'Ayun-Ayun Negeri', Film Baru Garin Nugroho Bakal Tayang di TVRI

Yogyakarta - Baru-baru ini, Garin Nugroho bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melahirkan buah karya terbaru berupa film teater musikal yang bertajuk 'Ayun-Ayun Negeri'. Dongeng di kala pandemi ini jadi bagian dari rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia 2020) dengan tema 'Membangun kesadaran seluruh elemen bangsa dalam budaya antikorupsi' sekaligus apresiasi dari KPK untuk para seniman yang peduli pada antikorupsi.

Kabar baiknya, dongeng ini akan dipentaskan sebagai satu kesatuan acara Malam Anugerah Penghargaan Pemenang 'Anti Corruption Film Festival' (ACFFEST) 2020 yang disiarkan secara live di TVRI pada tanggal 8 Desember 2020, mulai pukul 19.00 WIB. Jangan lupa catat tanggalnya ya, TemanBaik!

'Ayun-Ayun Negeri' mengisahkan Juru Pengarah Perempuan (Sekar Sari) yang ingin menceritakan riwayat Indonesia dari era Revolusi Industri 1.0 hingga era terkini. Selain didampingi oleh Juru Musik (Mia Ismi Halida) dan Juru Dekor (Jamaluddin Latif), Juru Pengarah Perempuan juga didampingi oleh Juru Naskah (Paksi Raras) yang diam-diam mencintainya. Pada akhirnya, Juru Pengarah Perempuan itu memahami bahwa sejarah tragedi negeri seakan kembali berulang dan setiap revolusi teknologi dan industri tidak menjadikan masyarakat sipil yang sehat, produktif, dan kritis.

"Semoga penonton menikmati filmnya sebagaimana kita menikmati proses bikinnya. Kalo ada yang baik-baik, mohon disampaikan dan disebarluaskan," tutur Sekar Sari kepada BeritaBaik seusai acara special screening 'Ayun-Ayun Negeri' dalam rangkaian JAFF ke-15 di Benteng Vredeburg Yogyakarta belum lama ini.

"Semangat selalu. Kita tunjukkan bahwa di kala pandemi ini, kita tetap tidak mati api kreativitasnya. Matur sembah nuwun," sambung Paksi Raras.

Baca Ini Juga Yuk: JAFF 2020 Bandung, Enggak Cuma Nonton Film Biasa

Garin Nugroho menyatakan bahwa pandemi jadi tantangan untuk mengelola segalanya secara daring atau online. "Terlebih, fenomena esensi panggung dalam kaitannya dengan film. Di sisi lain, sungguh tidak mudah mengangkat tema serius soal politik dan sosial berkait sejarah dalam panggung. Maka, teater musikal ini menggabungkan antara pantun, tonil, hingga broadway ala Jogja, layaknya kultur nasi campur sebagai esensi penciptaan," katanya.

"Ini pekerjaan yang luar biasa buat kita semua karena durasi persiapannya hanya 2 minggu dan semuanya magic, ya. Dari tim kostum, koreografi, suara, musiknya, semuanya dibikin dalam waktu super singkat. Sebelum 2 minggu itu, tim Jogja dan tim Jakarta, kita koordinasi dulu sebelumnya. Terus, di dalam 2 minggu itu, Alhamdulillah prosesnya sangat menyenangkan walaupun penuh dengan tekanan. Mudah-mudahan pesan yang ingin disampaikan oleh mas Garin dan semua yang ada di sini bisa tersampaikan dan bisa jadi pengingat untuk Indonesia agar menjadi negeri yang lebih baik lagi," pungkas Ismi Halida.

Foto: Hanni Prameswari

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler