Inovasi Kantung Urine, Solusi Saat Kebelet di Tengah Kemacetan

Bandung - TemanBaik pernah kebelet pipis karena jauh dari toilet? Jangan ditahan loh karena kebiasaan itu dampaknya kurang baik buat kesehatan.

Sebagai solusi inovatif untuk kamu yang enggak bisa menahan kencing, sekarang ada tren kantung urine kekinian yang ramah lingkungan. di mana dan kapan saja, kamu bisa buang air kecil. Seperti apa sih?

Nama produk pionirnya Sankimo, kantung urine ini bisa kamu gunakan sampai tiga kali loh. Lebih canggih lagi, si cairan urine yang tertampung di kantungnya, dalam hitungan detik bisa berubah jadi gel padat!

"Produk ini hanya ada di Inggris namaya Travel Zone sampai akhirnya saya inovasi di Indonesia dengan temuan air urine yang diubah menjadi gel padat. Kantung urine ini menjadi jawaban dari warganet yang mengeluhkan susah buang air kecil saat terjebak di kemacetan atau mereka yang sedang berhaji atau umrah," ujar Akhsan Hakim, Chief Executive Officer (COE) & Founder Sankimo kepada BeritaBaik.

Pemenang UMKM Terbaik pada Program UMKM Juara 2019 ini menceritakan, Sankimo juga sangat layak untuk digunakan pasien di rumah sakit. Tapi pada prinsipnya, semua orang bisa menggunakan kantung urine saat mereka terjauh dari toilet terdekat.

Baca Ini Juga Yuk: Apa yang Dilakukan Dokter Saat Tak Ada Pasien?

"Bisa juga digunakan sebagai toilet training atau melatih balita melepas popok sekali pakai. Tapi enggak sedikit juga yang terbantu jemaah ibadah haji saat mereka kebelet pipis tapi haris mengantre panjang ke toilet. Apalagi yang sudah sepuh ya," ucapnya.

Tak mudah buat Akhsan untuk menemukan model yang pas untuk kantung urine ini. Ia sempat berganti beberapa material sampai akhirnya ia menemukan bentuk yang ergonomis dan mudah untuk digunakan.

Beda dari Travel Zone, ia juga membuat lompatan dengan membuta inovasi mengubah cairan menjadi gel padat. Asyiknya lagi, bau tak sedap yang biasanya muncul, langsung lenyap saat urine menjadi gel.

"Saya dan istri juga melewati proses setahun untuk menciptakan gel yang mudah mengeras, tak berbau dan akhirnya bisa menjadi produk yang ramah lingkungan. Jadi si hydrogel ini memang bisa digunakan sebagai kompos tanaman," bebernya.

Pengusaha asal Cibaduyut ini mengungkapkan, sebelumnya ia bisa menjual 20.000 kantong urine per bulan. Namun saat ini, ia berkolaborasi dengan Kimia Farma untuk menjualan berlabel mereka. salah satu Badan Usaha Milik Negara.

"Target produksinya sebulan jadi 80 ribu kantung karena ada kolaborasi dengan Kimia Farma. Harga jualnya sih mulai dari Rp2000 sampai ratusan ribu ada untuk pack yang lebih besar,"terangnya.

Gimana nih, TemanBaik tertarik? Intip saja dulu ya produknya di @sankimo.info.


Foto: Dini Yustiani/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler