Museum di Semarang Ini Bisa Dijelajahi Tanpa Dikunjungi

Semarang - TemanBaik, adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi COVID-19 ini membuat kreativas berbagai pihak bermunculan. Salah satunya dilakukan pengelola Museum Ranggawarsita Semarang, Jawa Tengah.

Museum ini bisa dijelajahi warga tanpa dikunjungi secara langsung. Kok bisa? Simak ulasannya, yuk!

Museum Ranggawarsita sendiri selama pandemi ini belum menerima kunjungan alias ditutup untuk publik. Namun, warga diberikan akses untuk bisa tetap berkunjung secara virtual.

Cukup dengan mengunjungi laman emuseumranggawarsita.id, warga bisa menjelajahi museum tersebut dan melihat koleksinya. Beberapa koleksi itu di antaranya harta emas Wanabaya, batu meteorit, hingga ukiran dinding Masjid Mantingan Jepara.

Di laman itu juga dilakukan pameran. Jumlah kunjungan pun cukup banyak sejak dilakukan pada Juli lalu.

"Kami melakukan pameran virtual melalui laman tersebut. Kami sudah memulainya sejak bulan Juli dengan tema masa batu dan praaksara. Di bulan Agustus dan September juga ada pameran dengan tema masa klasik dan masa Islam, serta masa perjuangan, selanjutnya masa budaya," kata Kepala Museum Ranggawarsita Asih Widhiastuti di laman Pemprov Jawa Tengah.

Di laman itu juga memuat berbagai gambar hasil karya warga. Bahkan, karya yang beruntung bisa mendapatkan hadiah dari pengelola museum.



Baca Ini Juga Yuk: Ke Kebun Binatang Bandung, Bawa Bekal Sendiri Ya!

Selain melalui laman, pengelola juga memaksimalkan keberadaan media sosial. Sehingga, warga bisa melihat koleksi museum melalui media sosial.

"Kami memaksimalkan media sosial seperti Instagram untuk mengenalkan koleksi kami yang mencapai 59 ribu buah," jelas Asih.

Laman emuseumranggawarsita.id sendiri bisa dikunjungi dengan menggunakan gawai dari berbagai platform. Agar tak sekadar melihat koleksi, di laman itu juga tersedia video yang memuat berbagai informasi tentang koleksi di museum.

Sementara karena tidak menerima kunjungan selama pandemi, pengelola Museum Ranggawarsita memiliki waktu agar lebih leluasa melakukan berbagai perbaikan. Fasilitas yang ada dipoles sedemikian rupa.

Tak hanya itu, beberapa titik baru juga dibuat agar museum menjadi lebih cantik dan menarik. Contohnya adalah membangun pojok batik. Titik ini nantinya akan memamerkan koleksi batik dari seluruh Jawa Tengah.

Selain itu, fasilitas yang berkaitan sebagai pendukung protokol kesehatan dan penunjang juga sedang dibangun, misalnya fasilitas menyusui. Akses untuk disabilitas pun dibuat.

Foto: dok. Diskominfo Jawa Tengah/www.jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler