Intip Kiat Menjaga Kesehatan Cerna Buat Generasi Alfa

Bandung - Percaya enggak sih TemanBaik, kalau kemajuan Indonesia di masa depan, ditentukan oleh kesehatan fisik dan mental regenerasinya. Nah selain membentuk pola pikirnya, generasi alfa yang hidup di era milenial juga wajib diperhatikan gizi dan tumbuh kembangnya.

Nah belum lama ini, Workshop 'Grow Happy Parenting'. Nestlé Lactogrow juga mendatangkan Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) untuk berbagai kiat menjaga kesehatan cerna anak. Di tengah maraknya industri makanan dan minuman, ternyata asupan juga pengaruh penting loh buat kesehatan cerna para generasi alfa.

Sebagai tip sehat, Ariani membeberkan beberapa kiat khusus untuk menjaga saluran pencernaan anak. Apa saja?

Pilihan Asupan Sehat lewat Probiotik
Kesehatan saluran cerna mendukung tumbuh kembang anak agar optimal. Karenanya, penting banget loh bagi orang tua untuk memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang dan mengandung probiotik. Kandungan inilah yang siap membantu nutrisi dapat terserap dengan lebih baik.

Di antara sekian banyak probiotik, Lactobacillus reuteri salah satu jenis yang telah teruji secara klinis aman dan bermanfaat bagi tubuh. Pemberian probiotik dapat dilakukan melalui susu atau makanan yang difermentasi seperti tempe dan yoghurt.

Pilih Susu dengan Kandungan Lactobacillus Reuteri
Selain sebagai asupan kalsium, anak juga wajib mengonsumsi susu pertumbuhan yang mengandung Lactobacillus reuteri, Omega 6, Omega 3, minyak ikan, 12 vitamin dan 7 mineral yang terdiri dalam varian plain, vanila dan madu. Formulasi ini menurutnya bisa membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih aktif dan ceria.

Baca Ini Juga Yuk: Ibu Menyusui Bisa Diet Juga Loh, Begini Caranya

Penuhi Kebutuhan Serat Anak
Hal yang enggak boleh luput dari perhatian, pemenuhan serat anak sesuai dengan usianya. Seperti diketahui, anak berusia 1-3 tahun butuh asupan serat setidaknya 16 gram serat per hari. Sementara anak berusia 4-6 tahun memerlukan serat sekitar 22 gram per hari.

Nah kita bisa kreasikan makanan buat anak melalui sayuran dan buah-buahan seperti wortel, pir, apel, sereal, kacang - kacangan dan masih banyak lagi. Semua bahan juga bisa diolah dalam berbagai hidangan, mulai dari makanan berat, camilan hingga miniman sehat.

Hindari Junkfood dan Makanan Cepat Saji
Enggak bisa dipungkiri, di zaman modern anak memang mudah tergiur dengan makanan instan dan cepat saji. Menurut Ariani, olahan seperti ini juga enggak bagus loh buat sistem pencernaan anak. Selain mengandung banyak penyedap dan pengawet buatan, makanan jenis ini juga sifatnya enggak alami.

Sebagai solusi makanan bernutrisi, kita harus membiasakan anak untuk melahap makanan rumahan yang sehat dan seimbang. Sebagai trik awal, biasakan lidah anak untuk menerima makanan yang wujudnya masih alami dan lezatnya bukan dari tambahan MSG.

Membiasakan anak untuk menyantap sayur dan buah secara rutin memang butuh perjuangan. Tapi perlahan pola sehat ini akan terbentuk seiring kebiasaan.


Foto: Dini Yustiani

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler