Voluntourism, Tren Melancong Unik yang Lebih dari Liburan Biasa

Bandung - Cerita apa yang hendak TemanBaik dapatkan selepas melancong? Kalau sebatas mengusir penat, itu belum cukup bermakna loh.

Ihwal ini juga yang menggugah Wanderlust Indonesia untuk membuat tren baru dengan sebutan Voluntourism. Ide jalan - jalan unik ini, mengolaborasikan tren berwisata dengan aktivitas yang berkiblat sosial dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Lebih mumpuni lagi, Wanderlust punya visi traveling yang berbasis ramah lingkungan. Selain membangun kultur less waste atau pengurangan sampah plastik di tempat wisata, traveler juga diajak lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

"Dalam setiap perjalan wisata, kami selalu ingin mengemasnya menjadi sebuah cerita. Saat berkunjung ke satu tempat, kami akan ajak traveler untuk berinteraksi dengan warga setempat, memahami sisi kearifan lokalnya hingga memberdayakan ekonomi masyarakat di sana," ujar Sales Marketing Wanderlust Indonesia, Triana Septiani kepada BeritaBaik.

Ia mengisahkan, bukan sebatas travel biro biasa Wanderlust juga lahir dari gagasan Dini Hajarrahmah yang ingin menciptakan mainstream baru di dunia wisata. Dengan titel voluntourism, ia punya tujuan besar untuk memberdayakan potensi ekonomi dan kearifan lokal di setiap destinasi wisata.

Di tahun 2015, ia mengawali langkahnya dari kawasan wisata Ujung Kulon. Lalu ia beranjak ke beberapa tempat seperti Cibuluh, Subang, Kramat Wangi, Garut,
Punan Mahkam, Kalimantan Timur, Labuan Bajo dan masih banyak lagi.

"Jadi setiap traveler yang kami bawa ke satu destinasi, mereka harus meninggalkan impact yang baik di tempat itu. Dulu diawali sama CEO kita Dini Hajarrahmah yang punya latarbelakang pendidikan di bidang wisata. Kalau sekarang kita ada 8 orang," ungkapnya.

Triana menjelaskan, dalam voluntourism banyak pengalaman baru loh yang bisa traveler dapatkan. Kesan itu didapatkan saat kita berinteraksi dengan warga setempat, menggali berbagai sisi menarik dari desa yang disinggahi hingga urusan berbagi ilmu yang berkaitan dengan etika pariwisata.

"Aktivitas volunteer itu kita usung dengan cara berbagi ilmu soal gimana etika memandu wisata, gimana prilaku yang baik saat menyambut pengunjung hingga memggali potensi ekonomi yang ada di sana," katanya.

Ia mencontohkan, saat ini Wanderrlust banyak berkolaborasi dengan UKM lokal yang tersebar di beberapa desa wisata yang dikunjungi. Sebut saja di Cibuluh, Subang, pihaknya juga berkolaborasi membuat alat makan makan dari bahan bambu.

Alat makan itu terdiri dari sedotan, sendok, garpu hingga pisau yang dikemas menarik dan mudah dibawa saat traveling. Tak hanya Subang, Wanderlust juga menjual Carumeng atau kacamata renang tradisional yang dibuat oleh masyarakat di Labuan Bajo.

"Di setiap desa binaan, kita pengin membawa perubahan baik dari sisi ekonomi. Kita gali potensinya lewat berbagai produk kearifan lokal yang memang mendukung kampanye less waste. Kita terus melakukan pendekatan karena memang rata - rata penduduk desa kurang well educated soal pariwisata," jelas Triana.

Pergerakan Wanderlust masih panjang nih TemanBaik. Kamu pengin menjadi salah satu diantara mereka? Harus! Karena melancong tak selamanya bermakna liburan, tanpa meninggalkan makna apa - apa.


Foto dokumentasi Wanderlust Indonesia


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler