Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi Prebiotik

Bandung - TemanBaik, daya tahan tubuh adalah sesuatu yang penting. Apalagi bagi kamu yang tetap diharuskan bekerja di tengah situasi pandemi ini. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah mengonsumsi makanan prebiotik.

Prebiotik itu sendiri adalah bahan makanan berupa karbohidrat komplek yang sulit dicerna oleh enzim pencerna karbohidrat, sehingga tidak diserap oleh usus. Prebiotik merupakan makanan bagi mikrobiota.

Ketua Program Studi Profesi Apoteker Universitas Gadjah Mada Ika Puspita Sari menyebutkan, bila kita mengonsumsi bahan pangan prebiotik terutama bagi yang menjalankan puasa, karbohidrat yang masuk ke tubuh kita memiliki keuntungan ganda.

"Dengan mengonsumsi bahan pangan itu terutama bagi yang menjalankan puasa Ramadan, konsumsi karbohidrat komplek sebagai pengganti nasi jelas memiliki keuntungan ganda yaitu perut tidak cepat lapar dan daya tahan tubuh meningkat," jelasnya seperti ditulis pada laman Twitter akun resmi Kementerian Pertanian Indonesia.



Lalu, seperti apa sih jenis makanan prebiotik itu? Yuk kita simak!

Uwi dan Talas
Uwi merupakan adalah umbi-umbian yang bisa dimakan dan konon merupakan jenis umbi yang paling digemari daripada jenis umbi-umbian lainnya. Di beberapa wilayah di Indonesia, uwi merupakan salah satu pangan alternatif yang menjadi penolong di masa paceklik. Saat kemarau melanda, padi dan sagu belum bisa dipanen misalnya, maka orang akan mengkonsumsi umbi seperti uwi.

Kandungan nutrisi uwi bisa dikatakan lebih baik dibanding umbi-umbian lainnya. Uwi berpotensi menjadi pangan alternatif yang menyehatkan, terutama untuk mereka yang menerapkan diet ketat atau penderita diabetes.

Baca Ini Juga Yuk: Seberapa Siap Kamu Menikah? Ini Cara Mengeceknya



Porang
Porang atau 'Iles-iles adalah' umbi-umbian yang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan itu sendiri merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan, emulsifier dan juga sebagai pengental.

Keterangan resmi di laman pertanian.go.id menulis, Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan dibawah naungan tegakan tanaman lain. Untuk bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak yang ditanam secara langsung.

Uniknya, manfaat Porang di luar sebagai konsumsi prebiotik justru banyak dikembangkan menjadi bahan baku dalam pembuatan kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem. Ekspor untuk produk ini pun telah sampai ke Jepang loh.

Ganyong
Ganyong merupakan tanaman umbi-umbian yang berpotensi untuk menggantikan peran beras dan tepung terigu dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan pokok. Umbi ganyong dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan energi.

Kandungan karbohidrat ganyong cukup tinggi, setara dengan umbi-umbi yang lain, namun lebih rendah daripada singkong, tetapi karbohidrat umbi dan tepung ganyong lebih tinggi bila dibandingkan dengan kentang, begitu juga dengan kandungan mineral kalsium, fosfor dan besi. Dengan demikian ganyong sangat tepat bila digunakan untuk keragaman makanan sebagai pengganti beras.

Kandungan lactobasillus dalam ganyong juga terhitung tinggi, sehingga dapat menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam saluran cerna, sehingga dapat menghentikan pertumbuhan mikroorganisme berbahaya penyebab diare.

Ubi Jalar
Ubi jalar tentu bukan jenis umbi-umbian yang asing bagi kita. Ya, di samping kandungan gizinya yang komplit, ubi jalar juga disebut punya banyak khasiat bagi kesehatan tubuh, salah satunya untuk membantu meringankan risiko penyakit seperti kanker.

Ubi jalar dapat digunakan untuk konsumsi langsung maupun sebagai produk olahan. Sebagai produk olahan, bahan baku industri ubi jalar bahkan dapat digunakan untuk pewarna dan plastik.

TemanBaik, dalam situasi pandemi seperti ini, selain menerapkan standar kesehatan agar tak mudah terpapar virus, yuk kita tingkatkan juga daya tahan tubuh kita. Bila keduanya dilakukan dengan seimbang, maka kita bisa melalui masa-masa sulit ini dalam keadaan sehat.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler