Ada Pasar Buku Murah patjarmerah di Semarang Nih, Datang Yuk!

Semarang - Ada yang berbeda di Kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya area Soesmans Kantoor dan Monod Diephois yang klasik. Dua gedung yang sebelumnya sunyi kini menjadi lebih hidup dan penuh interaksi.

Kehadiran patjarmerah adalah alasan di baliknya. Festival kecil literasi dan pasar buku keliling nusantara ini kembali hadir untuk membuka lebih lebar akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat terutama yang sedang berada di Semarang dan sekitarnya.

"Kami (patjarmerah) sudah berkeliling ke tiga tempat sebelumnya selama setahun ini. Selain Yogyakarta pada Maret dan Malang pada Juli-Agustus, patjarmetrah juga pernah berkolaborasi dengan Jakarta International Literary Festival pada Agustus yang lalu. Kini, saatnya Semarang yang menjadi persinggahan keempat kami di tahun ini untuk berbagi akses literasi," jelas Nanda, penanggung jawab media relations patjarmerah Semarang.

Kehadiran patjarmerah tak ubahnya menjadi sebuah perlawanan untuk memberantas mitos bahwa penduduk Indonesia memiliki indeks minat baca yang rendah. Nama 'patjarmerah' sendiri diambil dari karakter bernama 'Pacar Merah Indonesia' dari sebuah roman politik karya Matu Mona yang diyakini sebagai kisah tokoh Tan Malaka yang dikenal sebagai sosok pahlawan bangsa yang bersifat cerdik, pintar, dan suka membaca.

Selayaknya festival literasi dan pasar buku murah, di patjarmerah pengunjung tak hanya akan mendapati pasar buku yang menyediakan lebih dari satu juta eksemplar buku dengan lebih dari 800 judul.

Baca Ini Juga Yuk: FFD 2019 Sajikan 15 Program dan Film-film Dokumenter Dunia

Kali ini, patjarmerah menghadirkan lebih dari 50 sesi lokakarya, obrolan, panggung dan kegiatan lainnya yang dihadiri oleh berbagai narasumber literasi masyhur seperti Ivan Lanin, Reda Gaudiamo, I Gusti Putu Bawa Samar Gantang, Windy Ariestanty, Ria Papermoon, Alexander Thian, Rintik Sedu, dan puluhan lainnya.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kehadiran patjarmerah sesungguhnya adalah untuk memberi akses literasi lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, jangan heran bila harga buku dari berbagai penerbit yang ditawarkan di acara ini dapat diperoleh pengunjung dengan potongan hingga 80 persen.

Nanda menjelaskan bahwa salah satu alasan keterbatasan akses literasi adalah faktor biaya. "Sebetulnya banyak kok orang yang suka membaca buku. Namun harga yang tidak selalu terjangkau menjadi kendala tersendiri. Untuk itu, patjarmerah berusaha sebisa mungkin mengakomodasinya."

Kegiatan patjarmerah Semarang berlangsung sejak 29 November hingga 8 Desember 2019 dengan jam operasional mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Jumlah pengunjung yang telah bertandang ke festival ini telah mencapai lebih dari 700 orang dalam sehari pembukaannya loh!

Nah, bagi TemanBaik yang sedang berkunjung ke Semarang atau sekitarnya, jangan lewatkan kesempatan ini, ya. Jangan lupa siapkan juga kamera terbaik untuk mengabadikan momen di berbagai titik Instagrammable di patjarmerah Semarang!


Foto: dok. Shelly Salfatira


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler