Pengalaman Ario Bayu Terlibat dalam Film ‘Sultan Agung’

Bandung - Film bergenre drama kolosal berjudul ‘Sultan Agung’ sedang tayang di layar lebar. Film yang diproduksi oleh Mooryati Soedibyo Cinema ini mengangkat nilai-nilai perjuangan kepemimpinan yang tercermin dalam sosok Sultan Agung. Film ini juga diperkuat oleh sejumlah nama, seperti Adinia Wirasti, Teuku Rifnu Wikana, Marthino Lio, Putri Marino, hingga Anindya Kusuma Putri.

Sultan Agung adalah Raja Mataram pada abad ke-17 yang mengabdikan hidupnya untuk melindungi rakyatnya dari penjajahan bangsa-bangsa asing. Beragam nilai yang ada di dalam diri Sultan Agung ini diangkat lewat sebuah film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Adalah Ario Bayu yang mendapatkan peran sebagai Sultan Agung Hanyakrakusuma, raja yang memimpin kerajaan Mataram pada abad ke-17. Ario Bayu menceritakan awal mula ia bisa mendapatkan peran sebagai Sultan Agung. “Waktu itu gue ditelpon langsung sama Mas Hanung, dia menawarkan satu proyek film. Akhirnya kita ketemu dan ngobrolin soal film Sultan Agung juga konsepnya,” jelasnya panjang.

Baca juga: Ini Bintang Indonesia yang Bersinar di Kancah Film Internasional

Bukan hanya kali ini saja Ario Bayu terlibat langsung bersama sutradara kawakan Hanung Bramantyo. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja sama dalam film ‘Soekarno’ pada tahun 2013 silam. Aktor berusia 33 tahun ini kemudian melakukan sejumlah riset melalui berbagai literatur dan sejarawan tentang karakter Sultan Agung yang harus ia perankan.

“Saat hari pertama syuting, kita juga dikasih pendamping. Mereka adalah Mas Agus dan Mas Ari yang merupakan akting coach dan budayawan yang mengerti bagaimana tata karma seorang bangsawan menghadapi rakyatnya. Juga bagaimana perlakuan rakyat terhadap bangsawan,” papar Ario Bayu.

Pemilik nama lengkap Ario Bayu Wicaksono ini mengungkapkan jika para aktor dan terlibat dalam film ini menunjukkan totalitasnya masing-masing. “Semuanya sama-sama memiliki passion yang tinggi, terlebih saat proses syuting berlangsung. Dalam akting, saat udah masuk ke sebuah ruangan, kita harus saling mengisi, bekerja secara kolaboratif dan koletif. Karena, saat nantinya gue melakukan hal yang kurang baik, imbasnya akan enggak bagus juga ke yang lainnya,” ungkapnya saat ditemui BeritaBaik di Coffee Shop miliknya Cultivar Coffeehouse, Jalan Anggrek, Bandung pada (2/9).

Baca juga: Karakter Baru Pevita Pearce di Film 'Sebelum Iblis menjemput'

Keterlibatannya dalam film ‘Sultan Agung’ memberikannya kesempatan untuk banyak belajar tentang sejarah dan budaya. Ia juga bercerita jika Mooryati Sudibyo justru menjadi sosok yang banyak memberi masukan. “Kita banyak diberi masukan oleh beliau. Selain Bu Mur, ada juga tokoh-tokoh sejarah yang lainnya yang begitu banyak membantu para pemain,” paparnya.

Pada 6 September mendatang, film terbaru Ario Bayu yang berjudul ‘One Two Jaga’ yang disutradarai oleh Bront Palarae juga akan tayang di Negeri Jiran, Malaysia.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler