Ajak Kenali Diri Sendiri, Sophie Navita Hadirkan Buku Kedua

Bandung - TemanBaik mungkin sudah tidak asing dengan Sophie Navita. Selama ini mungkin kita lebih mengenal Sophie sebagai seorang MC dan TV presenter. Namun, belakangan Ia juga dikenal sebagai plant-based food chef dan praktisi kesehatan natural, selain itu Ia juga kini berprofesi sebagai seorang penulis. 

Pada awal tahun ini, Sophie kembali melahirkan karya keduanya yang berjudul 'Truth: Temukan Rasa Untukmu, Temukan Hidup'. Buku ini merupakan karya kedua dari Sophie, setelah sebelumnya merilis karya pertamanaya di tahun 2016. Buku ini hadir berjarak empat tahun lamanya. Dalam proses pembuatannya, Ia menjelaskan, banyak kejadian yang harus Ia lewati. Dari mulai kepindahannya ke Bali hingga berpulangnya sang Ayah mertua.  

Baca Ini Juga Yuk: Tak Cuma Meracik Kopi, Ini Kemampuan yang Perlu Dimiliki Barista

Setelah sebelumnya mengajak pembacanya menerima diri sendiri lewat karya pertamanya, ‘Hati yang Gembira Adalah Obat’, kali ini Ia kembali mengurai pemikiran dan segenap perasaannya melalui buku kedua dan mengajak para pembaca untuk menemukan “rasa utuh”. 

"Jadi maksudnya menemukan rasa itu adalah dengan menemukan diri sendiri jadi sesimpel kita bisa jawab kita sukanya apa. Terus temukan hidup itu dengan kita bisa jawab, tujuan hidup kita itu untuk apa," ungkap Sophie dalam acara meet and greet (15/01/2020).

Dalam buku keduanya ibu dari dua anak ini merasa bahwa Ia perlu menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain. Salah satunya dengan menulis buku ini dan membantu orang-orang di luar sana untuk lebih mengenal dan mencintai dirinya sendiri sesuai dengan musimnya.

"Anggaplah lahirnya buku kedua ini sebagai salah satu cara Tuhan untuk nyuruh aku menyampaikan pesan baik ke para pembaca aku, membantu untuk menemukan jalan dan musimnya sendiri dalam mencapai tujuan hidup," ujarnya.

Sophie juga menjelaskan, jika tujuannya dalam menulis bukan hanya sekadar berkarya semata. Ia mulai menyadari bahwa salah satu tujuannya dalam hidup adalah sebagai pengajar yang mediumnya tak melulu harus dalam kelas. Selain itu, ia ingin berbagi dengan pembaca bukunya tentang sebuah proses pencarian diri yang tidak semudah dibayangkan. 

“Salah satu purpose aku dalam hidup adalah sebagai pengajar. Enggak harus melulu dalam bentuk kelas. Tapi dengan tempaan dan kejadian yang saya alami sebelumnya, saya dapat membantu yang lain untuk menemukan dirinya sendiri,” ujarnya. 

Ia juga mengingatkan, bahwa ada satu faktor yang sering terlupa adalah keterlibatan Tuhan. Bagaimana mungkin kita membahas identitas diri kita tanpa melibatkan Penciptanya.

Foto: dok. Kreator Studio


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler