Ekowisata Tanjung Batu, Kawasan Bakau yang Hadirkan Ragam Sensasi

Mataram - Nusa Tenggara Barat rupanya memiliki kawasan ekowisata yang bisa dijadikan destinasi wisata, namanya Ekowisata Tanjung Batu. Berlokasi di Desa Sekotong Tengah, kawasan wisata mangrove alias bakau ini memiliki luas 15 hektare. Walau masih tergolong baru, tapi saat ini sudah banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang mendatangi tempat ini.

Sebenarnya kawasan wisata ini belum tuntas sepenuhnya. Hanya saja, Kepala Desa Sekotong Tengah Lalu Sarappudin terus berupaya untuk mempercantik kawasan pesisir dan melestarikan kawasan hutan bakau di sana.

"Rencananya tahap kedua akan membangun warung terapung yang mengelilingi kawasan ekowisata ini. Warung makan di atas laut dengan konsep klasik yang dipadukan dengan selera milenial, ada bean bag warna-warni yang bisa dijadikan spot selfie," ujarnya di laman ntbprov.go.id.

Saat datang ke Ekowisata Tanjung Batu, pengunjung akan disambut dengan latar laut berwarna biru dengan pepohonan yang rimbun. Yang mana pemandangan seperti ini akan menjadi sensasi tersendiri bagi mereka yang datang.

Baca Ini Juga Yuk: Nikmati Keindahan Alam dan Infrastruktur di Mandalika NTB

Mau berlibur ke sini? Lokasinya terbilang cukup strategis kok, karena terletak persis dekat akses jalan besar Desa Sekotong. Buat yang suka berburu makanan, kamu juga bisa menikmati hidangan kuliner berupa seafood yang ditangkap langsung oleh para nelayan di Desa Sekotong.

"Ada juga menara atau gardu pandang yang memanjakan mata pengunjung, karena pengunjung bisa melihat pemandangan hutan mangrove dan pantai dari atas ketinggian," ungkapnya.

Ekowisata Tanjung Batu ini bisa dikunjungi saat malam hari, karena terdapat lampu hias di sepanjang jalur lintasan. Selain itu disiapkan juga beberapa spot selfie dan tempat duduk, agar pengunjung bisa menghabiskan waktu di hutan mangrove tersebut.

"Tahun 2020 kita akan tambah jembatan lintasan 120 meter dilengkapi dengan fasilitas lain seperti berugak, aula dan untuk lesehannya. Sebenarnya tinggal mempercantik dengan aksesoris dan fasilitas penujnang saja. Rencananya kami akan resmikan setelah selesai bangunan awal pada 2020," pungkasnya.


Foto: ntbprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler