100 Tahun Gedung Sate, Simbol Jawa Barat hingga Destinasi Wisata

Bandung - TemanBaik, siapa yang tak kenal Gedung Sate? Gedung yang identik dengan ornamen tusuk sate di bagian atasnya ini memang jadi salah satu ikon bagi Jawa Barat dan Kota Bandung. Gedung Sate telah terkenal hingga ke seluruh penjuru Indonesia. Selain sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat, sebagai landmark, Gedung Sate juga dikenal dengan arsitekturnya yang unik dengan gaya klasik dan art deco.

Gedung Sate selama ini memang menyimpan banyak nilai-nilai sejarah Jawa Barat. Sejak peletakan batu pertama 27 Juli 1920, hingga sekarang di tahun 2020, Gedung Sate telah melewati satu abad yang dipenuhi sejarah berkembangnya Jawa Barat. Gedung Sate sebagai saksi sejarah yang kokoh berdiri selama seratus tahun ini telah menyaksikan berbagai pergantian kepemimpinan dan perkembangan kota Bandung dari awal berdirinya.

Menyambut seratus tahun berdirinya Gedung Sate, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Biro Humas Keprotokolan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengadakan talk show virtual dengan tema 'Jejak Arsitektur Gedung Sate: Dulu, Kini, dan Nanti' pada Rabu (29/07/2020).


Talk show virtual ini menghadirkan 4 orang narasumber yang menjelaskan sejarah Gedung Sate, baik dari awal berdirinya hingga sekarang telah genap seratus tahun. Narasumber tersebut adalah Ridwan Kamil, Gubernur Provinsi Jawa Barat, Djefry W. Dana, Arsitek dan Penulis Buku 'Mystery of Art Deco Bandung', Hardian Eko Nurseto, Antropolog Universitas Padjadjaran, dan Georgius Budi Yulianto, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Barat.

Baca Ini Juga Yuk: Pasar Organik di Surga Tersembunyi Bandung

Isi talk show tersebut menceritakan tentang sejarah berdirinya Gedung Sate hingga bisa bertahan sampai 100 tahun ini. Meski telah melewati banyak hal, arsitektur Gedung Sate tetap berdiri kokoh tak termakan zaman. Berbagai proses telah dilewati hingga bagian arsitektur Gedung Sate yang megah ini tetap menjadi primadona dan simbol abadi dari Jawa Barat.


Terkait kemegahan dan keindahan Gedung Sate, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menjelaskan bahwa Gedung Sate sejak tahun 2019 lalu telah dicanangkan sebagai destinasi wisata. Kang Emil berharap, atmosfer yang ia rasakan dari dulu pertama kali memasuki Gedung Sate hingga sekarang telah menjadi seorang gubernur dan sehari-harinya memasuki gedung sate. Ia juga berharap masyarakat, khususnya di Kota Bandung dan Jawa Barat dapat mengartikan sejarah Gedung Sate sebagai bagian dari sejarah penting Jawa Barat.

"Nah, ada satu hal yang saya perbaiki di zaman saya adalah pada saat saya mengagumi Gedung Sate, saya bilang perasaan emosional positif ini dirasakan juga oleh orang lain, jangan karena saya ngantor di sini. Itulah kenapa tahun lalu kita mencanangkan bahwa Gedung Sate akan menjadi destinasi wisata secara resmi," jelas Kang Emil.

Kang Emil nantinya akan membuka Gedung Sate secara bertahap, agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengagumi dan merasakan perasaan positif yang ia juga rasakan. Gedung Sate nantinya dapat dilihat secara bebas di bagian dalamnya, kecuali memang bagian perkantoran yang tidak boleh dimasuki oleh masyarakat umum.

Nah, TemanBaik sudah pernah belum main ke Gedung Sate? Sudah 100 tahun berdiri, masa masih belum pernah ke Gedung Sate? Yuk coba main dan foto-foto di sana!

Foto: Tangkapan Layar 'Jejak Arsitektur Gedung Sate: Dulu, Kini, dan Nanti'/Ridzky Rangga Pradana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler