Waspada! Kecanduan Gawai Bisa Bikin Anak Alami Gangguan Jiwa

TemanBaik, terutama kamu yang memiliki anak, sebaiknya meningkatkan kewaspadaan. Jangan biarkan si kecil mengalami ketergantungan terhadap gawai dan mengalami gangguan jiwa ya! Loh, apa hubungannya gawai dengan gangguan jiwa?

Direktur Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat Elly Marliyani mengatakan di dalam otak terdapat zat yang disebut hormon dopaminergic. Hormon ini merupakan senyawa kimiawi dalam otak yang berfungsi menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh.

Saat seseorang kecanduan gawai secara berlebihan, maka dopaminergic ini akan meningkat di luar batas wajar. Dampak buruknya, pengendalian emosi akan terganggu. Yang terburuk, seseorang bisa mengalami gangguan jiwa.

"Di dalam otak itu ada yang namanya dopaminergic. Itu akan berpengaruh akibat dari kecanduan (gawai) tersebut. Zat tersebut kalau kelebihan di dalam otak akan mengakibatkan satu gangguan jiwa psikotik," kata Elly.

Ia lalu mencontohkan kasus gangguan jiwa anak akibat kecanduan gawai. Beberapa waktu lalu, di salah satu daerah di Indonesia, seorang anak mengamuk hingga menghancurkan pintu rumah.

Penyebabnya, gawai sang anak kehabisan daya. Kebetulan saat itu sedang terjadi gangguan listrik sehingga gawai tak bisa diisi daya. Tapi, sang anak bersikukuh meminta gawainya diisi daya agar bisa kembali menyala.

"Dia ngamuk kemudian menghancurkan pintu. Itu hal yang tidak diduga. Anak sekecil itu, usia 5 tahun menghancurkan pintu gara-gara handphone-nya enggak bisa di-charge," ungkapnya.

Ketidakmampuan mengendalikan emosi menurutnya jadi dampak terbesar dari kecanduan gawai pada anak. Jika hal seperti itu terjadi, penanganan medis dan terapi tentu perlu dilakukan agar anak kembali pulih.

Karena itu, Elly menyarankan agar pemakaian gawai pada anak dibatasi. Tapi, faktanya, banyak orang tua yang mengenalkan anak pada gawai, bahkan sejak masih bayi. Hal itu terus terjadi bertahun-tahun hingga anak tumbuh dan berkembang hingga besar. Sehingga, secara tak sadar orang tua sebenarnya menjerumuskan anaknya sendiri untuk kecanduan gawai sejak dini tanpa berpikir panjang dampak negatifnya.

Padahal, yang dibutuhkan anak sebenarnya bukan gawai. Ia justru menyarankan agar anak diperkenalkan bermain mainan tradisional dan bersosialisasi dengan teman-teman di lingkungannya. Sehingga, risiko anak mengalami gangguan jiwa bisa diminimalisir.

Di saat yang sama, motorik anak juga akan terlatih. Anak juga akan bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Apalagi, dalam permainan tradisional banyak nilai dan pelajaran yang bisa diambil oleh anak. Yang jelas, permainan tradisional itu menyehatkan.

Sedangkan anak yang kecanduan gawai, selain emosional, dikhawatirkan mengalami sejumlah dampak negatif lain. Motorik mereka akan lemah karena lebih banyak diam hingga kesulitan menjalani kehidupan sosial.

"Coba lakukan pada anak, bisa diaktifkan bermain dengan anak-anak seusianya atau bermain mainan tradisional. Itu akan lebih sehat untuk mereka dibanding mereka harus hidup sendiri dengan gadget-nya," jelas Elly.


Foto ilustrasi Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler