Lima Hal Penting untuk Hadapi Kenormalan Baru

Bandung - TemanBaik, ada yang sudah bersiap menghadapi new normal alias kenormalan baru, atau justru ada yang sudah melakukannya?

Jika sudah atau akan melakukan kenormalan baru, tentu ada hal penting yang perlu kamu sadari dan lakukan. Namun, yang paling pertama tentu memahami apa itu kenormalan baru.

Kenormalan baru ini adalah suatu adaptasi gaya hidup baru. Dalam kaitannya dengan pandemi virus corona atau COVID-19, kenormalan baru ini adalah menjalankan berbagai prokokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19, mulai dari pengugnaan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, hingga membatasi kontak fisik dengan orang lain.

Apa saja ya yang perlu disadari dan dilakukan. Ada lima hal yang diulas psikolog klinis Klinik Kebidanan Harkel Bandung Erwin Fazrin. Simak ulasannya yuk!

1. Menyadari yang Terjadi
Di tengah pandemi yang belum kunjung berakhir, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyadari. Kamu juga perlu menyadari jika kondisi saat ini membuatmu merasakan beberapa dampak, mulai dari sedih, marah, stres, serta gejala lain. Itu adalah hal wajar dari kondisi yang terjadi.

2. Melakukan Kontrol
Selain menyadari, kamu juga tentu perlu melakukan kontrol atas apa yang terjadi. Yang paling penting dilakukan saat ini adalah mengontrol kesehatan dan kebersihan diri.

"Sleep hygiene, nutrisi, olahraga 30 menit sehari, dan tetap menghubungi kerabat atau teman terdekat sebagai social support. Memberikan perharian kepada orang lain juga akan membutuhkan sense of needed (merasa dibutuhkan) yang akan improving percaya diri," kata psikolog klinis Klikin Kebidanan Harkel Bandung Erwin Fazrin.

3. Melampiaskan dengan Cara Tepat
Apa yang TemanBaik rasakan di tengah pandemi, termasuk saat mulai menjalankan kenormalan baru, tentu harus dilampiaskan atau disalurkan dengan cara tepat. Erwin pun membaginya kedalam tiga hal.

Pertama, jika sedang murung atau sedih, cobalah untuk rebahan sambil mendengarkan lagu bertemo pelam dan menenangkan atau membaca buku sambil selimutan.

Jika hal ini sulit dilakukan, misalnya karena kamu seorang ibu dan memiliki anak kecil, ada solusinya. "Minta waktu sama anak atau giliran dengan suami/istri (untuk mengasuh anak)," ujarnya.

Baca Ini Juga Yuk: Belajar Berkebun Bersama Jaringan Kerja Gotong Royong

Kedua, jika kamu sedang merasakan marah atau kesal, lampiaskan dengan hal kongkret. Misalnya membentuk playdoh atau mainan pasir menjadi bentuk tertentu, kemudian hancurkan.

Cara lain misalnya dengan menulis lama orang yang membuatmu marah atau kesal, kemudian sobek-sobek kertas tsebut. Kamu juga bisa melakukan cara penyaluran lain, misalnya menyikat apapun agar tenaga marahmu keluar. Olahraga juga termasuk yang disarankan.

"Ketiga, jika cemas, khawatir, atau overthinking, lakukan grounding technique, misalnya dalam waktu 2-3 menit memegang batu dan rasakan permukaannya di tangan. Fokus pada hal yang dirasakan oleh tangan," jelas Erwin.

4. Tetap Jalankan Protokol Kesehatan
Ini tentu jadi hal yang tak kalah penting, terutama jika beraktivitas di luar rumah, misalnya karena bekerja. Selama memasuki atau menjalankan kenormalan baru, protokol kesehatan tetap harus dijalankan dan diutamakan. Ini adalah cara pencegahan terpenting agar kamu tak tertular atau menularkan COVID-19, termasuk penyakit lain.

"Pastikan protokol kesehatan pribadi dijalankan. Keluarga juga diharapkan saling mengingatkan," papar Erwin.

5. Manajemen Waktu dan Skala Prioritas
Kenapa sih kita harus menata manajemen waktu dan memiliki skala prioritas? Tentu ini hal penting. Sebab, saat ini dan beberapa waktu ke depan, pandemi virus corona masih belum berakhir.

Sehingga, kamu tentu harus mengolah sebaik mungkin waktu dan prioritas yang ada. Ini akan sangat diperlukan, terutama saat kamu harus keluar rumah. Misalnya saat akan berbelanja ke pasar atau supermarket.

Sebelum pergi, kamu disarankan menyusun daftar belanja dan menyiapkan waktu. Dengan cara ini, waktu kamu saat berada di tempat tujuan akan efektif. Kamu akan fokus membeli hanya pada barang-barang sesuai daftar belanjaan. Cara ini juga akan membuat kamu akan seminimal mungkin berada di luar rumah.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Centers of Disease Control and Prevention
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler