Cerita Christine Hakim di Balik Film 'Perempuan Tanah Jahanam'

Yogyakarta - Walau telah dirilis sejak sebulan yang lalu, euforia film horor terbaru besutan sutradara Joko Anwar yang berjudul 'Perempuan Tanah Jahanam' nampaknya masih belum usai sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi sebagian orang, tak terkecuali bagi seorang Christine Hakim yang berperan sebagai tokoh Nyi Misni dalam film ini.

Di gelaran Jogja-Netpac Asian Film Festival alias JAFF 2019 yang sedang berlangsung di Yogyakarta selama 19-23 November ini, salah satu agenda yang diadakan yaitu 'Public Lecture', sebuah program kuliah umum yang membahas film dan aspek-aspek yang mengitarinya.

Satu dari tujuh kelas 'Public Lecture' yang sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan yakni 'Seminar Film Horror' yang diadakan pada hari Rabu (20/11) di Gedung LPP, Jalan Urip Sumoharjo No. 100, Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta. Christine Hakim pun dipilih sebagai salah seorang narasumber di kelas tersebut.

Di kelas tersebut, Christine lebih banyak berbagi kepada para peserta talkshow tentang pengalaman-pengalaman pribadi yang dialaminya sebagai seorang aktris, baik dari sebelum proses syuting film 'Perempuan Tanah Jahanam' dimulai, hingga setelah film itu dirilis.

Ia memulai ceritanya dengan membongkar salah satu alasan utama di balik keputusannya memilih profesi sebagai seorang aktris. "Saya terjun ke dunia film itu bukan karena obsesi atau apa, tapi karena saya enggak bisa menolak Teguh Karya dan Slamet Rahardjo," tuturnya.

Lalu, ia pun mulai menyinggung topik tentang film horor. Christine mengaku bahwa selama ini, ia memang bukan orang yang menggemari film horor. "Bukannya takut, tapi enggak suka dikaget-kagetin. Jadi, seumur hidup mungkin hanya ada dua film horror yang saya lihat," akunya.

Christine kemudian bercerita tentang proses awal saat Joko Anwar mengejarnya ke Jogja demi mendapat kesempatan untuk bertemu dengannya dan mengajaknya untuk ikut bermain dalam film 'Perempuan Tanah Jahanam'.

Baca Ini Juga Yuk: 'Abracadabra' Bikin Pengunjung Tersihir di Pembukaan JAFF 2019

"Proses awalnya pas di JAFF bulan Desember tahun lalu. Saya baru turun, bayangin, keluar dari lift sudah ada Mas Joko di lobby. Terus dia bilang, Bu aku mau bikin film, Bu. 'Perempuan Tanah Jahanam' judulnya, aku mau Ibu yang main. Sontak, saya bilang, what?? Waktu itu saya kira enggak serius, eh ternyata kok berlanjut," katanya.

Setelah itu, ia berkata bahwa kolega-koleganya seperti Reza Rahadian, Ario Bayu, dan kawan-kawan juga kerap membujuknya untuk menerima tawaran dari Joko Anwar tersebut, sampai akhirnya Christine luluh dan tidak punya alasan lagi untuk menolak tawaran dari Joko, walaupun filmnya bergenre horror.

Rupanya, kekagetan Christine enggak hanya sampai di situ saja. Sebab, sebelum membaca skrip, Christine malah menandatangani kontrak terlebih dahulu saat masih di Amerika, ia lantas merasa lebih shock lagi seusai membaca skripnya ketika sesampainya di Jakarta.

"Saya teken (menanda tangani) kontrak dulu, terus pulang ke Jakarta, baru baca skrip. Setelah baca skrip, tambah kaget lagi. What?? Waduh, tapi ya enggak mungkin ya. Lebih horor lagi kalo saya kembalikan atau batalin kontrak ini," katanya sambil tertawa.

Christine pun berceloteh bahwa ia tidak lagi bertanya ke Joko, melainkan tanya ke Tuhan, sampai melakukan istikharah, bahkan enggak hanya sekali. Walaupun Christine akhirnya berani menyanggupi tawaran untuk main di film itu, ternyata tantangan yang dihadapinya enggak mudah.

Ia masih saja belum bisa mendapat soul saat berakting memainkan tokoh Nyi Misni, walaupun ia sudah tahu betul tokoh Nyi Misni itu manusia yang seperti apa. "Ternyata walaupun sudah memahami, sudah mengerti manusianya seperti apa yang harus dimainkan, tapi masih enggak mudah juga melakukannya. Kenapa ya, soul-nya kok enggak dapat-dapat nih? Gimana saya bisa memainkan orang seperti ini ya? Karena jujur saja, buat saya, tokoh Nyi Misni itu tidak masuk dalam logika dan akal sehat saya, gitu loh," paparnya.

Di sisi lain, dalam proses yang luar biasa, ia bersyukur dan berterima kasih kepada Joko karena telah menyemangatinya untuk berani melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama ini.

Baca Ini Juga Yuk: FFD 2019 Sajikan 15 Program dan Film-film Dokumenter Dunia

"Saya sangat bersyukur, berterima kasih sama Joko. Sebagai pemain film, akhirnya saya berani melakukan sesuatu yang selama 46 tahun saya ngga berani untuk melakukan itu dan saya sudah sangat nyaman dalam 46 tahun itu, sudah seperti ini amanat yang saya harus jalankan. Tapi, begitu saya tanya sama Tuhan, saya percaya ini bukan sekadar film horror, tapi pasti ada amanat juga yang saya harus jalankan melalui film dan tokoh ini," bebernya.

Sampai akhirnya, ia mengungkap hal apa yang ia lakukan agar bisa memainkan tokoh Nyi Misni dengan tepat. "Jadi, apa yang membuat saya bisa melaksanakan itu semua? Logika dan nalar, saya tidak pake sama sekali. Logika dan nalar itu hanya saya pake nol koma sekian persen supaya saya ngga kesurupan. Kalo pake logika, enggak mungkin saya melakukan itu," ungkapnya.

Selain itu, ternyata ada fakta mengejutkan lain di dalam film 'Perempuan Tanah Jahanam' yang diungkap oleh Christine. "Bahkan adegan ending itu tidak ada di script. Joko pintar sekali, saya enggak diberi informasi jauh-jauh hari atau beberapa jam sebelumnya. Begitu saya selesai makeup, saya menuju ke set dan dia (Joko) datang menyampaikan adegan tambahan ini," katanya.

Ia kemudian menirukan apa yang Joko katakan kepadanya, "Jadi Bu, nanti Ibu makan janinnya. Saya bilang, what?? Waduh, bayangin tuh. Untungnya, di situ Ibu ceritanya kan sudah mati. Orang mati kan tidak perlu berekspresi lagi menurut Ibu. Jadi apapun rasanya itu, udah ditahan aja tuh muka, jangan sampai ada ekspresi macam-macam, gitu," ungkapnya sambil tertawa lepas.

Sebelum kelas berakhir, Christine sempat mengatakan bahwa banyak value atau nilai-nilai yang ia dapatkan dari film ini. Menurutnya, semua yang ada di film 'Perempuan Tanah Jahanam' itu sebenarnya hanya menggambarkan karakter-karakter manusia. Ia juga menyarankan agar manusia harus selalu memelihara energi positif yang ada dalam tubuhnya. Jika ada hal atau pikiran negatif, sebaiknya dibuang saja.

"Sebetulnya, itu semua hanya menggambarkan karakter-karakter manusia di Indonesia saat ini. Jadi, itulah yang mengingatkan kita kembali, kalo kita tidak mau menjadi seperti Nyi Misni yang sudah dikuasai oleh hawa nafsu, dendam, sakit yang semua yang dipelihara oleh dia ini bisa mematikan logika dan nalarnya. Apakah kita mau seperti menjadi orang-orang desa itu yang tidak juga menggunakan nalar logikanya? Mereka hanya mengikuti orang yang dianggap sakti, yaitu Nyi Misni, maka akan jadi korban terus. Itu semua ada dalam kehidupan dan lingkungan kita saat ini. Itulah nilai yang sangat berharga sekali. Saya merasa seperti menjadi manusia yang baru setelah main film 'Perempuan Tanah Jahanam' ini, seperti Christine Hakim Reborn," pungkasnya.


Foto: Hanni Prameswari/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler