Presiden Jokowi Resmikan Pasar Rakyat Badung, Ini Fasilitasnya

Denpasar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Bali, Jumat (22/3/2019) secara langsung meresmikan Pasar Rakyat Badung. Sebelum peresmian berlangsung ribuan warga Bali memadati jalan di areal pasar untuk menyambut Jokowi.

Ketika tiba di pasar Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana disambut dengan tari pendet yang dibawakan di beberapa titik. Kedatangan Presiden dan Ibu Negara turut diiringi dengan musik gamelan Bali.

Sebelum memberikan sambutan peresmian, Presiden Jokowi menyempatkan berkeliling ke dalam pasar sekitar 30 menit. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi merasa senang dengan Pasar Rakyat Badung ini. "Saya sudah berkeliling di seluruh Indonesia dan ini adalah pasar rakyat dengan arsitektur yang paling bagus yang pernah saya lihat," puji Presiden Jokowi.

Sebagai pasar warisan pusaka ia berharap pihak pengelola bisa dengan detail mengatur dan menjaganya. "Saya titip kepada pengelola agar betul-betul diatur, terutama soal kebersihannya," tegas Presiden Jokowi.

Baca Ini Juga Yuk: Tunjangan Kepsek SMA dan SMK di Bali Bakal Naik

Kepada para pedagang pasar Presiden Jokowi berpesan agar selalu tersenyum kepada pengunjung dan turut menjaga kebersihan pasar. "Bersih pakaiannya, selalu tersenyum, dan yang paling penting jangan sampai pasar becek, bau, dan kotor. Ini yang harus budaya itu kita ubah semuanya sehingga pasar rakyat bisa bersaing dengan pasar-pasar modern. Saya yakin bisa, tinggal niatnya ada atau tidak ada," pesan Presiden Jokowi.

Usai memberikan sambutan, Presiden Jokowi menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Pasar Rakyat Badung. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra turut mendampingi momen peresmian tersebut.

Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, Pasar Rakyat Rakyat Badung tersebut diisi oleh 1.690 pedagang. Menurutnya, revitalisasi pasar juga tidak semata peningkatan infrastruktur fisik dan omzet pedagang, melainkan juga mengubah perilaku para pedagang.

Pasar ini baru saja direnovasi setelah terjadi kebakaran hebat tiga tahun lalu. Kini setelah pasar direnovasi, sejumlah fasilitas penunjang di pasar dilengkapi. Salah satunya ketersediaan Wi-Fi, eskalator, maupun lift bagi pengunjung maupun barang.


Foto: Humas Pemprov Bali


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler