Tren Fesyen 2020 Mulai Lirik Isu Keberlanjutan & Ramah Lingkungan

Perhelatan 23 Fashion kembali digelar 23 Paskal Shopping Centre dan Indonesian Fashion Chamber (IFC). Seperti tradisi sebelumnya, ajang bergengsi ini siap menebar tren fesyen terbaru yang siap TemanBaik contek di 2020.

Kali ini, 23 Fashion District yang digelar di MainAtrium ini siap mengawal 70 desainer andal di tanah air yang memamerkan koleksi terbarunya. Di tahun 2020, para perancang juga sepakat untuk menggaungkan semangat fesyen yang berkiblat pada keberlanjutan serta kepeduliannya terhadap lingkungan.

Sesuai tema yang diusung yakni “23 Fashion District Towards Sustainable Fashion Trend Forecasting 2020/2021”, perhelatan mode terbesar di Bandung ini menampilkan keunggulan dan keragaman produk ready to wear Indonesia.

"Tahun ini kita membuat statement fesyen yang sudah mengarah pada penyelamatan terhadap lingkungan. Bahan yang digunakan juga kuncinya ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal dan kita juga mengajak fashionista untuk memahami manfaat dan fungsi pakaiannya secara bijak," ujar Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC), Sabtu (7/12/2019) di 23 Paskal Shopping Centre.

Sesuai dengan tema yang diusung yaitu "23 Fashion District Towards Sustainable Fashion Trend Forecasting 2020/2021", 23 Fashion District pada tahun ini mengangkat sustainable fashion sejalan dengan isu yang tengah menjadi perhatian dunia.

"Selain menampilkan produk lokal yang unggul dan berdaya saing, kami juga punya kewajiban untuk mengenalkan produk fesyen yang suistainable ini kepada masyarakat. Makanya digelar juga seminar dan talkshow dengan tema terkait," tambahnya.

Baca Ini Juga Yuk: Tampil Modis dengan Fesyen Premium Asli Bandung Yuk!

M. Satriawan Natsir, Center General Manager 23 Paskal Shopping Center mengatakan, "23 Fashion District kali ini merupakan ketiga kalinya digelar berkolaborasi dengan IFC. Evwn fesyen ini juga dihadirkan sebagai upaya mendukung pelaku ekonomi kreatif dan menjalin sinergi bersama desainer-desainer mode Indonesia".

"Kami ingin memberikan inspirasi buat masyarakat Bandung melalui tren dan edukasi, khususnya pecinta mode. Ini juga jadi misi memperkuat posisi 23 Paskal Shopping Center sebagai wadah kreatif dan komunitas," jelas Satriawan.

Pada 23 Fashion District 2019, IFC menghadirkan parade busana karya lebih dari 70 desainer mode Indonesia yang mewakili beragam kategori busana. Sebut saja urban wear, modest wear, dan evening wear.

Sementara desainer dan brand yang meramaikan, ada Danjyo Hiyoji, Alleira Batik, Andreas Lim, Bateeq, Sofie, Imaji Studio, Etu, Lekat Dua, Ferry Sunarto, Harry Ibrahim, Deden Siswanto, Irna Mutiara, Ivan Gunawan, Lenny Agustin, Weda Githa, Hannie Hananto, Nuniek Mawardi, Ariy Arka, dan yang lainnya.

"Sebagai dukungan buat generasi penerus di industri fesyen tanah air, 23 Fashion District 2019 juga memberikan kesempatan kepada karya siswa sekolah mode di Bandung, yaitu Telkom University dan Universitas Kristen Maranatha," sambungnya.

Untuk menunjang fashion show, 23 Fashion District 2019 menghadirkan fashion exhibition yang berlangsung pada tanggal 25 November-15 Desember 2019. Jadi kalau TemanBaik jalan jalan di sekitar Paskal, yuk lihat dan beli produknya di venue ya.

Selain fashion show dan seminar, di ajang ini juga ada acara keren loh, namanya 23Paskal Customer x Fashion Tenant Showcasing. Bahkan ada penampilan spesial +Size Models by Ririe Bogar, dan beauty class oleh Viva Cosmetics yang merupakan Official Make Up & Hair Do pada perhelatan 23 Fashion Dsitrict 2019.

"Sebagai event fesyen terbesar pertama di Bandung, 23 Fashion District memiliki peran penting untuk mengembalikan potensi Bandung sebagai sentra produksi dan belanja fesyen Indonesia. Ini juga sekaligus sebagai acuan tren fesyen Indonesia yang sifatnya edukatif," pungkasnya.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler