Duo Bidadari, Air Terjun di Padang Pariaman yang Ditemukan TNI

Padang - Kawasan Nagari Sikucua Utara di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ternyata punya air terjun yang indah loh TemanBaik. Nama air terjunnya adalah Duo Bidadari. Simak ulasannya yuk!

Air terjun ini secara enggak sengaja ditemukan Kopda Ulil Amri, seorang Babinsa Nagari Sukucua Utara. Hal itu bermula saat Kopda Ulil Amri melakukan napak tilas bersama warga di hutan Nagari Sikucua Utara pada Agustus 2019 lalu.

"Ketika itu, dalam rangka peringatan HUT ke-74 RI, bersama warga, perangkat Nagari, tokoh masyarakat, wali korong, pemuda-pemudi dan masyarakat, Kopda Ulil menyusuri jalan setapak ke dalam hutan," kata Dandim 0308/Pariaman Letkol Arm Heri Pujiyanto di laman resmi TNI Angkatan Darat.

Setelah satu jam perjalanan dengan berjalan kaki, Kopda Ulil Amri dan rombongan menemukan air terjun. Air terjun ini sebelumnya tak banyak diketahui warga.

"Dari semula napak tilas, spontan berubah menjadi upacara pengibaran bendera memperingati HUT ke-74 RI di lokasi itu. Kebetulan dalam perjalanan memang sudah membawa bendera Merah Putih," jelas Heri.

Singkat cerita, air terjun itu kemudian diberi nama Duo Bidadari. Ide penamaan ini muncil dari Kopda Ulil Amri yang melihat ada dua batu dan dua air terjun di lokasi yang airnya begitu bersih.

"Nama tersebut diterima masyarakat karena cocok dengan keindahan saat berfoto. Terkadang muncul bayangan wanita cantik bagaikan bidadari. Bahkan, saat foto di air terjun muncul warna pelangi," jelas Heri.

Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata
Langkah Kopda Ulil Amri tak berhenti sampai penamaan air terjun itu loh TemanBaik. Ia berinisiatif dan bermusyawarah dengan Wali Nagari Mayunis Alma untuk mengembangkan destinasi wisata yang belum terjamah tersebut.

"Inisiatif Kodpa Ulil ini disambut dengan baik. Karena dengan adanya air terjun ini tidak hanya menyediakan alternatif wisata, namun juga mendorong meningkatkan perekonomian warga serta turut serta menjaga kelestarian alam," tutur Heri.

Jajaran Kodim 0308/Pariaman pun akhirnya turun tangan. Mereka menggelar kerja bakti untuk memperbaiki jalan dan sarana lain d sekitar air terjun. Hasilnya pun positif.

"Sebelumnya, jika melewati hutan, jalan terjal dan licin, butuh waktu 30 menit (ke lokasi). Namun, setelah dilakukan pembukaan akses jalan oleh Koramil 06/Kampung Dalam, untuk sampai ke objek wisata kini bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 menit saja," jelas Heri.

Sementara itu, Kopda Ulil Amri mengungkap rasa bangganya atas kerjasama dan kebersamaannya dengan warga. Sehingga, air terjun ini bisa dikembangkan dan kini jadi tempat wisata.

"Sayang potensi besar seperti ini belum kita optimalkan, apalagi dukungan dari warga sangat besar. Bahkan untuk memperlancar akses menuju Duo Bidadari ini, warga dengan sukarela mengikhlaskan tanah miliknya untuk kita buka jalan," papar Kopda Ulil Amri.

Ia pun berharap keberadaan air terjun itu bisa memberi dampak hebat bagi warga setempat. Selain membawa kesejahteraan, kelestarian alam di sana bisa terjaga.

Foto: laman www.tniad.mil.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler