Begini Trik Menyulap Sisa Makanan Jadi Lebih Bermanfaat

Bandung - TemanBaik, jika ada makanan organik sisa di rumah, sebaiknya jangan dibuang ya. Sisa makanan, sayuran, buah-buahan, hingga sisa potongan bekas rempah atau bumbu, bisa diolah menjadi pupuk cair atau disebut EM4.

Menurut mentor kegiatan berkebun dari gerakan Solidaritas Sosial Bandung Irvan Septian, pupuk cair dari bahan organik itu sangat bermanfaat. Bahkan, hasil yang didapatkan dari tanaman jauh lebih baik daripada pupuk kimia.

"Saya sempat membandingkan penggunaan pupuk kimia sama pupuk cair organik ini ke mentimun. Kalau menggunakan pupuk kimia, panennya itu dua minggu lebih lama," kata Irvan kepada BeritaBaik.id.

Selain itu, dari sisi kualitas dan berat juga lebih baik. Dalam satu karung mentimun dari pupuk kimia dan pupuk cair organik, jauh lebih berat yang menggunakan pupuk organik cair.

"Meski sama-sama satu karung, tapi beratnya kalau yang pakai pupuk organik ini jadi lebih berat. Itu yang paling terlihat," jelas Irvan.

Keunggulan lainnya, tanaman yang menggunakan pupuk cair organik ini juga lebih bagus kualitas dan warnanya. Sehingga, jika untuk dijual, harga buah atau tanaman yang menggunakan pupuk cair organik akan lebih menguntungkan. Bahkan jika dikonsumsi sendiri pun jauh lebih sehat ketimbang yang menggunakan pupuk kimia.

Baca Ini Juga Yuk: Workshop Pembuatan Pupuk Cair

Bahan Pembuatan EM4
Untuk membuat pupuk cair organik alias EM4 ini enggak sulit kok, TemanBaik. Kamu hanya perlu memanfaatkan bahan yang ada di rumah. Bahan yang perlu dibeli pun enggak sulit didapatkan.

Untuk memudahkanmu mempraktikkannya, Irvan memberi penjelasan sekaligus takarannya. Jika ingin dibuat lebih banyak atau sedikit, kamu tinggal menambah atau mengurangi takarannya ya.

Langkah pertama, siapkan botol atau wadah yang memiliki tutup dengan kapasitas 1 liter. Berikutnya, siapkan sampah sisa makanan sebanyak 1 liter dan air bekas cucian beras.

"Air cucian berasnya yang dipakai itu bekas cucian pertama dan kedua. Karena itu yang paling bagus kandungannya untuk membuat pupuk ini," jelas Irvan.

Idealnya, siapkan 5 liter air beras, lalu dicampur satu ons gula merah atau gula putih. Khusus untuk air ini, yang akan dipakai nantinya hanya sebagian ya. Sedangkan lebihnya bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk cair berikutnya. Jika ingin membuatnya secara pas, kamu tinggal hitung-hitung lagi ya.

Bahan lainnya adalah 1 liter dedak atau pakan ayam dari sisa gilingan padi. Ini bisa kamu dapat di tempat penjualan pakan hewan. Siapkan juga pisau dan alat penumbuk.

Langkah Pembuatan
Nah, sekarang kita berlanjut ke cara pembuatannya ya. Potong atau iris semua sampah sisa makanan, terutama yang berukuran besar, misalnya sayuran atau buah-buahan. Setelah itu, tumbuk semuanya hingga ukurannya menjadi cukup halus. Langkah ini bisa kamu lewatkan jika ukuran sampah sisa makanan sudah berukuran kecil. Lalu simpan ke dalam wadah yang memiliki tutup.

Berikutnya, masukkan 1 liter dedak dan 1 liter air beras yang sudah dicampur gula, tutup rapat wadahnya. Setelah seminggu, tambahkan 1 liter air beras dan campuran gula. Tambah lagi 1 liter air beras dan campuran gula seminggu kemudian. Ingat, pastikan wadahnya tertutup rapat setelah dimasukkan air tersebut dan jangan terkena sinar matahari.

Setelah sebulan atau empat minggu, saring seluruh isinya. Bagian air yang sudah tersaring itu sudah bisa dipakai sebagai pupuk. Bahkan, ampas yang tersaing juga bisa dimanfaatkan loh.

"Sisa ampasnya bisa dipakai sebagai pupuk kompos," ujar Irvan.

Dengan cara ini, semua sampah sisa makanan dan bahan yang digunakan enggak ada yang terbuang. Tinggal kamu atur-atur deh penggunaan pupuknya.

TemanBaik, tertarik mencobanya? Yuk, manfaatkan sisa makanan atau sampah organik di rumahmu. Daripada dibuang sia-sia, lebih baik dimanfaatkan menjadi pupuk.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler