Ini 4 Modal Penting yang Perlu Perempuan Masa Kini Lakukan

Bandung - TemanBaik, sebagai seorang manusia, sudah sepatutnya kita merasa berdaya dan yakin akan kemampuan yang kita miliki. Khususnya untuk kaum perempuan, tak sedikit kita menjumpai di antara kita masih meragukan kemampuan diri dan merasa tidak setara dengan laki-laki. Padahal mungkin saja kesetaraan itu bisa dibangun dari keyakinan diri kita sendiri.

Sebagai seorang perempuan ada empat hal penting yang harus kita bangun untuk diri kita agar lebih berdaya. Keempat hal itu dimulai dari bagaimana ia membangun citra diri, lalu bagaimana kita mampu mengatur mengatur waktunya dengan baik, hingga akhirnya  dapat membangun mimpi dan kariernya. Selain itu, mempunyai pengetahuan soal seks yang cukup juga penting untuk menjaga diri. 

Membangun citra diri, mengatur waktu, menyusun mimpi dan karier, hingga edukasi seks ini terangkum dalam sebuah webinar bertema 'Wanita Berdaya' yang dicetuskan oleh salah satu mahasiswa Fikom Unpad bernama Hana Yemima. 

Webinar yang dibuat oleh perempuan yang akrab disapa Hana ini merupakan bagian dari proyek akhirnya untuk beasiswa Paragon. Webinar berjudul 'What do Women Need Nowadays' menghadirkan empat pembicara perempuan dengan empat topik yang berbeda. 

Kepada Beritabaik.id, Hana sebagai pencetus webinar ini mengaku tema pemberdayaan perempuan dipilihnya karena ia merasa banyak teman perempuan di sekitarnya yang belum maksimal mengembangkan diri dan masih terjebak dengan masa lalu mereka.

Menurut Hana setiap perempuan perlu merasa bahwa dirinya berdaya dan penting untuk mengenal dirinya sendiri. Perempuan harus tahu siapa dirinya, apa yang diinginkannya, dan tentu saja juga harus tahu apa yang tidak ia inginkan. "Perempuan harus bisa mengontrol dirinya. Kita adalah bos dari diri kita sendiri," tambah Hana.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Jiwa

Nantinya Hana berharap siapapun yang mengikuti webinar ini, khususnya kaum perempuan, mendapat manfaat sesuai dengan apa yang mereka cari selama ini. Juga mendapat wawasan baru yang membawa mereka ke arah pola pikir yang lebih baik. 

"Sebagai perempuan jangan merasa sendiri kalau lagi berusaha. Karena perempuan akan selalu mendukung perempuan," ujar Hana. 


                                         Foto: Tangkapan layar dalam webinar 'What do Women Need Nowadays'/Irsya Kireina

Membangun Citra Diri

Tema pertama yang dibahas adalah soal citra diri. Tema ini dibawakan oleh seorang marketing acquisition  dari Glints (Taiwan) bernama Okky Dayinna. Menurut Okky, membangun citra diri adalah hal dasar dan paling utama yang harus dimiliki setiap orang termasuk perempuan. 

"Ini landasan, sumber dari dalam diri yang bisa membuat kita punya koneksi sama diri kita," ujar Okky. 

Untuk memulai membangun citra dirinya, Okky mempunyai satu mantra yang selalu mengingatkannya untuk berani memulai suatu hal. Mantra itu adalah "Tidak apa-apa untuk menjadi pemula, karena tidak ada seorangpun yang langsung menjadi luar biasa". Maksudnya adalah kita tidak perlu takut memulai sesuatu, karena untuk menjadi seorang ahli pun kita perlu satu momen untuk mengawalinya. 

Ada tiga tahapan yang bisa kita lakukan dalam membangun citra diri. Tahapan pertama adalah mengatur pola pikir. Menurut Okky, tubuh punya kekuatan yang bisa membuat kita menentukan apa yang kita inginkan. Karena itu, penting untuk selalu memperhatikan apa yang terjadi dalam diri.

Tahap kedua adalah mengelola energi yang kita miliki dengan cara memaksimalkan energi yang dimiliki untuk apa yang sedang kita kerjakan.

"Ada lima poin. Keluarga, beristirahat (tidur), bekerja, olahraga, dan berteman. Sebenarnya kalau mau memaksimalkan energi, per harinya kita cuma bisa pilih tiga dari lima poin itu. Tapi memang tidak semudah itu," jelas Okky. 

Okky menambahkan, walaupun pada akhirnya kita terpaksa melakukan banyak hal dalam satu hari, tidak masalah. Asalkan bisa tetap mengontrolnya dan sadar akan apa yang kita lakukan dan pikirkan. 

Tahap ketiga dalam proses membangun citra diri adalah memperhatikan kebiasaan harian. Ada waktunya perlu mengubah rutinitas atau belajar hal baru agar tidak merasa jenuh dengan apa yang kita lakukan. 

"Jangan membuang waktu untuk terus belajar. Fokus untuk mengembangkan diri dan menjadi bermanfaat, menantang diri untuk terus berkembang dan melampaui pikiran kita, dan kalau capek istirahat. Kasih waktu untuk diri sendiri dulu," tambah Okky.

Seringkali saat hendak membangun citra diri, kita terjebak dengan pengalaman atau luka masa lalu. Menurut Okky, semua itu bisa kita tangani jika diri mau mencoba menerima, berpikir baik, dan bertindak untuk maju ke depan.  

"Kalau cara aku nerima masa lalu adalah dengan menghadapinya. Terima dulu apa yang dirasain. Kalau masih kepikiran juga, coba deh lampiasin ke kegiatan yang bermanfaat untuk dirimu kedepannya," ujar Okky. 

Edukasi seks
Ternyata sebagai perempuan, memiliki bekal akan edukasi seks yang cukup adalah hal penting loh, TemanBaik.

Pentingnya edukasi seks ini disampaikan oleh Ida Swasti, pemilik brand yang mengangkat soal isu kepositifan tubuh dengan kampanye 'Real People, Real body' bernama Nipplets. Ida menjelaskan, maksud dari kampanyenya ini adalah ia ingin semua wanita sadar kalau semua bentuk tubuh indah, dan semua orang punya kesempatan untuk menginspirasi orang lain. 

Bicara soal edukasi seks, menurut Ida sebetulnya pendidikan seks sangat luas cakupannya, dan tentu saja pendidikan seks yang paling bagus adalah dari orang tua. Namun sayang, di Indonesia pembicaraan soal seks seringkali dianggap sesuatu yang tabu. 

"Mengapa edukasi soal seks penting? Karena kalau kamu belajar soal seks, kamu juga akan belajar soal konsekuensinya. Misalnya sebelum melakukan hubungan seksual, kamu tahu apa konsekuensinya, termasuk soal penyakit seksual," ujar Ida. 

Waktu terbaik untuk mulai memberikan pendidikan soal seks adalah secepatnya sejak kecil secara bertahap dimulai dari orang tua. Selain itu, Ida juga mengingatkan jika kita ingin belajar lebih jauh soal seks, pastikan kita belajar dari orang yang tepat. "Cari orang yang punya kredibilitas buat bicara, biar gak asal ngomong," tegas Ida. 

Selain bicara soal edukasi seks, dalam webinar 'What do Women Need Nowadays' Ida juga membahas tentang pentingnya mencintai diri dengan menghargai tubuh kita. 

Ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk lebih menghargai tubuh. Pertama adalah rutin untuk mengawali hari dengan mengingatkan diri untuk selalu positif. Salah satu cara yang diberikan Ida ialah dengan membaca tulisan yang bertema penerimaan diri.

Cara kedua adalah dengan berkaca dan mengatakan pada diri "Kamu cantik, dan aku mencintaimu". Hal ini berguna agar merasa cukup dengan diri sendiri. Lalu yang terakhir adalah berani menegur orang yang berkomentar negatif atas dirimu. 

"Tegur. Kalau masih gak mempan juga gak ada salahnya kok buat memberi jarak dengan orang itu. Percuma kan kalau kamu mau positif tapi lingkunganmu negatif," ujar Ida. 

Mengatur Waktu
"Banyak orang yang bilang waktu adalah uang, saking berharganya waktu. Tapi disisi lain, banyak yang mau kita lakukan. Bisa tidak ya?" ujar Shereina Sarah, ketua Perhumas Muda Bandung saat membuka pembahasan soal mengatur waktu dalam webinar 'What do Women Need Nowadays'.

Dalam kesempatan tersebut, Shereina memberi judul pada topik yang dibawakannya dengan 'Si Produktif vs Si Sibuk'. Menurut Shereina, ada perbedaan antara produktif dan sibuk yang seringkali tidak dapat dibedakan.

"'Si produktif' itu orang yang melakukan kegiatan yang disukainya dan mau belajar. Sedangkan 'Si sibuk' itu orang yang melakukan segala hal tanpa tahu apa tujuannya. Jadi dia merasa capek sendiri dan kebingungan," jelas Shereina.

Modal penting agar menjadi orang produktif dan bisa mengatur waktu dengan baik adalah dengan mengatur skala prioritas. Bicara soal skala prioritas ini, Shereina memberikan beberapa tips nih, TemanBaik.

Hal pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatur skala prioritas adalah dengan menentukan tenggat waktu disetiap kegiatan. Hal ini tentu sangat berfungsi agar kamu tahu apa yang harus kamu kerjakan terlebih dahulu. 

Selanjutnya, kamu bisa membuat daftar kegiatan harian sedetail mungkin agar kamu tidak melewatkan satu hal pun kewajibanmu pada hari tersebut. Lalu, kamu juga harus sadar akan batasmu ya, TemanBaik. Jangan takut untuk menolak sesuatu jika kamu merasa tidak sanggup untuk melakukannya. 

Selain itu, TemanBaik juga harus konsisten dan menempatkan setiap kegiatan dengan porsi yang pas sesuai dengan kemampuan.

Namun tentu saja merasa stres menjadi hal yang tidak bisa kita hindari sebagai manusia. Sepintar apapun kita mengatur waktu, pasti ada saja momen saat kita kewalahan menjalani hari. Tenang saja, merasa stres adalah hal yang wajar. Beristirahatlah sejenak dan ingat dan syukuri hal kecil yang sudah kamu lalui.

Shereina menambahkan, bahwa dengan mengatur waktu, kita juga bisa fokus untuk terus mengembangkan diri. Saat melakukan sesuatu, sudah seharusnya kita memikirkan manfaatnya untuk waktu yang lama.

"Aku akan bersyukur pada diriku dikemudian hari atas apa yang aku lakukan hari ini. Masa depan kita diatur dari sekarang. Jangan dilihat soal hari ini saja, tapi lihat ke depannya," ujar Shereina.

Karier dan Impian
Tentu sebagai manusia kita punya impian dan rancangan karier untuk masa depan. Hal ini disampaikan oleh Rakhee Bhatari yang saat ini bekerja di Unilever Indonesia. Perempuan yang akrab disapa Rakhee ini membagi ceritanya soal karier  dan impian yang dimilikinya.

Bicara soal karier dan impian, menurut Rakhee hal pertama yang harus kita tahu dan sadari adalah soal tujuan hidup kita. 

"Tujuan itu adalah saat tahu kenapa sesuatu diciptakan termasuk diri kita, dan kenapa kita melakukan sesuatu. Punya tujuan itu penting biar kita merasa berarti," ujar Rakhee. 

Menurut Rakhee, ketika seseorang tahu apa tujuan hidupnya, maka ia akan lebih tahu apa yang sedang dijalaninya. Namun Rakhee juga mengingatkan untuk tidak khawatir jika belum menemukan apa tujuan kita dalam hidup. "Gapapa kalau perlu waktu lebih lama buat menemukan tujuan, karena itu bukan balapan yang harus ada pemenangnya," tambah Rakhee.

Selain tahu apa tujuan dalam hidup termasuk saat kita memutuskan untuk membuat sesuatu, ada tiga hal penting yang bisa menjadi sumber kebahagiaan. Rakhee menyebutnya 'Golden Triangle of Happiness', yaitu tiga hal utama yang dapat menunjang kebahagiaan seseorang. Terdiri dari hubungan yang bermakna, tujuan hidup, dan kebebasan serta keamanan terutama dalam hal keuangan. 

Ketika kita memiliki hubungan yang bermakna entah dengan pasangan, teman, keluarga, atau bahkan diri sendiri tentu hidup kita akan bahagia karena merasa dikelilingi oleh orang yang kita cintai.

Jika membahas soal tujuan, tentu dengan tujuan yang jelas, perjalanan yang kita lakukan akan berarti. Terakhir tentu saja tidak bisa dipungkiri jika manusia membutuhkan biaya untuk bertahan hidup. Berkecukupan secara keuangan tentu membuat kita lebih tenang dan dapat menciptakan kebahagiaan.

Walaupun webinar ini diutamakan untuk kaum perempuan, nyatanya membangun citra diri, pandai mengatur waktu, mempunyai mimpi, hingga memiliki pengetahuan soal seks yang cukup merupakan hal penting untuk diperhatikan oleh kita semua ya, TemanBaik.

Jadi siapapun kamu, tidak ada salahnya memperhatikan keempat hal tersebut agar membantu dirimu untuk lebih berdaya sehingga hidupmu lebih bermakna. 

Foto: Ilustrasi Unsplash/Vana Ash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler