Memupuk Cinta Indonesia dengan Singgahi 3 Tempat di Bandung

Bandung - Geostrategy Study Club punya cara sendiri khusus untuk menumbuhkan semangat dan cinta Indonesia kepada masyarakat. Mereka mengajak puluhan orang dari berbagai daerah di Indonesia melakukan tur ke tiga tempat di Kota Bandung.

Tiga tempat itu adalah bangunan bersejarah yang sangat penting dalam perjalanan Indonesia. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Gedung Indonesia Menggugat (GIM) di Jalan Perintis Kemerdekaan. Di sini adalah tempat Soekarno disidang akibat dituding akan menggulingkan kekuasaan kolonial Hindia Belanda.

Di gedung itu, Soekarno membacakan pledoi dengan judul Indonesia Menggugat. Pledoi itu menjadi salah satu sejarah penting bagi Indonesia. Sebab, pledoi itu menjadi pemantik semangat untuk lahirnya kemerdekaan Indonesia.

Di GIM, para peserta diajak berkeliling ke berbagai ruangan. Bahkan, di ruang persidangan, para peserta tur berkumpul dan bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya. Suasana haru sangat kental terasa. Sebab, sambil bernyanyi, mereka mengingat besarnya perjuangan Soekarno dan pejuang lainnya.

Dari sini, peserta melanjutkan perjalanan ke eks Penjara Banceuy yang kini lebih dikenal dengan sebutan Penjara Bung Karno di kawasan Banceuy. Di tempat ini Soekarno pernah ditahan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Setelah itu, peserta akan melanjutkan penjelajahannya ke Gedung Merdeka tempat digelarnya Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955.

Tiga tempat itu memiliki keterkaitan satu sama lain. GIM jadi tempat Soekarno menggugat Hindia Belanda dan memantik semangat perjuangan rakyat Indonesia. Di Penjara Bung Karno tempat sang pendiri bangsa pernah dipenjara.

Baca Ini Juga Yuk: Kisah di Balik Batu Prasasti Halaman Gedung Sate Bandung


Sedangkan Gedung Merdeka jadi tempat penuh sejarah bagi negara-negara di Asia dan Afrika. Sebab, KAA melahirkan Dasasila Bandung yang akhirnya membuat banyak negara di Asia dan Afrika memperjuangkan kemerdekaannya hingga benar-benar merdeka.

Direktur Geostrategy Study Club Furqan A.M.C. berharap penjelajahan itu membuat semangat para peserta semakin besar dalam mencintai Indonesia. Sebab, mereka diajak untuk tahu bagaimana sejarah perjuangan Bung Karno dan kawan-kawan di masa lalu.

"Kita memandang Bandung banyak sekali spirit yang bisa digali, itu otentik bukan klise. Tanpa memahami itu, sulit bagi kita untuk bisa mendekati bangsanya dengan cinta yang dalam," kata Furqan.

Ia meyakini, dengan mendatangi langsung tempat bersejarah, para peserta akan memiliki semangat lebih besar. Apalagi, mereka sudah memiliki kecintaan terhadap Indonesia.

Itu terbukti dari kehadiran mereka yang berasal dari berbagai daerah. Mereka mendaftarkan diri pada panita, bukan hanya diundang. Jika tidak mencintai dan tidak ingin tahu sejarah, mereka tidak akan ikut dalam tur tersebut.

"Mereka mendaftarkan diri secara mandiri, artinya banyak ternyata rasa cinta yang ada di kalangan masyarakat kita terhadap bangsa ini yang perlu kita persatukan untuk bisa jadi cinta yang lengkap dalam memandang bangsanya," tutur Furqan.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler