TB Hendra, Taman Bacaan Tua yang Masih Bernyawa di Bandung

Bandung - Taman Bacaan Hendra yang berlokasi di Jalan Sabang, Kota Bandung, jadi saksi bisu kala geliat membaca warga Bandung begitu tinggi. Tempat ini bahkan jadi salah satu taman baca tertua di Bandung yang masih eksis hingga kini. Legendaris banget deh taman bacaan ini!

Jika kamu ke tempat ini, kamu akan dihadapkan banyaknya buku yang terpajang di rak. Sekelilingnya terdapat berbagai jenis buku yang tersimpan rapi sesuai jenis. Mulai dari komik, novel, hingga buku pelajaran ada di sana.

Penerangan yang ada di lokasi pun dibuat cukup nyaman bagi mata, tak terlalu gelap, tapi tak terlalu terang juga. Suasana di lokasi pun cukup sunyi meski sesekali terdengar suara kendaraan yang melintas di sekitar lokasi. Maklum, Taman Bacaan Hendra berlokasi di pinggir jalan.
Ada Sejak 1967
Iding Hidayat, pengelola Taman Bacaan Hendra, membagi cerita tentang berbagai hal seputar Taman Bacaan Hendra. Taman bacaan itu menurutnya sudah ada sejak 1967 dan didirikan Yuliana Huwae. "Awalnya enggak di sini, tapi di (ruangan) sebelah, di garasi," ujar Iding.

Namun, seiring berjalannya waktu, area taman bacaan dipindahkan dan mengalami beberapa perubahan serta penataan. Meski begitu, tempatnya masih di situ-situ saja alias di bangunan rumah yang sama.

Singkat cerita, pria berusia 71 tahun itu mengatakan mulai bekerja di Taman Bacaan Hendra sejak 1991. Ia ditugaskan mengelola perpustakaan tersebut. Saat ia mulai bekerja, minat baca warga sangat tinggi. Setiap harinya, bisa ratusan orang datang untuk menyewa buku.

Alhasil, ia menyusun buku sedemikian rupa agar lebih mudah mencari. Bahkan, ia sampai ingat betul di sebelah mana buku yang hendak dipinjam member Taman Bacaan Hendra. Jika member bertanya soal buku dengan judul tertentu, ia akan mengarahkan dengan menyebut buku itu ada di rak mana dan posisinya sebelah mana.

Punya Lebih dari 70 Ribu Koleksi Buku
Sesuai dengan namanya, Taman Bacaan Hendra, tempat ini tentu punya banyak koleksi buku. Menurutnya, ada lebih dari 70 ribu buku yang ada di sana.

Dari mulai buku lawas sampai buku terbaru, bisa kamu cari di sini. Bahkan, ada buku-buku cetakan tahun 1960-an yang sulit dicari di tempat lain. Jadi, jika kamu ingin mencari buku-buku lama untuk dibaca, Taman Bacaan Hendra bisa jadi solusinya.

Menurut Iding, setiap buku punya penggemar masing-masing. Sehingga, secara umum tak ada buku tertentu yang menjadi tren. Singkatnya, semua buku laku disewa.

Member Turun-temurun
Taman Bacaan Hendra saat ini punya lebih dari 5 ribu member. Banyak di antara mereka merupakan member lama. Namun, ada juga member baru, termasuk dari kalangan milenial.

Jika ditotalkan, jumlah member sebenarnya lebih dari 5 ribu. Namun, sebagian di antara member itu sudah tidak aktif. Sehingga, member yang saat ini tercatat aktif hanya sejumlah itu. Menariknya, ada sejumlah member yang turun-temurun. Jika dulu si A yang jadi member, anak dan cucunya juga turut jadi member.

"Ada yang tiga generasi, dari orang tuanya, lalu anaknya, kemudian cucunya. Kalau disebut banyak sih enggak, tapi ada beberaap yang begitu (member turun-temurun)," jelasnya.

Tak hanya itu, member lama pun sudah ada yang pindah ke luar Bandung, misalnya Jakarta, Bogor, dan Cirebon. Meski begitu, mereka masih aktif meminjam buku. Saat ke Bandung, mereka menyempatkan diri untuk menyewa buku dan membawanya ke tempat tinggalnya saat ini.

Mereka terkadang mengembalikan bukunya dengan cara dikirim menggunakan jasa ekspedisi atau pengiriman. Hal itu tak jadi masalah karena satu sama lain berusaha menjaga kepercayaan. Sebab, member dan Taman Bacaan Hendra sudah saling memahami hak dan kewajiban masing-masing. Yang paling penting, buku dijaga dengan baik oleh member atau penyewa.

Bertahan di Tengah Menurunnya Minat Baca
Dulu, Taman Bacaan Hendra memang jadi primadona bagi warga Bandung yang gemar membaca. Bahkan, bisa dibilang tempat ini adalah surganya buku. Saat harga buku mahal, apalagi bukunya sulit didapatkan, taman bacaan ini jadi solusi.

Sehingga, tak heran jika sejak berdiri pada 1967 perkembangannya begitu pesat. Bahkan, di masa jayanya, tempat ini selalu dijejali orang. Tak hanya itu, sebelum buka, tempat ini dulu sudah banyak orang yang antre untuk masuk dan menyewa buku.

Iding yang bekerja di sana sejak 1991 pun tahu betul bagaimana ramainya Taman Bacaan Hendra. Ia bahkan kerap berkeringat karena kepayahan melayani member di ruangan yang terdapat banyak orang.

Seingat Iding, dalam kurun 1990-an hingga 2000-an, taman bacaan tempatnya bekerja jadi pusat keramaian. Namun, pesatnya kemajuan teknologi dan menurunnya minat baca membuat Taman Bacaan Hendra perlahan tak seramai dulu.

Dalam ingatan Iding, sejak 2013 mulai terasa signifikan berkurangnya jumlah pengunjung ke lokasi. Bahkan, hingga kini, jumlah pengunjung terus menurun. Namun, ibarat sudah punya penggemar sendiri, setiap harinya selalu ada member yang datang untuk menyewa buku meski jarang sampai 20 orang.

"Apalagi setahun ke belakang ini pandemi, banyak yang enggak ke sini karena mungkin merasa takut untuk keluar rumah," tuturnya.

Meski jumlah pengunjung semakin sedikit, Taman Bacaan Hendra tetap konsisten hingga kini. 

Mekanisme Sewa
Bagi TemanBaik, khususnya warga Bandung Raya, yang ingin menyewa buku di sini, syaratnya mudah kok. Kamu cukup menyerahkan fotokopi KTP, pas foto, uang pendaftaran, dan uang jaminan.

"Uang pendaftaran itu Rp5 ribu. Kalau uang jaminan Rp50 ribu untuk dalam kota (Bandung) dan Rp100 ribu untuk luar kota," kata Iding.

Untuk harga sewa buku, menurutnya bervariasi tergantung bukunya. Harganya berkisar Rp2.500 hingga Rp20.000. Masa sewanya pun beragam, ada yang per tiga hari hingga seminggu.


Yuk main ke Taman Bacaan Hendra!
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler