Ini Waktu yang Tepat untuk Berolahraga Saat Puasa

Bandung - TemanBaik, olahraga merupakan kegiatan yang menyehatkan untuk tubuh. Bahkan, olahraga tetap bisa dilakukan pada saat kamu menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Tetapi meski begitu kita harus tetap memperhatikan beberapa hal ketika akan berolahraga di bulan puasa. Sebab apabila kamu berolahraga secara berlebihan saat puasa, imunitasmu terancam turun.

Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik Fakultas Kedokteran Unpad Deta Tanuwidjaja menyebutkan ada tiga hal yang mengancam tubuhmu jika melakukan olahraga berlebihan saat berpuasa, antara lain hipoglikemia, ancaman dehidrasi, dan ambang laktat yang mudah tercapai.

Deta menjelaskan, hipoglikemia adalah penurunan kadar gula darah dalam tubuh. Penurunan gula darah ini menyebabkan tubuh mudah lemas, gemetar, hingga berkeringat dingin. Adapun Ambang laktat merupakan kondisi peredaran darah mulai jenuh sehingga otot tubuh akan menjadi lelah. Pada saat puasa, ambang laktat akan lebih mudah tercapai. Sementara ancaman dehidrasi merupakan kondisi tubuh mulai kekurangan cairan.

"Kondisi dehidrasi masih bisa ditoleransi asalkan dipertahankan di bawah kebutuhan hidrasi, yaitu di bawah 3 persen dari total cairan tubuh, serta mendekati waktu hidrasi," kata Deta, seperti dilansir dari laman resmi website Unpad.

Baca Ini Juga Yuk: Trik yang Bisa Dilakukan Pekerja Kreatif Saat Pandemi Covid-19

Lalu, bagaimana ya caranya untuk mengantispasi hal tersebut? Apalagi, jika TemanBaik adalah orang yang sudah kecanduan terhadap olahraga. Nah, tenang dulu. Sebab ada sejumlah waktu yang disarankan untuk kamu berolahraga. Antara lain saat tubuh mengalami loading sebelum menerima asupan karbohidrat dan saat tubuh mengalami hidrasi. Detail waktunya adalah pertama setelah subuh, kedua antara sebelum maghrib dan antara setelah salat tarawih hingga sebelum tidur.

Menurut Deta, waktu subuh ialah kondisi ketika tubuh sudah menerima asupan nutrisi dan hidrasi dari makan sahur. Rasa haus yang timbul di waktu ini masih dapat dikompensasi oleh tubuh dengan adanya respons 'renin-angiotensin-aldosteron' yang mampu menahan air di dalam tubuh. Sedangkan waktu sebelum magrib merupakan kondisi ketika tubuh akan menerima asupan makanan dan hidrasi saat berbuka puasa. Kendati begitu, melakukan olahraga tanpa terkontrol di waktu sebelum maghrib berpotensi mengalami dehidrasi dan hipoglikemia.

Nah, adapun jenis olahraga kebugaran yang baik dilakukan selama bulan puasa adalah jogging dan cardio calisthenic. Lakukan olahraga ini dengan intensitas ringan, yaitu minimal 20 menit per sesi dan dengan frekuensi rutin, yaitu antara 4–5 sesi per pekan, dan tetap melakukannya dengan menerapkan skema phsycal distancing alias tak berolahraga di tengah kerumunan, ya.

Karena bulan Ramadan ini bertepatan dengan mewabahnya virus corona, Deta menyebutkan ada risiko infeksi virus loh bila kamu kurang berolahraga selama masa-masa #DiRumahAja. Ketika seseorang berolahraga dengan intensitas ringan atau sedang, maka risiko infeksinya berkurang dan tingkat imunitas tubuhnya akan meningkat.

"Itulah kenapa olahraga dibutuhkan. Olahraga mengintervensi berupa overload terhadap fisiologi tubuh manusia, sehingga terjadi peningkatan fungsi," pungkasnya.

TemanBaik, meski dalam suasana yang mengharuskan kita untuk #DiRumahAja, ditambah lagi kita harus berpuasa sebulan penuh, hal itu bukan berarti membuat kita lengah dan tak berolahraga sama-sekali, ya. Mulai sekarang, yuk terapkan pola hidup sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler