Kain Endek Digandeng Christian Dior Jadi Desain Fesyen Terbarunya

Denpasar - Ada kabar gembira dan membanggakan nih. Kain Endek, salah satu warisan budaya dari Bali terpilih menjadi desain untuk koleksi musim panas 2021.

Kabar itu dipastikan setelah terjalinnya kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Christian Dior. Rumah fesyen yang berdomisili di Bali tersebut akan menjadikan kain Endek sebagai desain koleksi Dior untuk musim panas 2021. Terkait kerja sama ini, Gubernur Bali I Wayan Koster menghaturkan apresiasi kepada Sekjen

Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar RI di Paris, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI.

Lebih lanjut, ia menyebut kalau model kerjasama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Christian Dior yang difasilitasi oleh Sekjen Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar RI di Paris, dan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, dan Kementerian Perdagangan juga merupakan strategi promosi produk budaya lokal Bali dalam kancah dunia yang bermanfaat secara ekonomi dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali dengan tetap melestarikan warisan budaya.

"Jadi, penggunaan Kain Endek Bali oleh Christian Dior akan semakin meningkatkan motivasi dan semangat para perajin produk budaya masyarakat Bali dalam rangka meningkatkan kualitas produksinya," kata Koster di Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar setelah penandatanganan kerja sama.



Baca Ini Juga Yuk: Kenalan dengan Handbin, Produk Fesyen Keren dari Bandung

Sebelum kolaborasi berlangsung, sebelumnya Pemprov Bali juga sempat menyampaikan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Christian Dior yang sudah memilih kain Endek. Beberapa persyaratan antara lain informasi secara akurat, transparan, dan akuntabel dalam pemenuhan kain Endek Bali telah disanggupi oleh pihak Christian Dior. Selain itu, Pemprov Bali juga menekankan pentingnya pemahaman akan kain Endek, seperti misalnya ukuran maksimal yang bisa dibuat perajin asli Bali hanya 105 cm.

Secara terpisah, sebelum kerja sama ini berlangsung, Ny Putri Suastini Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali mengapresiasi keinginan brand Christian Dior untuk menggunakan kain endek dalam rancangan busananya. Ia berharap terpilihnya kain Endek dapat memberi benefit atau imbas keuntungan kepada perajin endek itu sendiri.

"Jangan sampai produk kita digunakan namun tidak memberi efef baik kepada perajin dan tenaga kerja kita. Jangan sampai kasus serupa kain rangrang terjadi lagi," ujar Ny Putri Koster.

Mengulas tentang Endek, kain ini merupakan kain tenun khas Bali. Kain ini merupakan hasil dari karya seni rupa terapan, yang artinya karya seni yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Endek itu sendiri berasal dari kata ‘gendekan’ atau ‘ngendek’, yang artinya diam atau tetap, tidak berubah warnanya. Kegiatan menenun atau pertenunan Endek di Bali dapat dijumpai di Kabupaten Karangasem, Klungkung, Gianyar, Buleleng, Jembrana, dan Kota Denpasar.

Kain ini mulai berkembang pada tahun 1985. Peranannya dapat digunakan sebagai pakaian adat atau banyak digunakan sebagai seragam sekolah dan kantor. Namun ada beberapa motif yang dianggap sakral yang hanya digunakan dalam acara keagamaan saja. Ada juga motif yang hanya digunakan untuk orang-orang tertentu seperti para raja atau bangsawan.

Hingga kini, penggunaan kain Endek telah berkembang, hingga bisa digunakan sebagai bahan dasar pakaian formal, kerja, acara adat ataupun gaya fesyen. Wah keren sekali ya!

TemanBaik, kebanggaan atas mendunianya warisan budaya kita perlu diimbangi dengan kesadaran kita untuk melestarikan dan juga memakainya. Sebab dengan begitu, kebanggaan atas warisan budaya enggak sekadar hanya jadi simbol saja. Yuk, cintai Indonesia lebih dalam lagi!

Foto: dok. Pemprov Bali

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler