Jangan Mengaku Feminis Kalau Masih Lakukan Hal Ini

Bandung - Feminis adalah seorang yang menganut paham feminisme, yakni gerakan perempuan yang memperjuangkan emansipasi atau persamaan hak antara perempuan dan pria tanpa diskriminasi. Bisa dibilang, feminisme adalah bagaimana perempuan harus memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berdaya dan mengembangkan diri. 

Biar kamu tahu dan pemahaman kamu soal feminisme enggak keliru, berikut BeritaBaik sajikan beberapa hal yang sebaiknya enggak kamu lakukan. Apalagi kalau kamu mengaku sebagai seorang feminis. 

Tidak Menghargai Perempuan
Pernah enggak kamu berpikir dan berkomentar soal penampilan teman atau perempuan lain? Seperti soal dandanan atau pakaian yang dikenakan. Kamu harus tahu kalau salah satu gerakan feminisme adalah mendukung dan menghargai perempuan satu sama lain. Termasuk pakaian apa yang dipilih untuk dikenakan perempuan lain.

Merendahkan Pilihan Perempuan Lain
Setiap perempuan berhak memiliki pilihannya masing-masing. Misalnya memilih menjadi ibu yang bekerja kantoran atau ibu yang di rumah mengurus keluarga. Keduanya adalah pilihan yang tidak boleh kita rendahkan. Fenimisme adalah mendukung pilihan satu sama lain. Jadi kalau kamu masih membandingkan dan bahkan merendahkan pilihan perempuan lain, jangan mengaku feminis deh!


Merendahkan Pria
Mungkin banyak yang berpikiran kalau pria harus menyatakan cintanya terlebih dahulu, membayar makan setiap kencan atau harus selalu kuat dalam berbagai situasi. Padahal pria juga manusia yang sama seperti perempuan. Dan sangat enggak layak untuk direndahkan dengan pemikiran semacam itu. Feminis adalah bagaimana memperlakukan semua orang secara sama rata tanpa membedakan jenis kelamin ataupun gender yang dimilikinya.

Menganggap Perempuan Lebih Hebat
Seperti yang dijelaskan di awal, kalau feminisme adalah gerakan perempuan yang menuntut kesetaraan hak dan pengembangan diri. Sayangnya banyak yang salah mengartikan dan menganggap kalau feminis adalah orang yang mendukung gerakan di mana perempuan berderajat lebih tinggi, lebih hebat atau lebih lainnya daripada pria. 

Menjadikan Perempuan Lambang Kelemahan
Mungkin masih banyak dari kita yang menjadikan wanita sebagai contoh lemah. Misalnya mengatakan jangan menangis pada pria karena menangis itu lemah seperti perempuan. Padahal menangis adalah hal yang manusiawi, bagi perempuan maupun pria. 

Hal ini juga berlaku untuk ucapan lain yang cenderung menyatakan kalau wanita lemah. Sebab setiap orang, baik perempuan dan pria memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing yang tentunya unik dan berbeda. 

Menganggap Pekerjaan Rumah Memang untuk Perempuan
Pekerjaan rumah seperti memasak, menyapu, mengepel dan membersihkan rumah adalah pekerjaan yang enggak cuma bisa dilakukan perempuan tapi juga pria. Tapi kalau kamu masih berpikir pekerjaan rumah adalah pekerjaannya perempuan, maka hal tersebut merupakan salah satu contoh dari seksisme. 

Menyalahkan Korban Pelecehan Seksual
Saat ini, masih banyak orang yang menyalahkan korban perempuan dalam kasus pelecehan. Enggak sedikit juga yang menyalahkan pakaian yang digunakan korban perempuan. 

Jika terjadi pada pria, hal ini banyak ditanggapi dengan mengatakan kalau si pria cukup diam, menikmati dan terima saja. Pemikiran seperti adalah kesalahan besar, sayangnya masih banyak orang yang menganggap hal ini adalah lumrah.

Foto: Pexel
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler