Mengintip Protokol Kesehatan Super Ketat di Kampung Daun

Bandung - TemanBaik, sebagian orang mungkin merasa was-was untuk makan di kafe, restoran, atau tempat makan lainnya tengah pandemi COVID-19. Sebab, ada kekhawatiran justru di tempat umum seperti itu jadi sarana tertular atau menularkan COVID-19.

Namun, apa yang dilakukan salah satu restoran di kawasan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, bakal memberi ketenangan bagi pengunjungnya. Di restoran bernama Kampung Daun ini, protokol kesehatan diberlakukan dengan super ketat.

Pengunjung Wajib Mengisi Data Diri
Sebelum masuk ke area restoran yang banyak menghadirkan menu khas Sunda ini, pengunjung diharuskan mencuci tangan di tempat yang disediakan. Air menggunakan pedal sehingga bisa mengalir dengan cara diinjak. Sabun cuci tangan juga menggunakan sensor.

Selanjutnya, pengunjung diwajibkan mengisi data diri. Caranya, mereka harus memindai barcode atau kode batang yang ada di gerbang. Setelah memindai, profil data diri pengunjung harus diisi melalui ponsel masing-masing. Sebelum data terisi, jangan harap bisa masuk ke lokasi.

"Dengan cara ini kita bisa punya data pengunjung," kata General Manager Kampung Daun Arie Hermanto.

Setelah mengisi identitas, pengunjung akan dicek suhu tubuh. Selanjutnya, mereka diperbolehkan masuk ke dalam usai melewati lorong disinfektan. 



Pengisian identitas seperti ini belum tentu dilakukan restoran lain. Namun, langkah ini sengaja dilakukan untuk meminimalisir hal yang tak diinginkan. Misalnya ketika ada kasus seseorang terpapar COVID-19, maka bisa ditelusuri identitasnya hingga siapa saja yang kontak dengannya selama berada di lokasi.

Aturan Serba Ketat bagi Karyawan
Para karyawan di sini diwajibkan menjalankan protokol kesehatan. Peringatan agar selalu menjalankan protokol kesehatan pun terpasang di berbagai titik, bahkan hingga ke dapur.

Penggunaan masker jadi hal wajib. Bahkan, jika lengah menggunakan masker, siap-siap deh para petugas di sini akan diberikan peringatan. Penggunaan face shield atau pelindung wajah juga jadi hal wajib yang tak boleh dilanggar.

Pakaian kerja para karyawan juga enggak dipakai berhari-hari. Di sini, pakaian pekerja hanya dipakai sehari sekali. Setelah selesai dipakai, baju akan dicuci.
Sterilisasi Berkala
Di tempat ini, area tempat makan yang berupa saung-saung selalu dibersihkan secara berkala. Begitu selesia dipakai pengunjung, seluruh area yang ditempati bakal disterilkan dengan disinfektan.

Setelah itu, baru seluruh alat makan dan barang yang ada di lokasi dibersihkan oleh pegawai. Hal ini memang cukup aneh. Sebab, restoran lain biasanya membereskan dulu barang-barang di lokasi, baru mensterilkan area dengan disinfektan.

Ada alasan khusus kenapa sterilisasi dilakukan sebelum membereskan barang-barang. Sebab, bisa saja pengunjung meninggalkan virus tanpa disadari di lokasi. Karena itu, demi melindungi para pegawai, sterilisasi dilakukan lebih dulu sebelum membereskan area bekas pakai pengunjung.

Untuk memastikan para pegawai sehat dan terhindar dari dari COVID-19, mereka setiap pekannya untuk dilakukan swab test.



Makanan & Alat Makan Super Steril
Yang cukup unik di tempat ini, semua makanan dan minuman dijaga kebersihan dan kesterilannya. Setiap piring dan gelas diharuskan di-wrappping alias ditutup dengan plastik.

Sehingga, ketika dibawa oleh pegawai dari dapur menuju tempat makan pengunjung, semuanya akan lebih terjamin. Sebab, jika tidak ditutup, bisa saja makanan atau minuman itu terpapar virus atau bibit penyakit lainnya ketika dalam perjalanan.

Mereka yang memasak di dapur pun diwajibkan benar-benar steril dengan menerapkan protokol kesehatan ketat hingga menutup kepala, minimal dengan topi.

Selain itu, peralatan makan seperti sendok-garpu dan miring, juga disterilkan ulang sebelum dipakai pengunjung. Peralatan itu akan lebih dulu disiram dengan air panas untuk membunuh kuman, bakteri, hingga virus.



Serba Canggih
Keunikan lain dari tempat ini adalah meminimalisir sentuhan tangan. Untuk tempat cuci tangan misalnya, tak ada yang perlu disentuh atau dioperasikan dengan tangan. Sebab, semuanya diset touchless.

Toilet pun tak luput dari sentuhan teknologi. Untuk membuka pintu, kamu cukup menginjak pedal. Setelah masuk, pintu akan terkunci secara otomatis. Berbagai peralatan di toilet semuanya bisa dipakai tanpa menggunakan sentuhan.

Bahkan, untuk membuka pintu toilet dari dalam, tak ada gagang pintu. Sebab, pintu bisa dibuka dengan memindai tangan. Canggih deh!

Skema pembayaran juga tidak menggunakan uang tunai. Di sini hanya diperkenankan membayar dengan non tunai. Jadi, enggak perlu bawa uang tunai jika ke lokasi.

Pemesanan makanan juga bisa dilakukan dengan hanya menggunakan ponsel. Tinggal pilih atau tentukan menu yang mau dipesan, pesanan pun bakal segera diantarkan setelah siap disajikan.

Diganjar Penghargaan
Karena penerapan protokol kesehatan super ketat itu, Kampung Daun mendapat penghargaan loh dari Kementerian Kesehatan sebagai restoran dengan penerapan protokol kesehatan terbaik.

"Sertifikatnya kita dapatkan bulan November. Kita sendiri kaget dapat penghargaan itu karena tidak tahu ada tim yang menilai," ujar Ari.

Adanya sertifikat itu pun menjadi nilai tambah tersendiri bagi Kampung Daun. Sehingga, pengunjung bisa lebih yakin bahwa di lokasi memang menjalankan protokol kesehatan ketat.

Nah, TemanBaik, penasaran ingin berkunjung ke Kampung Daun? Datang saja deh ke lokasi. Namun, lebih disarankan kamu melakukan reservasi atau pemesanan tempat lebih dulu. Sebab, kapasitas di sini terbatas selama pandemi COVID-19. Dari 47 saung yang ada, hanya 25 saung yang bisa dipakai.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler