Melacak Jejak Keluarga Italia Pertama di Indonesia

Bandung - Indonesia sudah sejak lama menjadi tempat persinggahan orang dari berbagai belahan dunia, terutama dari daratan Eropa. Portugis, Inggris, hingga Belanda jadi contoh di antara negara asal para penjelajah yang menginjakkan kaki di Indonesia.

Namun, ternyata ada orang Italia yang datang ke Indonesia di masa penjajahan kolonial Hindia-Belanda. Orang Italia ini adalah keluarga Ursone yang kelak dikenal dengan sebutan Ursone Fam alias Ursone Family.

Siapa sih keluarga Ursone ini, lalu apa peran mereka di Indonesia? Simak ulasannya, yuk!


Keluarga Italia Pertama di Indonesia
Ditelusuri dari berbagai sumber, keluarga Ursone ini adalah keluarga berkebangsaan Italia pertama yang datang ke Hindia-Belanda, khususnya ke tanah Pasundan.

Ada beberapa versi yang menyebut jumlah keluarga Ursone saat pertama kali tiba di Hindia-Belanda pada 1880-an. Ada yang menyebutnya empat orang, tiga orang, bahkan dua orang.

Singkat cerita, mereka kemudian menetap di kawasan Lembang. Daerah ini sekarang secara administratif masuk ke dalam area Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Lembang ini dikenal hingga kini sebagai kawasan dengan udaranya yang sejuk dan cocok untuk melepas penat.

Jadi Peternak Sapi
Di Lembang inilah keluarga Ursone merintis bisnis. Tak diketahui pasti apa usaha keluarga Ursone untuk bertahan jauh dari negara asalnya. Hal yang jelas, sejak 1895, keluarga Ursone merintis bisnis menjadi peternak sapi.

Dari usahanya ini, keluarga Ursone mampu mendirikan pabrik pengolahan susu sapi. Nama perusahaan yang dipakai pun mengandung nama Ursone, tepatnya Lembangsche Melkerij Ursone.

Perusahaan ini beken banget di masa kolonial Hindia-Belanda. Bahkan, perusahaan ini disebut-sebut sebagai penghasil susu sapi terbaik di Hindia-Belanda. Hal itu enggak terlepas dari kualitas susu sapi yang dihasilkan.



Baca Ini Juga Yuk: Jejak Keluarga Jerman yang Melegenda di Bandung

Mendatangkan Sapi dari Belanda
Perusahaan Lembangsche Melkerij Ursone ini pun mengalami perkembangan pesat. Selain karena kualitas susunya, tentu persaingan bisnis susu saat itu tak seketat seperti sekarang.

Untuk menghasilkan susu berkualitas tinggi, keluarga Ursone bahkan mendatangkan sapi kualitas unggul dari Belanda, tepatnya dari daerah Friesland. Namun, awalnya jumlah sapi Friesland ini enggak banyak.

"Awalnya keluarga Ursone ini hanya punya 30 sapi," kata pegiat sejarah Sahabat Heritage Indonesia (SHI) Ryzki Wiryawan.

Pengetahuan dan kerja keras keluarga Ursone ini membuat langkah perusahaan semakin melejit. Dalam waktu tak terlalu lama, dari 30 sapi itu justru meningkat hingga 250 sapi. Tentu jumlah yang sulit dicapai jika ilmu dan kerja kerasnya sekadar apa adanya, ya!



Hal ini juga ditopang akan kebutuhan susu sapi pada saat itu. Semakin banyak yang membutuhkan susu dari perusahaan keluarga Ursone ini. Apalagi, saat itu jumlah penduduk makin lama makin bertambah banyak.

"Seiring peningkatan orang Eropa yang ke Bandung, makin banyak yang mengonsumsi susu. Akhirnya, tahun 1930-an sudah bisa menjadi produsen susu terbesar di Jawa," jelas Ryzki.

Produk susu sapi keluarga Ursone ini kemudian ditampung Bandoengsche Melk Centrale (BMC). Di masa itu, BMC merupakan gabungan pengusaha susu modern. Sehingga, susu dari keluarga Ursone ini bisa dipasarkan lebih luas.

Punya Lahan Super Luas
Saking majunya perusahaan keluarga Ursone ini, mereka memiliki tanah yang luas, bahkan sangat luas. Jumlahnya mencapai 360 hektare di kawasan Lembang. Jumlah yang tentunya sangat luar biasa, kan?

Namun, tak semua lahan seluas itu dijadikan peternakan. Salah satunya, banyak area yang dijadikan sebagai area perkebunan untuk menghasilkan pakan sapi berupa rumput.



Seiring perkembangan zaman, bisnis yang dijalankan keluarga Ursone ini pun seolah abadi. Sebab, banyak orang yang akhirnya memiliki usaha peternakan sapi perah hingga sekarang di kawasan Lembang. Area perkebunan juga sangat identik dengan kawasan Lembang, khususnya perkebunan teh.

"Keluarga Ursone ini sangat penting (perannya) di Bandung, apalagi dia dulu yang 'punya' kawasan Lembang," jelas Ryzki.

"Jadi, keluarga Ursone ini berperan mengembangkan kawasan Lembang sebagai sentra perkebunan dan peternakan," ucap pria yang berprofesi sebagai dosen sejarah tersebut.



Minimmya Jejak Keluarga Ursone
Informasi seputar keluarga Ursone ini sangat terbatas. Sehingga, tak diketahui secara detail bagaimana kiprah dari keluarga Ursone, termasuk jejak anggota keluarganya.

Namun, ada salah satu jejak yang bisa sedikit menggambarkan keluarga Ursone ini, yaitu Mausoleum Ursone Fam yang ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandu.

Bangunan bergaya khas Eropa ini merupakan makam dari keluarga Ursone yang ditempatkan pada satu bangunan. Kesan antik terpancar kuat dari bangunan ini.

Di depannya terdapat dua patung malaikat perempuan sebagai 'penjaga'. Pada bagian atasnya terdapat tulisan 'ORATE PRO NOBIS' dan tepat di atas pintu masuk tertulis 'URSONE FAM'.



Selanjutnya, pada bagian kiri-kanan bangunan terdapat nama-nama keluarga Ursone yang dirangkai dengan waktu lahir dan meninggalnya. Rinciannya adalah sebagai berikut:
1. M.G. Ursone, lahir 23 April 1839, meninggal 1 September 1897
2. P.A. Ursone, lahir 1 Januari 1858, meninggal 29 Mei 1935
3. Antonio Domenico de Biasi, lahir 12 Januari 1893, meninggal 26 Desembee 1966
4. A.C. Ursone v Dijk, lahir 28 April 1881, meninggal 10 Agustus 1913
5. A. Ursone, lahir 14 April 1877, meninggal 20 April 1939
6. G.M. Ursone, lahir 27 Januari 1864, meninggal 28 April 1945
7. Dr. C.G. Ursone, lahir 8 Desember 1914, meninggal 23 Mei 1950
8. J.A.G. Van Dijk, lahir 7 September 1855, meninggal 7 November 1914

Mausolem ini sendiri merupakan pindahan dari tempat sebelumnya di kawasan Pajajaran, Kota Bandung. Sejak 1980-an, Mausoleum ini pindah ke TPU Pandu, lengkap dengan berbagai benda dan bangunan lamanya.

Tak diketahui pasti jejak keluarga Ursone ini hingga sekarang. Namun, ada salah seorang di antara keluarga Ursone ini yang dikabarkan menikah dengan perempuan asal Lembang bernama Nyi Ukri. Namun, dari pernikahan ini tidak melahirkan keturunan.

Sementara selain peternak, keluarga Ursone ini juga dikabarkan ada yang berprofesi sebagai pemusik hingga pengacara. Bahkan, ada yang pernah jadi penasihat ekonomi bagi Ir. Djuanda.

Foto      : Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Layout   : Agam Rachmawan/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler