Misteri Black Hole, Lubang Raksasa yang Ada di Luar Angkasa

Bandung - TemanBaik pernah mendengar dong istilah black hole alias lubang hitam? Lubang hitam bisa disebut sebagai salah satu objek eksotis di alam semesta ini. Lubang hitam memiliki massa yang sangat besar alias supermasif yang diduga terdapat di setiap inti galaksi. Termasuk di pusat galaksi kita, Bima Sakti. 

Menurut ilmuwan Albert Einstein dan Stephen Hawking, cahaya sinar cincin di sekitar lubang hitam terbentuk oleh gravitasi luar biasa. Bahkan cahaya juga enggak bisa lari dari lubang hitam loh. Para astronom juga meyakini kalau di pusat galaksi Bima Sakti terdapat lubang hitam supermasif.

Hal itu ditunjang hasil pengamatan bintang yang mengorbit cukup cepat di sekitar pusat Galaksi (daerah Sagittarius A*/A-star) dengan jarak yang cukup dekat. Dari perhitungan tersebut diperoleh kalau objek yang dikelilingi bintang tersebut memiliki massa sekitar 4 juta kali massa Matahari dengan ukuran sekitar diameter orbit Uranus. Berdasarkan pengetahuan terkini, tidak ada objek yang memiliki massa dan ukuran seperti itu selain lubang hitam supermasif.

Meskipun banyak yang sudah ditemukan, asal usul dan proses pembentukan lubang hitam supermasif masih belum diketahui dengan pasti hingga kini dan masih terbuka untuk penelitian. Ada beberapa hipotesis yang diusulkan, namun yang sudah jelas disetujui adalah lubang hitam dapat menambah massanya sendiri dengan cara menghisap materi dari sekitarnya. 


Salah satu hipotesis menyebutkan kalau lubang hitam supermasif mungkin berasal dari lubang hitam bintang dengan massa puluhan atau ratusan massa Matahari. Benda tersebut kemudian tumbuh dan menjadi supermasif karena menghisap materi dari banyak objek di sekitarnya.

Saat ini, lubang hitam terbesar yang pernah diamati berada di quasar TON 618 yang terletak di rasi Canes Venatici di dekat Kutub Utara Langit. Jarak quasar ini adalah 10,4 miliar tahun cahaya dan magnitudo (kecerlangan) mutlaknya -30,7. Jauh lebih terang dari Matahari yang memiliki magnitudo mutlak -26,74, yaitu sekitar 140 triliun kali Matahari. Lubang hitam di pusat galaksi ini dihitung memiliki massa 66 miliar kali Matahari sehingga disebut juga sebagai lubang hitam ultramasif.

Quasar (quasi-stellar object) adalah penamaan untuk objek terang yang kenampakannya seperti bintang (cahaya titik), namun sebenarnya terletak sangat jauh sehingga benda ini sebenarnya adalah sebuah galaksi. Quasar atau galaksi yang sangat jauh seperti itu bisa menjadi sangat terang karena terdapat piringan akresi di bagian pusatnya, yang biasanya juga menunjukkan kehadiran lubang hitam supermasif.

Sedangkan piringan akresi adalah piringan yang berisi sekumpulan materi yang terhisap masuk ke dalam suatu objek masif (bintang atau lubang hitam) yang terletak di bagian tengahnya. Materi tersebut terhisap dengan cara bergerak spiral dan karenanya membentuk piringan. Akibat tekanan yang tinggi dan gesekan, piringan ini menjadi sangat panas dan terang. Bahkan cerlang cahayanya bisa melebihi satu galaksi, loh!


Quasar dan galaksi Seyfert adalah dua jenis galaksi yang memiliki bagian inti yang aktif, atau disebut Inti Galaksi Aktif (Active Galactic Nucleus, AGN). Perbedaan keduanya adalah pada quasar galaksinya tidak tampak karena kalah terang dari pusat galaksinya. Sementara pada galaksi Seyfert, galaksinya tampak dengan jelas karena bagian pusatnya tidak terlalu terang jika diamati pada panjang gelombang visual. Namun jika diamati di panjang gelombang lain seperti inframerah, ultraungu, atau sinar X, maka akan terlihat bagian pusatnya bisa sama atau lebih terang dari galaksi normal seperti Bima Sakti.

Seru sekali ya kalau sudah membahas lubang hitam dan hal-hal seputar astronomi. Mau lebih jauh mendalami lubang hitam, ulasan teori-teori dan kisah hidup Stephen Hawking? Baca saja secara lengkap di buku 'A Mind Without Limits' yang akan segera terbit pada Mei 2019. Pre-Order sudah dibuka dari tanggal 26 April-15 Mei 2019 di Toko Buku Online atau di mizanstore.com, loh!  

Foto: Pixabay
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler