Pasar Tradisi Lembah Merapi Kembali Dibuka

Magelang - TemanBaik, tahu enggak jika di Magelang, Jawa Tengah, terdapat pasar bernama Pasar Tradisi Lembah Merapi Bukit Gununggono? Lokasinya ada di Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Pasar ini memiliki keunikan tersendiri. Di dalamnya dijajakan aneka kuliner asli daerah, mulai dari kacang godog, tiwul, growol, gathotm cethil, serta jajanan tradisional lainnya.

Dibuka sejak 2019, perputaran uang di sini sudah mencapai Rp1,5 miliar. Namun, hal itu berubah sejak pandemi COVID-19. Pasar ini terpaksa ditutup sekitar enam bulan lamanya.

Akibatnya, puluhan pedagang di lokasi kehilangan pendapatan. Padahal, selama ini mereka mengandalkan pemasukan dari berjualan di lokasi. Bahkan, akibat ditinggal berbulan-bulan, banyak lapak dagangan yang rusak.

Namun, asa baru muncul bagi para pedagang. Terhitung Minggu (23/8/2020) lalu, pasar ini kembali beroperasi. Sehingga, pengunjung bisa kembali berwisata kuliner sambil menikmati keindahan alam di lokasi.

Baca Ini Juga Yuk: Destinasi Wisata Baru Penuh Warna di Danau Toba

Karena masih dalam suasana pandemi, otomatis ada berbagai penyesuaian yang dilakukan. Penerapan protokol kesehatan jadi hal wajib diterapkan di sana, baik oleh pengunjung maupun pedagang.

Sebelum kembali dibuka, pemerintah setempat pun sudah mengecek kesiapan penerapan protokol kesehatan. Setelah dirasa semuanya bisa berjalan baik, baru pasar ini kembali dibuka.

"Namun, kami tetap mewanti-wanti kepada para pedagang, pengunjung, dan warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan melalui instruksi Bupati Magelang Nomor 3 Tahun 2020," kata Bupati Magelang Zaenal Arifin di laman resmi Pemprov Jawa Tengah.

Dengan dibukanya pasar itu, kegiatan ekonomi warga sekitar diharapkan kembali bergeliat. Di saat yang sama, wisatawan juga diharapkan merasa lebih nyaman untuk datang karena penerapan protokol kesehatan jadi kewajiban dilakukan di lokasi.

"Saya berharap dengan dibukanya kembali lokasi ini ke depannya perekonomian masyarakat di sini kembali normal dan beberapa kendala infrastruktur yang masih kurang bisa bertahap ditata kembali," tutur Kepala Desa Banyubiru Wintoro.

Foto: dok. Diskominfo Jawa Tengah

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler