Ini Kata Mira Sahid Soal Pentingnya Menulis untuk Terapi Jiwa

Bandung - Menulis sudah menjadi passion tersendiri bagi Mira Sahid. Bermula dari hobinya ngeblog di tahun 2008, wanita 38 tahun ini pun sempat berselancar di media sosial Facebook hingga sukses mendirikan komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) sejak 12 Januari 2012.

Awalnya sih cuma grup diskusi di FB yang didominasi kalangan emak usia milenial hingga 78 tahun. Tujuh tahun berselang, kini Mira sudah bisa menasbihkan KEB jadi sarana belajar banyak hal, mulai dari menulis, parenting, gaya hidup hingga digital marketing buat mereka yang pengin berbisnis.

"Simpel sih, aku main medsos karena di awali kerinduan ngeblog yang sejak lama vakum. Karena menulis bagi aku jadi terapi jiwa, meskipun isinya sebatas diskusi ringan soal parenting, kuliner, fesyen hingga tren sekarang digital marketing. Akhirnya lahir KEB yang memang isinya didominasi emak-emak yang hobi blog," ujar Mira kepada BeritaBaik, Senin (2/9/2019) di Bandung.

Ia bercerita, berawal dari keisengan mengisi waktu sebagai emak modern, Mira enggak punya ekspektasi loh kalau KEB bakal sebesar sekarang. Dengan jumlah anggota yang sudah mencapai ribuan, kini single parent ini jadi punya banyak aktivitas positif.

Di sela perannya menjaga buah hatinya, Mira kini kerap berbicara sebagai influencer, passionpreneur, terapi menulis hingga instruktur yoga. Ia pun tersohor sebagai emaknya para blogger di Indonesia berkat gaya penulisannya yang ringan, santai tapi inspiratif banget loh TemanBaik.

Baca Ini Juga Yuk: Kegigihan Vabyo Kembali Menulis Buku Usai Pulih dari Stroke

"Ternyata lewat hobi menulis saya bisa perluas jejaring, bisa saling nambah ilmu termasuk memperkuat personal branding. Lewat menulis, saya bisa menemukan diri sendiri dan mencari self healing yang tepat di saat saya berada di titik terendah. Terkadang kita juga perlu berbagi meski harus diperhatikan juga etikanya," terangnya.

Kini, penulis berkiblat metro pop ini sudah banyak penggemarnya loh. Saat namanya sudah dikenal luas, cewek berhijab ini pun mengaku punya kewajiban besar untuk menjaga algoritma-nya di media sosial. Sebagai bukti konsistensi, Mira berusaha untuk teratur dalam hal mem-posting atau menulis banyak hal dalam kesehariannya.

Di tengah berlimpahnya big data dan informasi yang bertebaran di dunia maya, ia pun semakin termotivasi loh untuk mengajak emak-emak lebih bijak menyikapi tren digital. Bermodalkan passion menuliskan berbagai pengalaman, ia juga tak pernah pesimis kalau eksistensi blogger bakal tenggelam dengan fenomena baru yang lebih booming.

Di berbagai kesempatan, ia dan KEB justru sering mendapatkan undangan untuk berbicara dan diskusi dengan forum dan tema acara yang berbeda. Sejak saat itu Mira makin bersyukur, karena saat ini ia enggak hanya piawai menulis tapi kemampuan public speaking-nya makin terasah

"Nikmatnya menjadi blogger adalah di saat tulisan kita jadi informasi bermanfaat bagi banyak orang. Akhirnya networking kita enggak di media sosial saja tapi meluas hingga ke berbaagi forum dan baru saya sadar, terkadang hal yang kita tulis atau diskusikan itu bisa menguatkan banyak orang khususnya kalangan perempuan," rincinya.

Ia juga berpesan nih TemanBaik, kalau menulis di media sosial dan blog pribadi juga enggak serta merta ditumpahkan seperti di diary pribadi. Menurutnya, para cewek harus sadar kalau saat bermedia sosial, kita juga tengah membangun brand dan citra yang baik lewat tulisan atau stasus kita.

"Terkadang saat saya pengin berkeluh kesah, itu paling sering ya ditulis tangan, di buku, kertas kosong atau apa saja yang bisa membuat kita reda dan tenang saat sudah dituliskan semuanya. Enggak semua kekesalan harus tumpah di blog dan medsos. Think before posting," pungkasnya.


Foto: Dini Yustiani/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler