Begini Syarat & Ketentuan Menggelar Resepsi Pernikahan di Malang

Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mengizinkan beberapa sektor usaha beroperasi kembali di masa transisi menuju kennormalan baru ini. Salah satunya adalah sektor usaha vendor jasa pelaksanaan resepsi pernikahan.

Beberapa subsektor yang diperbolehkan kembali beroperasi adalah event organizer atau wedding organizer, jasa rias, master of ceremony (MC), jasa dekorasi, fotografer atau videografer, hingga band dan catering yang ada di Kota Malang.  

Kebijakan tersebut berbanding lurus dengan diperbolehkannya masyarakat Kota Malang untuk kembali menggelar resepsi pernikahan, meski di tengah pandemi COVID-19.

Meski demikian, terdapat syarat dan ketentuan khusus terkait penyelenggaraan resepsi pernikahan di masa pandemi COVID-19 ini, TemanBaik.



Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Aman Gelar Pesta Pernikahan di Era Kenormalan Baru

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, syarat dan ketentuan tersebut sengaja ditetapkan untuk menekan penyebaran virus korona di kalangan masyarakat Kota Malang.

"Semua itu kita lakukan untuk menekan penyebaran COVID-19 dan menghindari munculnya klaster baru dari event wedding," kata Sutiaji, dalam audiensi Pemkot Malang dengan perwakilan vendor tersebut di Ruang Rapat Wali Kota Malang, belum lama ini.

Sutiaji juga menegaskan bahwa wedding organizer harus bisa menjamin bahwa pelaksanaan resepsi pernikahan telah sesuai dengan standar yang ditentukan.

"Seperti penggunaan alat makan yang hanya satu kali pakai atau menggunakan makanan yang dapat dibagi untuk para tamu guna menghindari kontak langsung dan cipratan droplet. Itu bisa jadi alternatif pilihan," jelas Sutiaji.

Menurutnya, meski berada pada masa pandemi, masyarakat Kota Malang tetap harus produktif namun tetap aman dari COVID-19, termasuk saat menggelar resepsi pernikahan.

"Saya berharap semua vendor wedding yang terlibat di dalamnya juga memberikan edukasi dan pemahaman pada pemilik acara tentang keterbatasan kita dalam pelaksanaan acara selama masa pandemi ini. Termasuk keterbatasan jumlah tamu undangan," tegasnya.

Di sisi lain, Denny Firmanda, Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) Malang Raya mengatakan bahwa draft simulasi pelaksanaan resepsi pernikahan telah disampaikan kepada Pemkot Malang dan mendapatkan respon yang positif.

"Tanggal 11 dan 12 (Juli) mendatang akan kami simulasikan langsung di Taman Krida Budaya," tandasnya.

Terkait perizinan khusus untuk pelaksanaan resepsi pernikahan yang telah ditentukan oleh Pemkot Malang, Denny juga mengaku pihaknya telah siap menerapkannya "Termasuk teman-teman vendor lainnya," pungkasnya.

Foto: Ilustrasi Unsplash/@metastudio35

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler