8 Tips Mudah Menggunakan dan Merawat Pembalut Kain 

Menstrual pad atau disebut juga dengan pembalut kain adalah pembalut yang bersifat reusable alias dapat digunakan berulang-ulang. Setelah digunakan, pembalut kain bisa dicuci, dikeringkan dan dapat digunakan kembali. 

Biaya untuk membeli pembalut kain memang cukup besar jika dibandingkan membeli pembalut sekali pakai. Namun sebenarnya terhitung lebih hemat loh, sebab kamu hanya mengeluarkan biaya besar di awal saja dan dapat dipakai berkali-kali. Selain itu, dengan menggunakan pembalut kain, kita turut membantu mengurangi produksi sampah dari pembalut sekali pakai. 

Tertarik mencoba namun masih ragu dengan cara memakai dan merawat pembalut kain? BeritaBaik punya tipsnya nih biar kamu bisa tetap nyaman dan tentunya aman saat menggunakan dan merawat pembalut kain. 

Pakai Celana Dalam yang Pas  
Pada dasarnya, cara memakai pembalut kain sama dengan saat menggunakan pembalut sekali pakai. Perbedaannya pembalut kain tidak memiliki perekat untuk dapat menempel di celana dalam. Pembalut kain menggunakan snap atau semacam kancing untuk menjaga agar pembalut kain tetap berada di tempat.

Jadi supaya pembalut tetap terjaga di tempatnya dan nyaman digunakan, gunakan celana dalam yang pas ya. Hindari menggunakan celana dalam yang kedodoran karena bakal bikin pembalutnya sering bergeser. Selain itu celana dalam yang pas juga menghindari terjadinya kebocoran saat beraktivitas.

Ganti Tiap 3-4 Jam Sekali
Untuk menjaga kulit biar enggak lembap, ganti pembalut ketika sudah lebih dari empat jam ya. Tapi jangan khawatir, berbeda dengan pembalut sekali pakai, menggunakan pembalut kain dalam jangka waktu yang lama enggak membuat kulit iritasi kok. Namun, kulit akan terasa kurang nyaman, terlebih jika pembalut sudah terasa penuh, meskipun belum empat jam.

Langsung Cuci Setelah Pakai
Setelah menggunakan pembalut kain, kamu harus langsung mencucinya dan jangan sampai membiarkannya terlalu lama. Untuk memastikan kebersihannya, sebaiknya cuci bersih secara manual, dengan tangan.

Jangan Cuci dengan Pemutih
Hindari mencuci pembalut kain dengan banyak detergen ya TemanBaik. Pastikan juga sabun atau detergen yang digunakan bebas dari pelembut dan pemutih. Soalnya detergen yang mengandung pelembut atau pemutih dapat menyebabkan daya serap pembalut kain bakal berkurang. Berkurangnya daya serap akan mengurangi kenyamanan pembalut kain saat digunakan. 

Selain itu, penggunaan pelembut juga harus dihindari karena bisa membuat pembalut kain terasa panas saat dipakai. Kain pembalut akan tertutup dengan lapisan semacam lilin dari pelembut yang bisa memberikan dampak buruk pada kulit, seperti gatal-gatal.

Cuci Pakai Lemon
Jangan meninggalkan pembalut kain dalam keadaan kotor lebih dari satu hari, karena dapat meninggalkan noda yang sulit hilang. Untuk menghilangkan noda dan menghilangkan bau tak sedap pada pembalut kain, kamu bisa menambahkan setengah cangkir air lemon saat pencucian. 

Jangan Cuci Pakai Air Hangat
Kalau masih ada darah menggumpal yang menempel di pembalut, jangan cuci pakai air hangat ya. Bersihkan dahulu pakai air biasa dengan tangan, kemudian setelah dirasa tidak ada darah menggumpal yang menempel, kamu bisa pakai air hangat dan air lemon. 

Keringkan dengan Sinar Matahari
Setelah dicuci, segera jemur pembalut kain di bawah sinar matahari langsung agar terhindari dari bau apek dan jamur. Jika sedang musim hujan, kamu bisa menjemurnya di tempat teduh yang sekiranya bakal kering terkena angin. Angkat sampai benar-benar kering ya!

Setrika Bagian Polos
Setelah kering, setrika pembalut untuk menghilangkan kuman yang menempel saat dijemur dan untuk menjaga supaya kondisi pembalut kain tetap steril sebelum digunakan. Kamu bisa menyetrika bagian permukaan atas yang polosnya saja dan enggak perlu menyertrika seluruh bagian, sehingga pembalut kain tidak mudah rusak. Setelah itu, lipat pembalut dan simpan di tempat yang bersih dan kering seperti lemari. 

Foto: Dok. Rafiah/Pembalut Yuspin


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler