Yuk! Kenali Lebih Dekat Kanker Kolorektal

TemanBaik, ada yang sudah mengenal kanker kolorektal? Kanker ini bisa disebut sebagai 'pembunuh senyap' karena bisa diidap tanpa disadari dan berujung kematian jika tak ditangani. Simak ulasan lengkapnya yuk.

Kanker kolorektal ini dalam istilah umumnya disebut kanker usus besar. Itu karena biasanya kanker ini ada di area usus besar. Kanker ini adalah tipe kanker bersifat adenikarsinoma, yaitu kanker yang berasal dari sel yang membuat dan melepaskan lendir atau cairan lainnya.

Belum diketahui pasti penyebab dari kanker kolrektal ini. Tapi, beberapa orang dengan risiko tertentu sangat mungkin mengidap kanker kolorektal. Ada juga beberapa makanan yang diduga dapat memicu penyakit ini.

"Kanker kolorektal ini terbagi ke dalam empat stadium yang diukur dari sejauh mana sel kanker itu bergerak," kata Konsultan Senior Onkologi Parkway Cancer Centre Zee Ying Kiat dalam diskusi 'Tangani Kanker Kolorektal Sejak Dini' di CGV 23 Paskal, Kota Bandung, Kamis (30/1/2020).

Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Cuci Tangan Usai Bermain dengan Hewan Peliharaan

Pada stadium I, sel kanker baru menempel di dinding usus. Pada stadium II, sel kanker sudah menembus dinding usus. Sedangkan pada stadium III, sel kanker sudah menembus hingga ke getah bening. Terakhir, pada stadium IV, sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain, misalnya ke paru-paru dan hati.

Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan
Kanker kolorektal ini disebut sebagai 'pembunuh senyap' bukan tanpa alasan loh TemanBaik. Ini didasari karena penyakit ini sulit dideteksi, bahkan cenderung mirip gejala penyakit lain. Beberapa gejalanya adalah seperti merasakan sakit pada perut, maag, perut kembung, buang air besar (BAB) menjadi tidak teratur, hingga terdapat darah pada feses. Gejala kanker kolorektal juga ditandai dengan mudahnya tubuh merasakan lelah, letih, dan mudah capek.

Karena dianggap sebagai penyakit biasa, seringkali pengidapnya mengabaikan apa yang dirasakan. Jika dibiarkan terlalu lama, penyakit akan semakin parah. Bahkan, jika sudah mencapai stadium IV, penyembuhan akan sangat sulit dilakukan dan bisa berujung kematian.

Karena itu, Zee menyarankan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Jika mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya periksakan ke dokter. Sehingga, dokter akan melakukan pemeriksaan sedetail mungkin untuk memastikan penyakit yang kamu alami.

Kanker kolorektal ini bisa dialami siapapun. Tapi, orang yang memiliki riwayat keturunan memiliki penyakit ini lebih berpotensi mengalaminya. Penyebab lainnya adalah karena gaya hidup yang tidak sehat.


                                                                  Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Biasanya, kanker kolorektal in dialami orang dengan usia di atas 50 tahun. Tapi, tidak menutup kemungkinan penyakit ini dialami orang dengan umur di bawah itu. Penyakit ini juga tak memandang jenis kelamin alias bisa dialami laki-laki maupun perempuan.

Meski belum diketahui pasti penyebabnya, kanker kolorektal ini bisa dicegah. Intinya, kamu harus menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kurangi juga asupan makanan seperti daging merah dan fast food alias makanan cepat saji.

Sebaliknya, konsumsi makanan tinggi vitamin dan kaya serat sangat disarankan. Usahakan juga kamu rutin berolahraga ya. Jaga pula berat badan agar tetap seimbang. Sebab, jika megalami obesitas, ini akan meningkatkan risiko kamu mengidap kanker kolorektal. Di luar itu, jalankan gaya hidup sehat deh intinya.

Zee mengatakan, kanker kolorektal ini baru bisa diketahui melalui pemeriksaan oleh dokter dan menggunakan berbagai peralatan medis. Sehingga, kamu sangat disarankan secepatnya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah gejala yang dialami merupakan gejala kanker kolorektal atau bukan.

Ia juga menyarankan screening kesehatan tanpa menunggu mengalami gejala-gejala di atas. Hal ini akan sangat bermanfaat. Sehingga, jika ternyata diketahui kamu mengidap kanker ini, penyembuhan bisa dilakukan sedini mungkin dengan tingkat keberhasilan penyembuhan lebih tinggi.

"Dengan pemeriksaan dini, akan besar kemungkinan dokter bisa mengetahui lebih awal dan menemukan pengobatan tepat secepatnya," jelas Zee.

Metode penyembuhan kanker kolorektal sendiri beragam, bisa dengan pembedahan, kemoterapi, terapi kanker terarah, hingga radioterapi. Tingkat stadium dari kanker kolokteral yang dialami akan jadi penentu metode pengobatan mana yang tepat untuk dijalankan.

Foto: Ilustrasi Unsplash


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler