyang, kan ada harga ada rupa," jelasnya.

Tak hanya panci, di sini juga tersedia berbagai macam jenis peralatan rumah tangga berbahan dasar aluminium, seperti teko, cangkir, wajan, sendok berbagai macam ukuran, saringan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan ada juga satu set peralatan minum mewah layaknya di hotel bintang lima yang dibanderol dengan harga Rp 260.000 saja. Panci-panci yang dijual terdiri dari berbagai macam ukuran, mulai dari panci kecil untuk sup, panci untuk memasak air, hingga panci sebesar kuali.

Baca Ini Juga Yuk: Kolaborasi Wisata dan Edukasi Tanaman di Bhakti Alam Pasuruan

Amin mengaku telah merintis bisnis ini sejak tahun 1988. Lika-liku usahanya juga bisa dibilang tidak mudah. "Dulu saya memasarkannya sendiri. Belum ada tempat khusus seperti ini, yang satu kampung jualan panci semua. Saya kulakan ke Surabaya, jual sendiri, sampai laku pokoknya. Terus kemudian di tahun berikutnya saya mencoba buka tempat. Awalnya sepi, tapi alhamdulillah sekarang pengunjungnya sudah dari berbagai macam daerah, Surabaya, Malang, Kediri, Solo, Yogyakarta, bahkan sering juga dari luar jawa. Mungkin karena harganya memang murah, dan selisihnya jauh kalau dibandingkan beli di mal atau tempat-tempat jualan panci yang lainnya," kisahnya.

Amin mengaku, keuntungan yang ia peroleh setiap harinya di hari biasa, untuk satu toko saja bisa mencapai 10 juta rupiah, dan di akhir pekan atau hari libur bisa mencapai 30 juta rupiah. "Itu baru di satu toko saja ya, kan di sana ada banyak tokonya. Satu kampung itu ada 5-6 toko. Kalau dikalikan, lumayan banget kan untungnya," ungkapnya.

Endang (47), wisatawan asal Gresik terlihat puas setelah berbelanja panci-panci idamannya. "Ini baru pertama kali saya ke sini, kebetulan sama rombongan juga. Saya beli panci ada yang harga 17.000, sama yang 80.000 ini panci besar untuk mengukus, kualitasnya bagus, bisa dilihat dalamnya bersih, tidak ada yang lecet, tutup kacanya juga masih bagus, tidak kalah sama yang beli di supermarket besar. Saya juga beli cangkir jaman dulu yang bercat hijau ini, kan sekarang susah dicari, kebetulan di sini ada banyak, yang lain juga bagus dan lucu-lucu," tuturnya.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler